• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Studi : Pemiliki Gangguan Cemas Lebih Peka Terhadap Ekspresi Marah
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Studi : Pemiliki Gangguan Cemas Lebih Peka Terhadap Ekspresi Marah

Redaktur III Minggu, 27 Juli 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi cemas / Foto : freepik
Ilustrasi cemas / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi yang diterbitkan dalam Behaviour Research and Therapy menunjukkan bahwa orang dengan kecemasan sosial tinggi lebih akurat dalam mengenali ekspresi marah yang halus dibandingkan dengan orang dengan kecemasan sosial rendah.

Para peneliti menemukan bahwa individu yang memiliki kecemasan sosial menunjukkan respons otak yang kuat ketika melihat wajah marah.

Respons ini muncul pada tahap pemrosesan yang mencerminkan peningkatan upaya kognitif untuk menafsirkan isyarat yang ambigu secara sosial.

Kecemasan sosial adalah kondisi yang ditandai dengan rasa takut akan dihakimi atau dievaluasi secara negatif oleh orang lain.

Baca Juga:  Berikut Langkah Meredam Overthingking yang Mengganggu Pikiran

Orang dengan kecemasan sosial sering kali khawatir mempermalukan diri sendiri dan menghindari aktivitas berbicara di depan umum, bertemu orang baru, atau melakukan kontak mata.

Ketakutan ini melampaui rasa malu dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. Salah satu ciri kecemasan sosial adalah meningkatnya kepekaan terhadap ancaman sosial, terutama dalam bentuk ketidaksetujuan, penolakan, atau kritik.

Ekspresi wajah, terutama yang menunjukkan kemarahan, memainkan peran penting dalam cara seseorang menjalani interaksi sosial.

Bagi individu dengan kecemasan sosial, wajah marah bisa sangat meresahkan, bahkan ketika ekspresinya ambigu atau halus.

Kecenderungan untuk menafsirkan ekspresi netral atau intensitas rendah sebagai ancaman dapat berkontribusi pada perilaku cemas dan penghindaran.

Baca Juga:  Cara Melepaskan Mencari Penghargaan dari Orang Lain. Berdasar Rekomendasi Psikolog

Sebagian besar penelitian meneliti bagaimana orang dengan kecemasan sosial memproses ekspresi wajah menggunakan gambar statis.

Meskipun gambar-gambar ini menawarkan kontrol dan konsistensi, gambar-gambar ini tidak mencerminkan cara emosi diekspresikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ekspresi nyata berkembang seiring waktu dan membawa isyarat gerakan yang dapat mengubah persepsi. Ekspresi dinamis dianggap memberikan informasi sosial yang lebih realistis.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Jing Yuan dari Universitas Hebei di Tiongkok ingin memahami bagaimana orang dengan tingkat kecemasan sosial tinggi dan rendah merespons ekspresi wajah marah yang dinamis.

Secara khusus tertarik pada bagaimana otak bereaksi terhadap ekspresi dengan intensitas yang berbeda-beda, mulai dari tanda-tanda kemarahan yang halus hingga yang lebih jelas.

Baca Juga:  Berikut Perbedaan Kepribadian Introvert dan Covert Narsisistik Personality Disorder (NPD)

Hasil penelitian ini mendukung gagasan bahwa orang dengan kecemasan sosial lebih sensitif terhadap isyarat ancaman sosial, meskipun isyarat tersebut samar.

Temuan ini menunjukkan bahwa individu dengan kecemasan menghabiskan lebih banyak menafsirkan sinyal emosional yang tidak jelas, terutama ketika mencurigai kemungkinan ketidaksetujuan atau penolakan. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :anxietyGangguan CemasMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kapal tangker di Selat Hormuz/ Foto: Aljazeera
Iran Dilaporkan Menolak Usulan Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat
Jumat, 24 Juli 2026
Kim Soo Hyun / Foto: Allkpop
Penggemar Kim Soo Hyun Menyumbangkan Pakaian Anak Tidak Mampu di Korea
Jumat, 24 Juli 2026
Gambaran iPhone Ultra/ Foto: GSM Arena
Beredar Rumor iPhone Ultra Akan Ditunda Tanggal Perilisannya
Jumat, 24 Juli 2026
Sebuah kapal tanker yang diserang di Laut Merah/ Foto: Anadolu
Kemenlu RI Kecam Penyerangan Kapal di Perairan Laut Merah
Jumat, 24 Juli 2026
Dampak gempa di Peru/ Foto: Ist
Pemerintah Peru Mengumumkan Keadaan Darurat Bencana Pasca Gempa Magnitude 5,1
Jumat, 24 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Kemenkes Venezuela Umumkan Tiga Kematian Akibat Hantavirus

Nanik Berkomitmen Tetap Mengawal Program Makan Bergizi Gratis

Harga Emas Antam Terbaru Rp2,635 Juta Per Gram

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN dengan Alasan Kesehatan

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Menggantikan Nanik S Deyang Sebagai Kepala BGN

More News

Ilustrasi tetap dalam ketenangan/ Foto: freepik

Tanda Orang yang Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Sabtu, 27 Desember 2025
Ilustrasi wanita sedih bersama pria / Foto : freepik

Alasan Seorang Wanita Meninggalkan Pria yang Perlu Diungkapkan

Senin, 30 Juni 2025
Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Senin, 27 April 2026
Ilustrasi manipulasi / Foto: freepik

Begini Orang Manipulasi Dalam Memainkan Emosi untuk Orang Lain

Jumat, 20 Februari 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id