• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Neurosains Menjawab Mengapa Menangis Saat Bahagia
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Neurosains Menjawab Mengapa Menangis Saat Bahagia

Redaktur III Sabtu, 21 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi menangis karena bahagia / Foto : freepik
Ilustrasi menangis karena bahagia / Foto : freepik

Aktual.co.id – Air mata biasanya dilihat sebagai tanda kesedihan atau kesakitan, tetapi tidak jarang orang menangis pada saat-saat paling membahagiakan dalam hidup.

“Air mata bahagia” ini tampak kontradiktif, tetapi menawarkan gambaran menarik tentang bagaimana otak manusia menangani emosi yang kuat.

Menangis merupakan respons biologis yang kompleks terhadap beban emosional. Entah dipicu oleh kesedihan atau kegembiraan, air mata sering merupakan hasil dari upaya otak memproses lebih dari yang dapat dikelolanya saat itu.

Baik emosi positif maupun negatif mengaktifkan sistem limbik, bagian otak yang terlibat dalam memproses perasaan dan memori.

Baca Juga:  Studi Baru Menunjukkan Sikap Menghibur Kunci Keberhasilan Tokoh Politik

Dalam sistem ini, amigdala semacam gugusan neuron berbentuk kacang almond, bertindak sebagai bel alarm emosional, mendeteksi gairah dan memberi sinyal pada tubuh untuk merespons.

Ketika sangat terstimulasi, amigdala mengaktifkan area otak termasuk hipotalamus, yang mengendalikan fungsi fisik tak sadar seperti detak jantung, pernapasan, dan produksi air mata.

Struktur penting lainnya adalah korteks cingulate anterior yang berperan dalam pengaturan emosi, pengambilan keputusan, dan empati.

Struktur ini membantu mengoordinasikan respons otak terhadap konflik emosional, seperti merasakan kegembiraan dan kesedihan secara bersamaan.

Jalur yang saling tumpang tindih ini menjelaskan mengapa lonjakan kebahagiaan yang tiba-tiba masih dapat menghasilkan reaksi yang menyebabkan emosi keluarnya air mata.

Baca Juga:  Berikut Orang yang Menyenangkan Namun Sebenarnya Menyakiti Mental Orang Lain

Para ilmuwan percaya bahwa menangis bahagia merupakan bentuk homeostasis emosional: suatu cara untuk mengembalikan keseimbangan setelah emosi memuncak.

Menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang memperlambat denyut jantung dan merelaksasi tubuh setelah lonjakan adrenalin akibat perasaan yang intens.

Sering kali air mata itu muncul dari campuran berbagai emosi. Misalnya, orang tua yang melihat anaknya lulus mungkin merasa bangga, bernostalgia, dan sedikit melankolis sekaligus.

Psikolog menyebutnya sebagai respons valensi ganda keadaan emosional yang mengandung unsur positif dan negatif.

Campuran emosi ini juga melibatkan sistem memori, khususnya hippocampus, yang memproses dan mengingat kembali sejarah pribadi.

Baca Juga:  Orang Manipulatif Lebih Meyakinkan Karena Memiliki Daya Tarik di Wajah

Itulah sebabnya momen yang menyenangkan dapat tiba-tiba membuat kita terharu, momen ini mengaktifkan memori tentang kehilangan, perjuangan, atau kerinduan sebelumnya.

Jadi mengapa menangis saat bahagia? Karena kebahagiaan bukanlah emosi yang sederhana. Kebahagiaan sering kali diliputi oleh kenangan, kelegaan, kekaguman, dan makna yang mendalam.

Air mata adalah cara otak memproses kerumitan ini, menandai momen yang penting, bahkan saat momen itu menyenangkan. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikologPsikolog Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Selat Hormuz/ Foto: The Guardian
Militer Iran Tetap Menutup Selat Hormuz Sebagai Konsekuensi Serangan dari AS
Kamis, 23 Juli 2026
Pita merah peduli HIV/ Foto: Freepik
Dinkes Sidoarjo Memperluas Skrining untuk Deteksi Dini Penyebaran HIV
Kamis, 23 Juli 2026
Son Dong Pyo / Foto: allkpop
Son Dong Pyo Akan Segera Lepas Kontrak dengan Agensi DSP Media
Kamis, 23 Juli 2026
Selai kacang dan coklat/ Foto: Ist
Selai Kacang dan Coklat Belum Ada yang Mengetahui Asal Usulnya
Kamis, 23 Juli 2026
Hotman Paris Hutapea/ Foto: Jawa Pos
Pengacara Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Kamis, 23 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Andy Burnham Resmi Menjadi Perdana Menteri Inggris

Galeri Apollo Museum Louvre Akan Dibuka Namun Tidak Memamerkan Perhiasan

Lee Jun Young Mendaftarkan Wajib Militer dengan Posting Potong Rambut Militer

Oppo A7 Pro Max Dirumorkan Segera Dirilis dengan Kemampua Battery 10.000mAh

Kemenkes Venezuela Umumkan Tiga Kematian Akibat Hantavirus

More News

Butuh latihan untuk diam namun mengusai ruangan / Foto : freepik

Orang Tidak Banyak Bicara Tapi Menguasai Ruangan, Ini Caranya

Jumat, 27 Juni 2025
Ngobrol dengan orang beracun sangat melelahkan./ Foto : Freepik

Mengenali Orang yang Beracun di Menit Pertama

Kamis, 13 Maret 2025
Begadang sampai malam memicu kehadiran depresi./ Foto : Freepik

Begadang Sampai Dini Hari Memicu Kehadiran Depresi

Jumat, 21 Maret 2025
Gita Savitri Devi alias Gitasav

Media Sosial Dihebohkan Pandangan Childfree oleh Selebgram Gitasav

Kamis, 13 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id