Aktual.co.id – Setelah meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir terhadap rekening yang menerima bansos adalah untuk judi online, kini Menteri Sosial Syaifullah Yusuf kembali meminta Bank Indonesia memeriksa rekening penerima manfaat bantuas sosial yang diduga anomaly atau janggal.
“Kita akan meluncur ke BI untuk minta bantuan BI memeriksa rekening-rekening penerima bansos kita. Jika ada saldo yang anomali, misalnya penerima bansos saldonya Rp5 juta itu kan anomali. Kita akan periksa lebih lanjut,” kata Mensos saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta seperti dikutip ANTARA.

Mensos menilai peruntukan dana bansos dapat terukur, contohnya dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, sehingga dinilai janggal jika dana bansos tersebut masih disimpan lebih dari tiga bulan.
Jika setelah ditelusuri pemilik rekening tersebut tidak layak menerima bansos, Kemensos akan mengalihkan kuota bansos tersebut untuk penerima yang lebih berhak.
“Tidak mungkin bansos ini bisa disimpan lebih dari tiga bulan. Kalau sampai tiga bulan, ini ada keanehan yang perlu kita telusuri lebih lanjut. Kalau memang nanti terbukti anomali dan tidak layak menerima bansos, akan kita alihkan lagi kepada mereka yang lebih berhak,” kata Mensos.
Mensos menambahkan, pihaknya telah melakukan pengalihan sejumlah bansos kepada mereka yang lebih tepat sasaran berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pengalihan bansos itu dilakukan karena melakukan pemutakhiran DTSEN dan peninjauan langsung ke lapangan, terdapat hampir dua juta keluarga penerima manfaat (KPM) dinilai tidak layak menerima bansos.
Mensos menegaskan bahwa jumlah bansos tidak dikurangi, melainkan dialihkan kepada penerima yang lebih berhak dan berada pada desil 1, 2, 3, dan 4. (ndi/ANTARA)
