• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Hati – Hati Sikap Seseorang yang Menyembunyikan Kekejaman Dibalik Kesopanan
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Hati – Hati Sikap Seseorang yang Menyembunyikan Kekejaman Dibalik Kesopanan

Redaktur III Selasa, 9 Desember 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi dialog dengan sifat sombong/ Foto : freepik
Ilustrasi dialog dengan sifat sombong/ Foto : freepik

Aktual.co.id – Ada garis tipis antara kesopanan sejati dan kekejaman yang terselubung. Orang yang menyembunyikan kekejaman akan berlaku sopan untuk tujuan tertentu.

Karena bersembunyi dari kesopanan sehingga sulit menemukan mana yang sopan sejati dengan sebagai topeng untuk menutupi kejahatannya.

Berikut kesopanan berbalut kejahatan yang telah dianalisa oleh psikolog Isabella Chase berdasarkan literatur dan penelitian tentang orang pemilik sifat racun.

Mengendalikan dengan Halus

Orang yang menyembunyikan kekejaman di balik kesopanan sering kali berusaha mengendalikan orang-orang di sekitarnya.

Orang ini menggunakan kesopanan sebagai alat memanipulasi situasi dan orang demi keuntungannya. “Caranya sangat halus namun dibalik kehalusan tersebut ada kalimat yang mengatur serta meminta orang untuk mengikuti keinginannya,”tulis Isabella Chase.

Kesopanan diberikan dengan harapan akan kepatuhan atau respons tertentu. Kejahatan mentalnya akan tampak ketika mulai menunjukkan manipulasinya.

Selalu Menjadi Korban

Orang ini sering memutarbalikkan narasi agar selalu menggambarkan diri sebagai pihak korban. Narasi ini untuk menutupi  kesalahan yang dilakukan selama ini.

Baca Juga:  Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Taktik ini memiliki dua tujuan. Pertama, mengalihkan perhatian dari perilaku kejamnya. Kedua, menimbulkan simpati, sehingga sulit mengkritik atas tindakannya.

Jika melihat seseorang berpura-pura menjadi korban, berhati-hatilah, pol aini untuk menutupi kekejaman mentalnya.

Tidak Pernah Minta Maaf

Orang yang menyembunyikan kekejaman di balik kesopanan jarang sekali, bahkan mungkin tidak pernah, meminta maaf.

Kalau toh meminta maaf akan menyalahkan lawan bicaranya. Contoh, “Saya minta maaf atas perasaan Anda.” Artinya orang lain yang tetap dipersalahkan karena memiliki perasaan yang rapuh.

Dengan menolak mengakui kesalahan, orang ini mempertahankan citra kesempurnaan dan kesopanannya, sambil membuat perasaan orang lain bersalah

Mengeksploitasi Kerentanan

Orang-orang ini punya bakat mengidentifikasi rasa tidak aman dan memanfaatkan orang yang rapuh . Dirinya akan akan mengangkat topik yang sensitif bagi  lawan bicara atau membuat ‘lelucon’ tentang titik lemah partner.

Dia melakukan ini dengan cara halus bahkan partnernya pun tidak terasa jika dirinya sedang diperlakukan direndahkan. Itu adalah tindakan terencana untuk menyakiti sekaligus menjaga agar tangannya tetap bersih.

Baca Juga:  Pria Maskulin yang Memiliki Kesehatan Mental Baik Menurut Psikolog

Pujian yang Menghinakan

Lebih tepatnya adalah pujian yang terselubung untuk melakukan penghinaan. Misalnya kata – kata “Kamu sangat percaya diri untuk seseorang seukuranmu,” atau “Kamu lebih pintar dari yang terlihat.”

Ini pujian namun meninggalkan rasa perih. Seolah-olah memberi hadiah, tetapi hadiah itu penuh duri. Komentar-komentar semacam ini dirancang untuk menjatuhkan partner yang dibungkus dalam kesopanan dan kelemahlembutan.

Kurang Empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Orang yang benar-benar sopan sering kali memiliki tingkat empati yang tinggi, yang memungkinkan mereka untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam.

Sebaliknya, orang yang menyembunyikan kekejaman di balik kesopanan sering kali tidak memiliki sifat utama ini.

Meskipun berkata manis dan bertingkah laku manis, orang ini kesulitan memahami perasaan orang lain. Perhatikan bagaimana orang ini merespons saat berbagi perasaan atau pengalaman.

Baca Juga:  Kecanduan Video Pendek Menunjukkan Perubahan Respons Otak Saat Mengambil Keputusan

Pasif Agresif

Dibalik kelemahlembutannya dia menyimpan perangai yang buruk dengan merendahkan orang lain. Komentar-komentar ini dibungkus dengan basa-basi, tetapi sindiran terhadap orang.

Selain itu mereka memilih diam jika suasana atau kondisi tidak sesuai dengan kehendaknya. Pasifnya ini berujung pada konflik karena terlalu mengabaikan persoalan.

Sikap pasif-agresif merupakan ciri orang yang mencoba menyembunyikan kekejamannya di balik kesopanan. Jadi, berhati-hatilah jika melihat komentar-komentar licik yang dilontarkan oleh orang seperti ini.

Pujian yang Menjatuhkan

Orang-orang yang menutupi kekejaman dengan kesopanan sering kali memberikan pujian namun berakhir menjatuhkan.

Pujian yang dilontarkan terlalu dibesar-besarkan atau tidak sesuai dengan situasi. Sangat terasa ketika memuji namun dengan alasan yang untuk meremehkan

Orang ini menggunakan sanjungan bukan untuk membuat merasa senang, tetapi melayani tujuan diri sendiri.

SHARE
Tag :Gangguan CemaskecemasanMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kapal tangker di Selat Hormuz/ Foto: Aljazeera
Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat
Jumat, 24 Juli 2026
Kim Soo Hyun / Foto: Allkpop
Penggemar Kim Soo Hyun Menyumbangkan Pakaian Anak Tidak Mampu di Korea
Jumat, 24 Juli 2026
Gambaran iPhone Ultra/ Foto: GSM Arena
Beredar Rumor iPhone Ultra Akan Ditunda Tanggal Perilisannya
Jumat, 24 Juli 2026
Sebuah kapal tanker yang diserang di Laut Merah/ Foto: Anadolu
Kemenlu RI Kecam Penyerangan Kapal di Perairan Laut Merah
Jumat, 24 Juli 2026
Dampak gempa di Peru/ Foto: Ist
Pemerintah Peru Mengumumkan Keadaan Darurat Bencana Pasca Gempa Magnitude 5,1
Jumat, 24 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kemenkes Venezuela Umumkan Tiga Kematian Akibat Hantavirus

Nanik Berkomitmen Tetap Mengawal Program Makan Bergizi Gratis

Harga Emas Antam Terbaru Rp2,635 Juta Per Gram

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dengan Alasan Kesehatan

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Menggantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

More News

Ilusttasi masa pensiun/ Foto: freepik

Merangkul Masa Pensiun dengan Lebih Mudah Menyenangkan

Selasa, 4 November 2025
Minimnya like dan follower bisa membuat depresi./ Foto : Freepik

Alasan Tidak Bisa Menghentikan Scrolling Medsos Menurut Ahli Saraf

Senin, 17 Maret 2025
Mendengarkan salah satu kemampuan kepribadian yang sehat/ Foto: freepik

Sikap Seseorang yang Mencerminkan Mental Kepribadian

Jumat, 12 September 2025
Aktual.co.id – Gatal tidak melulu karena digigit serangga atau alergi, namun rasa gatal di kulit bisa diakibatkan stress, depresi dan kecemasan. Gatal akibat depresi, stress dan kecemasan ini disebut Dermatitis, yakni peradangan atau iritasi di kulit yang umumnya ditandai dengan kulit gatal, kering, dan kemerahan. Umumnya, menurut data yang dihimpun, gatal dermatitis ini dialami oleh orang yang memiliki kecenderungan stress, cemas, dan depresi. Menurut kutipan alodokter, dermatitis bisa karena alergi, faktor genetik, system kekebalan tubuh, kurang tidur, atau mengalami depresi, gangguan cemas, maupun asma. Gejala pada umumnya adalah gatal, ruam dikulit, bersisik, ruam kemerahan, yang lokasinya bisa di berbagai titik di dalam tubuh, mulai kaki, tangan, ketiak bahkan sebagian kulit kepala. Pengobatan dermatitis disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Sebagai contoh, dermatitis kontak akibat alergi akan hilang dengan sendirinya jika paparan alergen atau iritan penyebabnya dihilangkan. Oleh karena itu, pasien dianjurkan menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan. Selain menghindari kontak dengan alergen dan zat iritan, pasien bisa menggunakan krim atau salep pelembap yang mengandung emolien. Pelembap ini bisa digunakan setelah mencuci tangan, mandi, atau saat kulit kering. Sementara untuk pencegahannya antara lain : -. Tidak mandi menggunakan air yang terlalu panas -. Menggunakan sabun dan sampo yang lembut atau khusus untuk kulit sensitif -. Mengoleskan pelembap dan tabir surya dengan rutin -. Menggunakan sarung tangan ketika mencuci jika mengalami iritasi terhadap deterjen atau sabun cuci -. Berolahraga rutin dan menerapkan pola makan sehat untuk memperbaiki sistem imun -. Berobat dan kontrol secara rutin ke dokter jika menderita asma atau penyakit terkait alergi lainnya Jika ada gejala yang semakin berat segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan yang lebih baik. (ndi)

Dermatitis, Gatal Akibat Tekanan Depresi dan Kecemasan

Rabu, 20 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id