• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang Rendah Hati Menunjukkan Empati dan Ketahanan Emosional yang Tinggi.
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Orang Rendah Hati Menunjukkan Empati dan Ketahanan Emosional yang Tinggi.

Redaktur III Rabu, 8 Oktober 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi dialog saling mendengarkan / Foto : freepik
Ilustrasi dialog saling mendengarkan / Foto : freepik

Aktual.co.id – Dalam tiga penelitian, peneliti menemukan kerendahan hati intelektual berhubungan positif dengan akurasi empati, khususnya terhadap anggota kelompok luar.

Temuan tersebut menunjukkan kerendahan hati intelektual dapat meningkatkan perhatian empati tanpa memperbesar tekanan pribadi.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kerendahan hati dapat meningkatkan sikap memaafkan, dan toleransi terhadap perspektif yang berbeda.

“Kerendahan hati intelektual seperti pemahaman bahwa kita tidak tahu segalanya, adalah kebajikan yang penting dan langka,” kata penulis studi Michal Lehmann , seorang rekan peneliti pascadoktoral di Universitas Carnegie Mellon dalam jurnal  Personality and Social Psychology Bulletin.

Untuk penelitiannya, Lehmann dan rekan-rekannya melakukan tiga studi pra-terdaftar yang melibatkan total 533 partisipan, semuanya orang dewasa Yahudi Israel.

Studi tersebut berfokus pada empati kognitif, atau kemampuan mengidentifikasi secara akurat apa yang dirasakan orang lain, dan empati emosional, yang mencakup perhatian empatik dan tekanan pribadi.

Baca Juga:  Hati – hati Sikap Orang yang Menawan Tapi Menyakiti, Berikut Cirinya.

Dalam penelitian ini para peserta menonton klip video pendek berisi individu-individu yang menceritakan pengalaman pribadi yang emosional.

Para peneliti membandingkan penilaian para peserta terhadap emosi dari film tersebut dengan keadaan emosional.

Dalam studi pertama, 212 peserta mengunjungi laboratorium atau berpartisipasi melalui Zoom karena pembatasan COVID-19.

Setiap peserta menonton delapan video. Saat menonton video, peserta menilai emosi pemeran video secara langsung menggunakan skala geser.

Peserta juga menyelesaikan pengukuran tambahan untuk menilai reaksi emosional, serta kuesioner yang mengukur kerendahan hati intelektual.

Temuan dari studi ini menunjukkan kerendahan hati intelektual memprediksi akurasi empati yang lebih besar, terutama ketika peserta menonton video pembicara Palestina-Israel.

Baca Juga:  Hal yang Sering Dilakukan Wanita yang Sangat Menarik

Peserta yang memiliki kerendahan hati intelektual lebih tinggi akurat mengenali emosi anggota kelompok luar dibandingkan yang tidak memiliki kerendahan hati intelektual. Hubungan ini lebih lemah atau bahkan terbalik ketika mengevaluasi kelompoknya sendiri.

Peserta dengan kerendahan hati intelektual yang lebih tinggi juga melaporkan perhatian empatik yang lebih besar. Kombinasi perhatian tinggi dan tekanan rendah inilah yang disebut para peneliti sebagai “ketahanan empatik.”

Studi kedua mereplikasi temuan ini dengan kelompok baru yang terdiri dari 112 peserta. Kali ini, para peneliti menyertakan ukuran motivasi untuk berempati, dengan meminta peserta memilih antara terlibat dengan perasaan sendiri atau mencoba membayangkan perasaan orang lain

Baca Juga:  Menulis Ucapan Terima Kasih Meningkatkan Kesehatan Mental

Seperti dalam studi pertama, kerendahan hati intelektual dikaitkan dengan akurasi empati yang lebih besar menggunakan salah satu dari dua metrik empati.

Sekali lagi, yang memiliki kerendahan hati yang lebih tinggi menunjukkan kesenjangan yang lebih lebar antara perhatian empati dan tekanan pribadi.

Untuk menguji apakah kerendahan hati intelektual dapat ditingkatkan secara eksperimental, para peneliti melakukan studi ketiga menggunakan desain antar-subjek dengan 209 partisipan.

Satu kelompok ditugaskan untuk membaca materi dan menjawab pertanyaan yang dirancang untuk menumbuhkan kerendahan hati intelektual, sementara kelompok lain dihadapkan pada konten yang menekankan keyakinan intelektual.

“Kerendahan hati intelektual memiliki nilai penting, terutama saat situasi dan hubungan sedang sulit,” kata Lehmann. (ndi)

 

SHARE
Tag :gangguan kepribadiankesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Mencuci tangan/ Foto: freepik
Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa
Kamis, 15 Oktober 2026
Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik
Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres
Kamis, 15 Oktober 2026
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won / Foto: soompi
Ha Jung Woo dan Cha Jung Won Umumkan Pernikahan
Rabu, 14 Oktober 2026
Antrian pembeli BBM di SPBU Denpasar, Bali/ Foto: ANTARA BALI
Bahlil: Kendaraan Antrian BBM Diduga Karena Isu Distribusi di Bali
Rabu, 14 Oktober 2026
Kepulan asap rudal yang dicegat di Riyadh/ Foto: anadolu
Empat Orang Terluka dan 15 Rumah Rusak Setelah Rudal Houthi Dicegat Jatuh di Riyadh
Rabu, 14 Oktober 2026

Mental Health

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ilustrasi Ghosting/ Foto: Psypost

Penelitian Menunjukkan Orang yang Ghosting Memiliki Perasaan Lebih Buruk daripada yang Dighosting

Ilustrasi kebosanan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

KPK Menangkap 14 Orang dalam OTT di Lingkungan BNPB

Penelitian Menyebutkan Kebosanan Bisa Memicu Sikap Agresif

Pemerintah Thailand Mendorong Pensiun Dini Bagi Pegawai Negeri Sipil

Dirut PT Pertamina Meminta Maaf Atas Antrian Konsumen BBM di Bali

Israel Menolak Penerbangan Ethiopian Airlines Tujuan Tel Aviv Kerena Pilot WNI

More News

Perilaku Anak Tunggal yang Tumbuh Dewasa Menurut Psikologi

Senin, 2 Juni 2025
Ilustrasi seseorang yang aktif dalam pertemuan / Foto : Freepik

Kebiasaan Orang yang Terlihat Optimis, Namun Menghancurkan Diri Sendiri

Senin, 30 Juni 2025
Begadang sampai malam memicu kehadiran depresi./ Foto : Freepik

Begadang Sampai Dini Hari Memicu Kehadiran Depresi

Jumat, 21 Maret 2025
Berpelukan bisa melatih kepekaan mental pada anak / Foto : Freepik

Orang yang Jarang Dipeluk Saat Kecil Membawa Pola Emosi Seperti Ini

Kamis, 10 April 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id