Aktual.co.id – Perayaan kepulangan sekolah menengah atas berakhir dengan baku tembak di Mississippi. Aksi ini terjadi di sisi negara bagian yang saling berlawanan pada Jumat (10/10) malam.
Mengutip AP News, pihak berwenang memberikan data setidaknya 8 orang tewas dan belasan terluka akibat dari baku tembak tersebut. Menurut petugas, 6 orang tewas di pusat kota Leland setelah pertandingan sepak bola sekolah menengah atas di wilayah Delta Mississippi di tepi barat negara bagian.
“Di sisi timur negara bagian, seorang wanita hamil termasuk di antara korban tewas,” kata Gubernur Mississippi, Tate Reeves. Sementara Koroner wilayah Washington, La’Quesha Watkins menyebutkan, 4 orang tewas dan 2 orang meninggal kemudian di rumah sakit
“Sekitar 20 orang terluka dalam baku tembak setelah orang-orang berkumpul di pusat kota setelah pertandingan,” kata Senator negara bagian Derrick Simmons.
Pada hari Sabtu (11/10), potongan-potongan pita kuning bekas lokasi kejadian perkara (TKP) yang compang-camping melilit sebuah tiang di kawasan pusat kota yang kecil.
Pita polisi tersebut juga terlihat di depan sebuah toko yang ditutup papan, terlilit di dasar papan peringatan untuk mendiang penyanyi soul Tyrone Davis, yang lahir di dekat lokasi kejadian.
Menurut Simmon, aksi ini sangat tidak masuk akal ketika para korban sedang merayakan kepulangannya setelah studi di sekolah menengah atas. “Ini kekerasan senjata yang tidak masuk akal. Ini akibat dari maraknya peredaran senjata api,” kata Simon. Di lokasi kejadian sangat berantakan pasca terjadi baku tembak tersebut.
Belum ada penangkapan yang diumumkan, kata Simmons, dan belum mendengar informasi tentang kemungkinan tersangka. Seorang saksi, Camish Hopkins, menggambarkan orang-orang terluka usai terjadi baku tembak. “Itu adalah pemandangan paling mengerikan yang pernah saya lihat,” kata Hopkins kepada The Associated Press.
Hingga saat ini petugas tengah menyelidiki kronologi serta penyebab terjadinya baku tembak di Mississipi tersebut. Belum ada penetapan tersangka pasca terjadinya penembakan. (ndi/APNews)
