Aktual.co.id – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui program literasi pengelolaan keuangan bagi guru. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya kecakapan finansial sebagai bagian dari pembangunan profesionalitas pendidik.
Guru sebagai teladan bagi peserta didik tidak hanya dituntut cakap dalam proses mengajar, tetapi juga mampu mengelola keuangan pribadi secara bijak. Ketika guru terhindar dari masalah finansial, mereka dapat lebih fokus menjalankan peran pendidikan dan membangun kualitas pembelajaran yang lebih baik. Kecakapan finansial juga diyakini berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup para pendidik.
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian, Dr. Eunike Rose Mita Lukiani, M.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya memperkuat fondasi kesejahteraan guru. “Kunci kesejahteraan bukan terletak pada besar kecilnya pendapatan, tetapi pada komitmen mengelola keuangan secara disiplin. Guru harus memulai dari diri sendiri untuk menjadi teladan dalam hal kemandirian dan kecerdasan finansial,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa perilaku konsumsi idealnya mencerminkan nilai kemuliaan manusia sebagai ciptaan Tuhan, karena konsumsi bukan hanya pemenuhan kebutuhan jasmani tetapi juga kebutuhan rohani.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali guru dengan pemahaman praktis yang benar-benar dapat diterapkan. Ketika guru sedikit demi sedikit membangun ketahanan finansial, profesionalitas mereka juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Program literasi keuangan rumah tangga ini digelar pada 19 September 2025, bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Saat itu, para dosen Ekonomi Pembangunan UPN Veteran Jawa Timur menyampaikan berbagai materi esensial tentang literasi keungan.
Adapun materi yang disampaikan itu meliputi konsep literasi keuangan, pentingnya kecakapan finansial bagi guru, pengelolaan arus kas, pemahaman perbedaan kebutuhan dan keinginan melalui perspektif nilai-nilai Pancasila, praktik metode pengelolaan keuangan 50/30/20, serta strategi penyusunan dana darurat dan tabungan jangka panjang. Seluruh materi dikemas aplikatif sehingga mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta mendapatkan sertifikat keikutsertaan, modul praktik, serta sesi konsultasi pendampingan individual untuk membantu mereka merencanakan pengelolaan keuangan secara lebih tepat. Antusiasme guru terlihat dari banyaknya yang terlibat aktif berdiskusi mengenai tantangan finansial yang mereka hadapi, baik dalam keluarga maupun kehidupan profesi.
Ketua K3S Kecamatan Plosoklaten, Sujoko, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Ia menyebut kegiatan tersebut memberikan motivasi besar bagi guru untuk mulai mengatur keuangan secara lebih sehat.
“Kami berharap kegiatan Pengabdian Masyarakat seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dampaknya sangat terasa bagi peningkatan profesionalitas dan kesejahteraan guru di wilayah kami,” ujarnya.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen UPN Veteran Jatim dalam memperluas peran akademik melalui edukasi, riset, dan pengabdian masyarakat yang menyentuh kebutuhan publik. Upaya tersebut diharapkan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi penguatan ekosistem pendidikan yang semakin maju dan adaptif.
(Penulis: Eunike Rose Mita Lukiani, Noer Aida Triani, Riko Setya Wijaya, Kiky Asmara, Ni Putu Rekha Puspita)
