Aktual.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald J Trump menulis di media sosial bahwa semua sandera akan segera dibebaskan dan Israel akan menarik pasukan ke garis yang disepakati sebagai langkah pertama menuju perdamaian yang kuat, bertahan lama, dan abadi.
“Semua pihak akan diperlakukan secara adil,” tulis Presiden Trump di media sosialnya. Israel dan Hamas secara terpisah mengonfirmasi garis besar kesepakatan tersebut.
Mengutip dari AP News, kesepakatan tersebut mengharuskan Hamas membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup dalam beberapa hari mendatang, sementara militer Israel akan menarik dari sebagian besar wilayah Gaza.
“Dengan pertolongan Tuhan, kami akan membawa mereka semua pulang,” seru Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di media sosial tak lama setelah Trump mengumumkan kesepakatan tahap pertamanya.
Netanyahu mengatakan ia akan mengadakan pertemuan dengan pemerintah pada hari Kamis untuk menyetujui kesepakatan tersebut. Tidak jelas dari pernyataan Trump seberapa banyak kemajuan yang telah dicapai pada aspek-aspek yang memecah belah dari rencananya.
Hamas sendiri mendesak Trump dan para mediator untuk memastikan bahwa Israel melaksanakan ‘tanpa penolakan atau penundaan’ dari kesepakatan yang menurutnya mengharuskan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Sebelumnya pada 3 Oktober pejabat senior Hamas, Mousa Abu Marzouk, mengatakan pihaknya menyetujui secara prinsip rencana gencatan senjata di Jalur Gaza yang diajukan Presiden Trump. Ia menegaskan Hamas mendukung garis besar rencana itu, namun pelaksanaannya masih perlu dibahas lebih lanjut.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Abu Marzouk menyatakan Hamas siap menyerahkan senjata kepada negara Palestina di masa depan, dan menekankan bahwa masa depan rakyat Palestina adalah urusan nasional, bukan keputusan sepihak Hamas.
Pada 29 September, Gedung Putih merilis rencana rinci yang mencakup gencatan senjata segera di Gaza, rekonstruksi besar-besaran, dan reorganisasi politik serta keamanan di wilayah tersebut.
Rencana itu bertujuan menjadikan Gaza zona bebas senjata di bawah pemerintahan transisi, diawasi langsung oleh badan internasional yang dibentuk atas inisiatif Trump.
Isi rencana juga mencakup pembebasan semua sandera Israel dalam 72 jam setelah persetujuan, sebagai imbalan atas pembebasan ratusan tahanan Palestina dari penjara Israel. (ndi)
