• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Hati – Hati, Gangguan Kecemasan Bisa Menyebabkan Depresi dalam Hubungan Romantis
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Hati – Hati, Gangguan Kecemasan Bisa Menyebabkan Depresi dalam Hubungan Romantis

Redaktur III Sabtu, 24 Mei 2025
Share
2 Min Read
Ilustrasi terhubung dengan orang menguras mental / Foto : Freepik
Ilustrasi terhubung dengan orang menguras mental / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi dari Jerman menemukan bahwa wanita dengan keterikatan cemas mengalami gejala depresi lebih tinggi dengan pasangannya. Studi ini dipublikasikan dalam Personal Relationships .

Gejala depresi meliputi kesedihan yang terus-menerus, kehilangan minat atau kesenangan, kelelahan, perubahan nafsu makan atau tidur, dan kesulitan berkonsentrasi.

Gangguan depresi mayor merupakan diagnosis kesehatan mental yang umum dikeluhkan pasien dengan gangguan cemas ini, namun banyak juga individu pemilik gangguan cemas yang tidak memiliki keluhan seperti pada umumnya.

Dalam sebuah hubungan romantas, jika salah seorang mengalami gangguan depresi, maka akan mempengaruhi kepada pasangannya. Sehingga pasangannya juga akan mengalami peningkatan cemas kelak pada suatu waktu.

Baca Juga:  Kalimat Para Narsisistik Menghindari Tanggung Jawab Ketika Melakukan Kesalahan

Fenomena ini disebut spillover atau crossover. Karena kedua pasangan terpapar stresor eksternal yang sama, terkadang tidak jelas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh spillover atau pengaruh lingkungan kedua individu.

Penulis studi Preston C. Morgan dan rekan-rekannya berusaha meneliti keterikatan cemas pasangan dapat meredam luapan gejala depresi dalam hubungan romantis.

Para peneliti menganalisis data dari Analisis Panel Jerman tentang Hubungan Intim dan Dinamika Keluarga (Pairfam), menggunakan lima gelombang data yang dikumpulkan antara tahun 2010 dan 2014.

Pada awal penelitian, usia rata-rata sekitar 36 tahun untuk pria dan 33 tahun untuk wanita, dan 72% pasangan telah menikah. Peserta menyelesaikan penilaian yang divalidasi terhadap gejala depresi dan keterikatan yang cemas.

Baca Juga:  Orang Penyuka Hujan Sering Kali Menunjukkan Kepribadian Unik Ini

Hasilnya menunjukkan tingkat awal gejala depresi pada peserta tidak berhubungan secara signifikan dengan perubahan gejala depresi pada pasangan selama periode empat tahun.

Secara khusus, wanita dengan tingkat keterikatan cemas yang lebih tinggi lebih mengalami peningkatan gejala depresi ketika pasangan pria memiliki gejala depresi yang meningkat pada awal penelitian.

“Secara umum, depresi pada pasangan dapat ditularkan ke pasangan romantisnya. Secara khusus, wanita yang lebih mudah cemas, mencari kepastian, berada pada risiko untuk limpahan gejala depresi dalam hubungan romantis,” penulis studi menyimpulkan.

Studi ini menyoroti efek limpahan gejala depresi dalam pasangan. Akan tetapi, perlu dicatat bahwa tingkat depresi rata-rata peserta studi rendah dan bukanlah individu yang mengalami depresi klinis. (ndi)

SHARE
Tag :gangguan kecemasanGangguan MentalMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi Tes Kemampuan Akademik / Foto: Ist
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tingkat SD/MI/Sederajat Digelar 20 Hingga 30 April 2026
Minggu, 19 April 2026
Justin Bieber dan Billie Billie Eilish / Foto: variety
Justin Bieber Kolaborasi dengan Billie Eilish dan SZA di Panggung Coachella
Minggu, 19 April 2026
BXB/ Foto: Allkpop
BXB Meresmikan Akan Bubar Setelah Kontrak Berakhir
Minggu, 19 April 2026
Jusuf Kalla ketika jumpa pers/ Foto: capture ANTARA
Sebagai Sosok yang Lebih Senior JK Memberikan Nasihat kepada Jokowi
Minggu, 19 April 2026
Penampakan Aurora/ Foto: time and date
Aurora Badai Matahari Kembali Terjadi dan Bisa Dilihat AS Bagian Utara
Minggu, 19 April 2026

Mental Health

Ilustrasi/ Foto: freepik

Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Main games strategi bisa meningkatkan kinerja otak/ Foto: freepik

Begini Cara Meningkatkan Kerja Otak Menjadi Maksimal

Ilustrasi cara melihat orang lain / Foto: freepik

Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Berikut Curahan Animator Film The Legend of Aang: The Last Airbender yang Kecewa Film Bocor

Yulia Baltschun Beri Pesan Kepada yang Terjebak Cinta Segitiga Setelah Suaminya Selingkuh

Zeda Salim Memutuskan Lepas Hijab untuk Bekerja Menafkahi Anak

Film Salmokji: Whispering Water Mencapai Box Office dalam 10 Hari

Selat Hormuz Dibuka Penuh oleh Iran Selama Gencatan Senjata

More News

Perilaku racun sering kali mengajak untuk berdebat dan bertengkar / Foto : freepik

Berikut Kebiasaan Menyebalkan yang Merasa Berhak Atas Waktu dan Energi Seseorang

Kamis, 19 Juni 2025
Introvert lebih menyukai kesendirian untuk mengisi ulang battery energy / Foto : Freepik

Kegiatan Introvert yang Kurang Menyenangkan Bagi Ekstrovert

Sabtu, 26 April 2025
Ilustrasi suka menyela saat berbicara / Foto: freepik

Alasan Orang Selalu Menyela pada Saat Pembicaraan Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Minggu, 21 September 2025
Kepatuhan bisa menjadi racun di dalam keluarga karena membunuh jati diri anak / Foto : geedeting

Perilaku Beracun yang Dianggap Wajar di Lingkungan Keluarga

Rabu, 16 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id