• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kebiasaan yang Membuat Seseorang Dijauhi Teman atau Masyarakat Sosial
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kebiasaan yang Membuat Seseorang Dijauhi Teman atau Masyarakat Sosial

Redaktur III Minggu, 13 Juli 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi seseorang dijauhi komunitas / Foto : freepik
Ilustrasi seseorang dijauhi komunitas / Foto : freepik

Aktual.co.id – Banyak orang tidak menyadari jika dirinya dijauhi oleh orang lain. Ditinggalkan oleh orang dekat diakibatkan oleh tindakan dirinya sendiri.

Ketika orang ini tengah berada di lingkungan sosial, dirinya dijauhi karena sikapnya yang manipulatif. Menurut psikolog dan penulis kepribadian  Daniel Mabanta membagikan sifat seseorang yang berpotensi untuk dijauhi.

Menyela Setiap Diajak Bicara

Ada yang menyela karena bersemangat, ada pula yang karena tidak sabar. Apa pun caranya, pesan yang dikirimkannya sama: apa yang dikatakan lebih penting daripada apa yang orang lain katakan.

Sekalipun tidak bermaksud begitu, hal itu perlahan-lahan membuat orang-orang merasa lelah. Akhirnya lambat laun orang lain akan menjauhi orang tersebut.

Tidak Mengajak Dialog dengan Baik

Ketika seseorang tengah membagikan sesuatu, entah kabar baik atau cerita, maka orang ini tidak memperhatikan dengan baik.

Baca Juga:  Mendikdasmen Imbau Guru Berhati-Hati Gunakan Medsos

Dia seolah menunggu kapan bisa menyela atau berbicara tentang dirinya. Sikap seperti ini bentuk ketidakpedulian terhadap lawan bicara.

Tidak ada salahnya untuk menyimak dan mendengarkan cerita yang disampaikan oleh lawan bicara tersebut.

Obrolan Berfokus pada Diri Sendiri

ketika obrolan lebih fokus pada diri sendiri maka akan memunculkan ketikdaknyamanan ketika bersama orang tersebut.

Orang lain mulai merasa hanya karakter pendukung dalam cerita tersebut, bukannya setara dalam ruang bersama. Pada akhirnya, akan berhenti berbagi sama sekali. Bukan karena marah, tetapi karena pasrah secara diam-diam.

Menanggapi Kerentanan dengan Lelucon

Humor itu indah. Tetapi bagaimana jika pembicaraan melontarkan lelucon dengan menanggapi kerentanan yang dihadapi oleh lawan bicara.

Misalnya, “Halah, begitu saja kok dipikirn.”

“Wes lupakan saja, move on dong.”

Baca Juga:  Mengenali Orang yang Beracun di Menit Pertama

Ucapan ini bukan menambah semangat melainkan menjatuhkan mental lawan bicara. Jika obrolan ini terjadi maka suasana menjadi tidak nyaman.

Tidak Pernah Mengucapkan Terima Kasih

Namun, ketika orang-orang berusaha keras untuk hadir di dekat, membawakan makanan, menawarkan dukungan namun tak mendengar ucapan “terima kasih”, hal itu merusak hubungan.

Seiring berjalannya waktu, orang-orang berhenti menawarkan bantuan. Bukan karena mereka egois, melainkan alam bawah sadar tetap membutuhkan penghargaan.

Mendapatkan ucapan terima kasih akan membangun kedekatan. Dianggap remeh akan membangun jarak.

Menyimpan Dendam dan Mencatat Skor

Memaafkan memang bukan hal yang mudah. Namun jika mengungkit luka lama setiap kali terjadi perselisihan, atau mengingat kesalahan, orang lain akan merasa tidak nyaman untuk mendekat.

Pada suatu saat, orang lain akan memutuskan untuk tidak berjalan di dekatnya sama sekali. Dan perilaku memilih teman karena skor kenyamanan juga membuat seseorang menjauh darinya.

Baca Juga:  Orang Penyuka Hujan Sering Kali Menunjukkan Kepribadian Unik Ini

Selalu Ingin Benar

Beberapa orang mengubah setiap perselisihan menjadi ruang sidang. Orang ini tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi tanpa membuktikan maksudnya.

Sikap saling mengungguli yang tidak membangun kedekatan hal itu malah membuat orang lelah. Terkadang, koneksi lebih penting daripada kebenaran.

Jarang Memulai Kontak

Memang tidak jahat atau kasar, namun sikap menunggu untuk dihubungi adalah perilaku akan dijauhi oleh orang lain.

Tentu kebiasaan ini akan membuat orang lain menjadi tidak nyaman sehingga menananyakan apa kepentingannya untuk menghubungi dirinya.

Tetapi karena mereka bosan selalu melakukan pekerjaan itu.

Koneksi adalah jalan dua arah. Dan jika tidak pernah mengambil langkah pertama, akan berakhir berjalan sendirian. (ndi)

SHARE
Tag :Gangguan Kejiwaankesehatan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Peserta UTBK SNBT/ Foto: Humas Unesa
Unesa Menerima 8.292 Calon Mahasiswa dari Jalur UTBK SNBT 2026
Selasa, 26 Mei 2026
Ilustrasi penerima KIP jalur SNBT/ Foto: gemini
Sebanyak 39 Ribu Pendaftar KIP Jalur SNBT Layak Terima Bantuan
Senin, 25 Mei 2026
Huawei nova 16 Ultra/ Foto: GSM Arena
Huawei Seri Nova 16 Segera Diluncurkan dengan Kemampuan Baterai 7.000 mAh
Senin, 25 Mei 2026
Dome dengan tampilan BTS/ Foto: allkpop
BTS Membuat Merah Las Vegas Sebelum Pentas Arirang The City
Senin, 25 Mei 2026
Jumpa pers Bareskrim Polri terkait listrik mati di Sumatera/ Foto: courtesy ANTARA
Polri Pastikan Tidak Ada Sabotase Dalam Pemadaman Listrik di Sumatera
Senin, 25 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Makanan bernutrisi/ Foto: Freepik

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Hari Raya Iduladha Bulan Dzulhijjah

Hari Ini Pengumuman Peserta UTBK SNBT Perguruan Tinggi Negeri

Roadshow Enlit 2026, Ajak Anak Muda Kampanyekan Kota Berkelanjutan melalui Poster Ilmiah

Cina Meluncurkan 3 Astronot ke Luar Angkasa Bentuk Ambisi Kirim Manusia ke Bulan

Harga Minyak Anjlok di Tengah Harapan Kesepakatan AS dan Iran

More News

Keterikatan emosional memberikan saling kenyamanan / foto : freepik

Tanda Saling Memiliki Keterikatan Emosional Menurut Psikolog

Jumat, 7 Maret 2025
Ilustrasi suka menyela saat berbicara / Foto: freepik

Alasan Orang Selalu Menyela pada Saat Pembicaraan Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Minggu, 21 September 2025
Mode senyap pada ponsel memberikan ruang privasi pada pemiliknya / Foto : Freepik

Orang yang Ponselnya dalam Mode Senyap Menampilkan Ciri Unik Ini, Menurut Psikologi

Senin, 2 Juni 2025
Mendengarkan salah satu kemampuan seseorang yang memiliki kecerdasan emosi / Foto : Freepik

Cara Orang Cerdas Emosional Menangani Suasana Hati Orang Lain yang Buruk

Rabu, 28 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id