Aktual.co.id – Kekhawatiran meningkat terhadap keselamatan seorang backpacker Jerman yang hilang di Wheatbelt, Australia Barat selama lebih dari seminggu.
Dia adalah Carolina Wilga, 26, telah bepergian di Australia selama dua tahun dan terakhir terlihat di dekat Beacon, 330 kilometer timur laut Perth, pada 29 Juni.
Diberitakan oleh ABC Australia, detektif dari regu kejahatan besar Kepolisian Wheatbelt, yang menyelidiki pembunuhan dan pelanggaran serius lainnya, telah bergabung dalam penyelidikan atas hilangnya Ibu Wilga.
Komisaris Kolonel Blanch mengatakan, sayap udara polisi sedang mencari di semak-semak sekitar kota.
“Kami tidak melihat atau mendengar kabar darinya sejak [29 Juni], telepon genggamnya saat ini tidak aktif kami sangat khawatir,” katanya kepada ABC Radio Perth.
Saat ini, regu khusus kejahatan besar dan pembunuhan sedang menyelidiki. Komisari Koloner Blanch mengatakan bahwa Wilga telah melakukan kontak rutin dengan orang tuanya sebelum menghilang,
Tujuan Wilga ke Wheatbelt belum diketahui. Kemungkinan bepergian mengendarai mobil van Mitsubishi tahun 1995 berwarna hitam-perak, registrasi 1HDS 330.

“Warnanya ada dua, ada tenda di atapnya, jadi gampang ngeliat kalau lagi nyetir dan di pinggir jalan,” ujarnya.
Nona Wilga bertubuh ramping dengan rambut keriting panjang, gelap atau pirang, dan mata cokelat. Ia memiliki beberapa tato.
Sebelumnya kendaraan orang hilang lainnya ditemukan di bagian terdekat Wheatbelt pada bulan Mei.
Adalah Barry Podmore dilaporkan hilang oleh keluarganya pada bulan Desember.
Kendaraannya kemudian ditemukan di Karroun Hills , sekitar 40 km dari kota Beacon.
Tidak ada tanda-tanda keberadaan Tn. Podmore meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara besar-besaran. (ndi/ABCAus)
