• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Hal yang Sering Dilakukan Orang dengan Ketrampilan Media Sosial yang Buruk
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Hal yang Sering Dilakukan Orang dengan Ketrampilan Media Sosial yang Buruk

Redaktur III Kamis, 10 Juli 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi wanita dengan telepon selulernya / Foto : freepik
Ilustrasi wanita dengan telepon selulernya / Foto : freepik

Aktual.co.id -Psikologi menunjukkan bahwa perilaku daring seseorang akan mengungkapkan lebih banyak tentang keterampilan dalam bersosialisasi.

Jika kurang memiliki ketrampilan tersebut maka akan memunculkan perilaku ketika bermedia sosial. Ada sikap yang dinilai oleh Isabella Cashe yang akan mengganggu jika tidak memiliki kemampuan bermedia sosial yang buruk.

Berbagi Informasi Pribadi Secara Berlebihan

Psikologi menunjukkan bahwa perilaku ini bisa jadi tanda keterampilan sosial yang buruk. Bisa jadi individu-individu ini kurang memahami apa yang pantas dibagikan secara sosial atau mungkin kesulitan mempertahankan batasan dalam hubungan.

Berbagi berlebihan dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman dan menjauhkan diri. Intinya menemukan keseimbangan, berbagi secukupnya agar bisa terhubung dengan orang lain.

Mengabaikan Komentar dan Pesan

Mengabaikan komentar dan pesan di media sosial merupakan tanda lain dari keterampilan sosial yang buruk. Mengabaikan komentar dan pesan di media sosial sama saja mengabaikan seseorang yang sedang berbicara di dunia maya.

Baca Juga:  Kata –kata Toxic Gaslighting yang Membuat Terkesan Meremehkan

Bukan berarti harus langsung membalas setiap komentar atau pesan. Namun, mengabaikan pesan singkat secara terus-menerus menunjukkan ketidakpedulian dan rasa hormat.

Berusahalah untuk merespons. Bahkan sekadar “suka” atau emoji sudah cukup menunjukkan menghargai interaksi orang tersebut.

Menggunakan Media Sosial Sebagai Platform Menyebarkan Hal Negatif

Hal ini merupakan cerminan dari keterampilan sosial yang buruk. Orang yang sering menyebarkan kenegatifan kurang memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengekspresikan emosi secara efektif.

Ada batasan tipis antara berbagi perjuangan dan menyiarkan kenegatifan. Penting diingat bahwa kata-katamu memiliki kekuatan. Kata-kata bisa membangkitkan semangat atau menjatuhkan, baik dirimu maupun orang lain. Jadi, pilihlah untuk menyebarkan kepositifan.

Penggunaan Emoji dan Teks Secara Berlebihan

Meskipun wajah tersenyum dapat menambahkan sentuhan kepribadian pada postingan seseorang. Penggunaan elemen ini dapat menyampaikan pesan yang salah.

Hal ini menunjukkan kurang kemampuan mengungkapkan pikiran dan perasaan secara dewasa dan fasih dalam penggunaan kata-kata.

Baca Juga:  GreenTalks, Gerakan Sadar Lingkungan dan Pergaulan Sehat di SMPN 4 Sidoarjo

Semanis apa pun emoji, emoji tidak dapat menggantikan kedalaman dan nuansa bahasa. Demikian pula, terlalu bergantung pada bahasa teks membuat postingan sulit dipahami dan memberi kesan tidak menganggap serius interaksi.

Berbagi Terlalu Banyak Foto Selfie

Menurut penelitian, orang yang sering mengunggah swafoto sering dianggap kurang disukai, kurang sukses, dan lebih tidak percaya diri.

Tampaknya, meskipun beberapa swafoto yang tepat dapat membantu terhubung dengan orang lain, mengunggah swafoto secara berlebihan dapat berdampak sebaliknya.

Coba pikirkan ini. Media sosial adalah tentang berbagi dan terhubung. Jika yang dibagikan hanya wajah sendiri akan mengurangi kontribusi percakapan bermakna. Jika hendak mengunggah swafoto berhentilah sejenak.

Memposting Konten yang Menyinggung

Sering dalam mengunggah postingan menyinggung perasaan orang lain. Kurangnya kesadaran dan empati ini dianggap sebagai tanda keterampilan sosial yang buruk.

Baca Juga:  Kurang Tidur pada Remaja Dikaitkan dengan Kecemasan dan Depresi

Sebenarnya ketika memposting tidak ingin menyakiti perasan orang lain, namun hal itu sering terjadi. Apabila terjadi maka akan merusak hubungan dan reputasi bermedia sosial.

Sebelum mengunggah, luangkan waktu mempertimbangkan bagaimana tanggapan orang lain terhadap postingan tersebut .

Jika ada kemungkinan postingan tersebut menyinggung orang lain maka hendaknya dipertimbangkan ulang untuk diposting.

Gagal Terlibat dengan Orang Lain

Media sosial bukan hanya tentang menyiarkan kehidupan pribadi, namun juga berinteraksi dengan orang lain. Kegagalan melakukan hal ini bisa jadi tanda terbesar dari keterampilan sosial yang buruk.

Menunjukkan keterlibatan tidak hanya hadir menjadi pusat perhatian, tetapi terhubung dengan orang lain dan menghargai pikiran serta perasaan orang tersebut.

Hal ini membantu membangun kepercayaan, hubungan baik, dan hubungan yang bermakna. Ketika memposting sesuatu di grup daring jangan hanya memposting lalu pergi, melainkan tetap terhubung dalam percakapan. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan Mentalkepribadiankesehatan mentalMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Penampakan erupsi di Gunung Semeru/ Foto: ANTARA
Gunung Semeru Mengalami Erupsi Meluncurkan Awan Panas Sejauh 3,5 Kilometer
Sabtu, 18 Juli 2026
Emas Antam/ Foto: pajak
Harga Emas Antam Nak Menjadi Rp2,614 Juta Per Gram
Sabtu, 18 Juli 2026
Tangkapan layar Permainan Roblox/ foto: Ist
Roblox Mengumumkan Sebuah Fitur Baru Bernama Bulid Berdasarkan AI
Sabtu, 18 Juli 2026
Nelson Mandela/ Foto: capture KOMPAS
Hari Nelson Mandela untuk Mengenang Pejuang Hak Asasi Manusia
Sabtu, 18 Juli 2026
Harga bensin di sebuah SPBU di Chicago, Illinois / Foto: aljazeera
Harga Minyak Global Kembali Naik Dampak Konflik AS dan Iran
Jumat, 17 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kung Fu Soccer Karya Stephen Chow Meraup Keuntungan Rp1,2 Triliun Perdana Penayangan

Yordania Berhasil Mencegat 8 Rudal Milik Iran Tanpa Korban Jiwa

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.606 Juta Per Gram

BYD Menantang Merek Premium Eropa dengan Performa Lebih Tinggi

Aktor Bae Na Ra dan Han Jae Ah Akan Segera Menikah

More News

Obrolan seputar fisafat butuh kecerdasan tersendiri/ foto : freepik

Berikut Tema Percakapan yang Menguji Kecerdasan Seseorang

Selasa, 4 Maret 2025
Ilustrasi narsisistik dengan kemewahan / Foto : Freepik

Individu Narsisistik Lebih Rentan Terhadap Lamunan Maladaptive

Kamis, 17 Juli 2025
Proses FGD bersama peserta/dok.istimewa

Angka Persalinan Sesar Meningkat, Dosen Kebidanan FK Unair Cetuskan Birth Plan Berbasis Co-Design

Senin, 22 Desember 2025
Ilustrasi sakit perut / Foto : Freepik

Mengatasi Perut Begah Pasca Makan Terlalu Banyak

Selasa, 2 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id