Aktual.co.id — UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Perhimpunan Praktisi Humas Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Optimalisasi Customer Relationship Management (CRM) Berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam Meningkatkan Kualitas Hubungan Masyarakat dan Layanan Publik.” Agenda yang berlangsung pada Sabtu (15/11) ini menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi riset mengenai transformasi digital kehumasan pemerintah.
Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi, praktisi humas, serta tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Ilmu Politik UPNVJT. Melalui forum ini, peserta menggali potensi pemanfaatan teknologi AI untuk memperkuat reputasi pranata humas pemerintah melalui pelayanan informasi dan pengaduan publik yang lebih cepat, presisi, dan berorientasi kebutuhan masyarakat.
Diskusi diawali dengan pemaparan mengenai urgensi transformasi digital dalam fungsi kehumasan, termasuk peran AI dalam membaca pola komunikasi publik, memetakan sentimen masyarakat, serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data. Peserta kemudian terbagi ke dalam dua kelompok untuk membahas studi kasus mengenai efektivitas teori Public Relations berbasis digital, tantangan etis seperti isu privasi data dan transparansi algoritma, risiko bias teknologi, hingga metode pengukuran reputasi publik melalui indikator interaksi digital dan persepsi masyarakat.
FGD berlangsung dinamis. Praktisi humas Jawa Timur memaparkan tantangan lapangan yang mereka hadapi, sementara akademisi menawarkan kerangka analitis untuk merespons dinamika tersebut. Pada sesi pleno, masing-masing kelompok menyampaikan hasil kajiannya, yang kemudian dirangkum oleh moderator menjadi sejumlah rekomendasi awal bagi penguatan strategi komunikasi berbasis AI di instansi pemerintah.
Ketua pelaksana sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJT, Dhelittya Finaliyani Putri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum bertukar pandangan, melainkan langkah strategis membangun jejaring kolaboratif antara akademisi dan praktisi. “Humas pemerintah perlu terus memperbarui pendekatan komunikasi agar lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan publik di era digital,” ujarnya.
FGD ditutup dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama. Para peserta menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur digital, peningkatan literasi teknologi bagi SDM humas, serta penegakan etika perlindungan data dalam penerapan AI. Seluruh hasil diskusi ini akan menjadi pijakan awal penyusunan rekomendasi riset untuk memperkuat peran pranata humas pemerintah ke depan.
(Penulis: Dhelittya Finaliyani Putri/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
