Aktual.co.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP PGRI 61 Surabaya, Jalan Rungkut Menanggal Harapan, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Komunikasi dalam Moderasi Beragama di Era Digital: Bersama, Belajar Hidup Rukun Antar Sesama.”
Program ini diinisiasi oleh dosen Ilmu Komunikasi UPNVJT, Diana Amalia, bersama enam mahasiswa yang diketuai oleh Fauzan Noor Saputra. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan keilmuan komunikasi.
Dosen Pendamping kegiatan, Diana Amalia, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu komunikasi secara langsung di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai toleransi, sikap saling menghargai, serta pentingnya moderasi beragama kepada para pelajar.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan sosial yang membawa pesan toleransi dan perdamaian,” ujar Diana.
Menurut Diana, pemahaman mengenai moderasi beragama penting dikenalkan sejak usia sekolah. Hal ini diperlukan agar generasi muda mampu membangun komunikasi yang santun, menghormati perbedaan, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial yang beragam.
“Nilai-nilai moderasi beragama yang ditanamkan diharapkan dapat terus melekat dalam diri generasi muda sebagai dasar untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Fauzan Noor Saputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga diarahkan untuk membekali siswa agar lebih bijak dalam berkomunikasi, terutama di ruang digital. Menurutnya, media sosial saat ini menjadi ruang yang sangat terbuka, termasuk dalam penyebaran pesan-pesan keagamaan.
“Tantangan hari ini muncul ketika pesan keagamaan disampaikan tanpa etika komunikasi. Kondisi tersebut dapat memicu polarisasi dan intoleransi. Karena itu, kami ingin mengajak adik-adik SMP PGRI 61 Surabaya untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan belajar menghargai perbedaan pandangan sejak dini,” jelas Fauzan.
Pemilihan tema “Bersama” dimaksudkan untuk menegaskan bahwa perbedaan bukanlah hambatan dalam kehidupan sosial. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan yang mempererat hubungan antarsesama apabila dibangun dengan sikap saling menghargai.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti berbagai sesi interaktif, mulai dari diskusi publik, penyampaian materi ringan tentang komunikasi lintas iman, hingga permainan edukatif bertema toleransi. Salah satu sesi yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta adalah Quiz Rantai Kerukunan. Dalam sesi ini, siswa diajak menyebutkan nilai-nilai kebaikan yang dapat memperkuat persatuan, dengan doorprize bagi peserta yang aktif.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan yang digelar mahasiswa UPNVJT tersebut. Guru SMP PGRI 61 Surabaya menilai kegiatan ini relevan untuk membentuk karakter siswa agar lebih toleran, terbuka, dan mampu menghargai perbedaan sejak dini.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto kelompok dalam suasana hangat. Para siswa juga menuliskan pesan-pesan damai di “Papan Perdamaian” sebagai simbol komitmen bersama untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan. (Penulis: Diana Amalia)
