• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Mensos Mengawasi Penyaluran Penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Mensos Mengawasi Penyaluran Penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara

Redaktur III Rabu, 22 Oktober 2025
Share
4 Min Read
Mensos Saifullah Yusuf bersama warga/ Foto: kemensos RI
Mensos Saifullah Yusuf bersama warga/ Foto: kemensos RI

Aktual.co.id – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Margakaya Istimewa di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (21/10/2025).

Di sini, Gus Ipul mengecek data para penerima bantuan langsung tunai sementara (BLTS) untuk memastikan bansos tepat sasaran.

Dikutip dari laman Kementrian Sosial RI, turut hadir dalam kunjungan ini, di antaranya Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono; Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) Kemensos Mira Riyati Kurniasih, serta Wakil Bupati Karawang, Maslani.

“Saya dan Pak Wamen tadi didampingi Pak Wabup masuk ke ruangan (Puskesos), di situ rapi sekali file-filenya, data-data keluarga setiap RT. Kemudian data-data mana yang sudah dianggap memenuhi kriteria dan mana yang sudah tidak memenuhi kriteria,” kata Gus Ipul.

Data-data yang dihimpun oleh para Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) tersebut kemudian dimasukkan ke dalam Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) milik Puskesos. Informasi ini telah melewati tahap verifikasi secara langsung di lapangan.

Baca Juga:  Mensos Tinjau Penyaluran BLTS ke Keluarga Penerima Manfaat

Gus Ipul berharap agar sistem yang dimiliki oleh Puskesos Margakaya Istimewa dapat diolah dan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) agar dapat terhubung ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sehingga Pemkab Karawang dan Kemensos memiliki data yang sama dalam menyalurkan bantuan.

“Karena DTSEN sudah ada perangkingannya. Jadi kalau datanya Bu Indri (operator data Puskesos Margakaya Istimewa) nanti dikirim, akan diverifikasi, validasi, kemudian diukur ulang oleh BPS, maka keluarannya nanti sudah perengkingan,” katanya.

Jadi ada desil 1, 2, 3, 4, kata Mensos, di sinilah data akan semakin akurat, karena sudah dapat data-data terbaru dari Puskesos di sini. Di mana data di sini itu sudah ada fotonya, sudah ada kondisi rumahnya, kemudian dilihat juga aset-asetnya.

Gus Ipul menekankan pentingnya akurasi data agar pendistribusian bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran. Selain itu, kesamaan data yang akurat juga menjadi dasar untuk mengintegrasikan berbagai program, baik dari Kemensos, kementerian lain, maupun pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga:  BMKG Juanda Keluarkan Peringatan Dini Angin Kencang

“Jadi sekali lagi ini perlu mengintegrasikan program. Saya akan bekerja sama dengan Kabupaten Karawang ini untuk uji coba bagaimana kita bisa mengintegrasikan program. Kenapa Kabupaten Kerawang? Kebetulan menjadi salah satu kabupaten yang hampir seluruh kelurahan dan desanya sudah memiliki Puskesos. Ini hal yang patut saya apresiasi dan rasa hormat kepada pemerintah Kabupaten Kerawang,” ujar dia.

Selain itu, Gus Ipul menjelaskan, kedatangannya ke Puskesos Margakaya Istimewa ini bertujuan untuk memperkuat data agar Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp300 ribu per bulan bisa tepat sasaran.

Bantuan ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto Untuk Program Perlindungan Sosial Tahun 2025 melalui Kementerian Sosial yang diberikan selama tiga bulan sekaligus, yaitu Oktober, November, dan Desember, sebagai bagian dari strategi stimulus ekonomi.

BLTS akan menjangkau 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Jika dihitung dengan rata-rata empat anggota per keluarga (ayah-ibu dan 2 anak), bantuan ini diperkirakan menyentuh 140 juta jiwa.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Menemui Khofifah Bahas Renovasi Rumah di Jawa Timur

Acem, salah satu warga yang merupakan KPM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di hadapan Gus Ipul mengatakan menerima total bantuan secara utuh sebesar Rp600 ribu. Dia biasanya mengambil bantuan tersebut secara kolektif di kantor kecamatan yang disalurkan melalui PT Pos.

“Ibu terimanya Rp 600 ribu? Enggak dikurangi? Diterima utuh?” tanya Gus Ipul kepada Acem.

“Utuh, pak, tidak dikurangi,” jawab Acem.

Dengan adanya BLTS, maka nantinya Acem akan menerima bantuan dengan total nilai Rp1,5 juta. Rinciannya Rp600 ribu bansos reguler dan Rp900 ribu BLTS.

“Kapan bisa diambil? Kalau yang lewat Himbara sudah mulai dikirim secara bertahap. Sementara yang PT Pos sekarang biasanya nanti diawali dengan pemberitahuan oleh PSM, oleh operator, atau oleh pendamping, atau oleh desa. Nanti akan diberi informasi dan setelah itu nanti akan dibagikan,” jelas Gus Ipul. (ndi/kemensosRI)

SHARE
Tag :Bantuan TunaiBLTSGus IpulKementrian Sosial
Ad imageAd image

Berita Aktual

Praka Rico Pramudia / Foto: capture ANTARA
Perwakilan Indonesia Sedang Mengurus Proses Pemulangan Jenazah Praka Rico
Sabtu, 25 April 2026
Mendiang Michael Jackson/ Foto: variety
Keluarga Michael Jakson Kembali Digugat Masalah Pelecehan Asusila
Sabtu, 25 April 2026
Park Bo-young dan Kim Hee-won/ Foto: chosun
Park Bo-young Menyangkal Kencan dengan Kim Hee-won di Dialog Podcast
Sabtu, 25 April 2026
Gedung KPK / Foto : Ist
KPK: Masuk Anggota Parpol Bisa Menjadi Sumber Terciptanya Korupsi
Sabtu, 25 April 2026
GT Watch 5 Pro / foto: ooq
GT Watch 5 Pro dan GT Buds 5 Hadir dengan Harga Lebih Rendah
Sabtu, 25 April 2026

Mental Health

Ilustrasi banyak drama di kantor/ Foto: freepik

Berikut Tanda Seseorang Berada di Lingkungan Racun

Ilustrasi panik/Foto: freepik

Watak Asli Seseorang Akan Muncul Saat Mengalami Seperti Ini

Ilustrasi/ Foto: freepik

Cara Kendalikan Diri Ketika Menghadapi Situasi Penuh Emosi

Ilustrasi penyakit Chagas/ Foto: national today

Mengenal Penyakit Chagas yang Diperingati 14 April untuk Menekan Penyebaran

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gerhana Matahari Total Terjadi 12 Agustus 2026 Dapat Dilihat di Belahan Eropa

RM BTS Tertangkap Kamera Saat Merokok di Zona Larangan Rokok

Keponakan Michael Jackson Mengejek Media Melalui Platform X

Mayat di Bawah Jembatan Cangar Diketahui Pria Asal Lumajang

Desas Desus iPhone 18 Menggunakan Material OLED M12+ Milik Samsung

More News

Terkait pagar laut Kades Kohod mendapat denda sebesar Rp 48 Miliar

Kades Kohod Didenda Rp 48 Miliar, Said Didu : Jangan Anggap Kami Semua Bodoh.

Jumat, 28 Februari 2025
Gedung PT Suka Jadi Logam yang berdempetan dengan SDN 3 Kandanngan Surabaya / Foto : Dok Aktual

Herlina: Kasus PT Suka Jadi Logam Harus Dipastikan Perijinan Produksinya

Kamis, 18 September 2025
Mekkah / Foto : Ist

Menteri Haji dan Umroh Kejar Perkampungan Haji di Arab Saudi

Senin, 8 September 2025
Gedung roboh di Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo/ Foto: Radar Surabaya

Kemenag Akan Kumpulkan Para Kyai dan Gus Terkait Gedung di Pesantren

Senin, 6 Oktober 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id