• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Ilmuwan Mengidentifikasi Pola Otak dengan Gejala Kesehatan Mental
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Ilmuwan Mengidentifikasi Pola Otak dengan Gejala Kesehatan Mental

Redaktur III Rabu, 26 Maret 2025
Share
4 Min Read
Pola otak tengah diteliti keterkaitan dengan kecemasan maupun sifat agresif./ foto : Freepik
Pola otak tengah diteliti keterkaitan dengan kecemasan maupun sifat agresif./ foto : Freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi yang diterbitkan Nature Mental Health menemukan pola aktivitas otak dapat membantu memprediksi jenis gejala kesehatan mental.

Dengan kata lain, fitur otak bisa dikaitkan dengan perilaku seperti kecemasan atau depresi. Pola ini berlaku pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Pola ini menunjukkan bahwa konektivitas otak memainkan peran dalam berbagai jenis masalah kesehatan mental.

Para peneliti melakukan studi ini untuk menjawab pertanyaan dalam kesehatan mental: apakah perilaku internalisasi dan perilaku eksternalisasi didukung pola unik di otak?

Kategori ini sering digunakan dalam psikiatri untuk membantu memahami masalah psikologis. Tetapi masih belum diketahui arsitektur jaringan otak berhubungan dengan masing-masing kategori.

“Gejala kesehatan mental dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar: masalah internalisasi dan eksternalisasi,” jelas penulis studi Yueyue Lydia Qu dan Avram J. Holmes, kandidat PhD di Universitas Yale dan profesor madya di Universitas Rutgers.

Baca Juga:  Tanda Kepribadian Orang yang Selalu Makan Menu yang Sama

Masalah internalisasi, digolongkan dalam kecemasan, penarikan diri, dan keluhan somatik. Sedangkan masalah eksternalisasi, digolongkan dalam perilaku mengganggu dan agresif karena berpengaruh terhadap lingkungan atau orang lain.

Para peneliti menganalisis data pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) dengan cara partisipan dalam keadaan istirahat. Tujuannya untuk memeriksa apakah pola konektivitas otak dapat memprediksi gejala internalisasi atau eksternalisasi.

Penelitian ini mencakup tiga sampel besar dan independen, mencakup anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Sampel utama berasal dari studi Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) dan mencakup 5.260 anak berusia sekitar 10 tahun.

Dua sampel digunakan untuk menguji apakah temuan dari anak-anak akan digeneralisasi, satu dari 229 remaja berusia 12 hingga 18 tahun dari Healthy Brain Network, dan satu lagi dari 423 orang dewasa muda dengan usia rata-rata 29 tahun dari Human Connectome Project.

Baca Juga:  Orang yang Memendam Stres dan Kecemasan Menampilkan Perilaku Seperti Ini

Semua peserta menyelesaikan kuesioner kesehatan mental yang dirancang untuk menilai tingkat masalah internalisasi dan eksternalisasi. Semua menjalani pemindaian otak dalam kondisi istirahat.

Para peneliti menganalisis konektivitas fungsional di 419 wilayah yang diminati di otak setiap orang. Mereka menerapkan model pembelajaran mesin yang dikenal sebagai regresi kernel ridge untuk mencoba memprediksi tingkat gejala setiap peserta berdasarkan konektivitas otak mereka.

Pada anak-anak dan remaja, perilaku eksternalisasi lebih erat kaitannya dengan konektivitas antara jaringan visual otak dan area lain. Sementara gejala internalisasi erat kaitannya dengan koneksi ke daerah subkortikal yakni struktur otak dalam yang terlibat emosi dan motivasi.

Salah satu temuan yang menarik adalah jaringan otak dapat memainkan peran yang berbeda tergantung pada usia. Misalnya, konektivitas antara daerah subkortikal dan jaringan temporal-parietal dikaitkan dengan perilaku eksternalisasi pada anak-anak dan remaja, tetapi tetap dikaitkan dengan perilaku internalisasi pada orang dewasa.

Baca Juga:  Tanggal 1 Agustus Hari Kekasih Nasional Bentuk Apresiasi Persahabatan Perempuan

Para peneliti juga menemukan beberapa pola otak di seluruh kategori gejala. Hal ini memperkuat penelitian yang menunjukkan bahwa banyak gejala kesehatan mental memiliki fitur yang tumpang tindih.

Penelitian ini masih menyisakan beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. “Tiga sampel independen yang digunakan dalam penelitian kami bersifat cross-sectional dan tidak mengikuti peserta dari waktu ke waktu,” ungkap peneliti mencatat.

“Oleh karena itu, masih belum jelas apakah temuan ini berlaku pada individu yang sama saat mereka tumbuh dan berkembang dari anak-anak hingga dewasa,” tambahnya.

Selain itu, kekuatan hubungan otak-perilaku yang diamati cukup sederhana, yang menunjukkan bahwa faktor non-otak juga memainkan peran penting dalam memprediksi gejala kesehatan mental. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :kesehatan mentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

iPhone 17 / Foto: GSM Arena
Menurut Rumor Bobot iPhone 18 Pro Lebih Tebal 2 Milimeter
Jumat, 10 Juli 2026
Jet tempur F-16 / Foto: anadolu
Pesawat Jet Tempur F-16 Milik Angkatan Udara Yunani Mengalami Kebakaran Saat Terbang
Jumat, 10 Juli 2026
Joko Widodo/ Foto: ANTARA
Joko Widodo Bertakziah ke Rumah Duka Rachmat Gobel di Jakarta
Jumat, 10 Juli 2026
Rahmat Gobel/ Foto: Kompas
Almarhum Rahmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta
Jumat, 10 Juli 2026
IU dan Lee Jong Suk/ Foto: soompi
IU dan Lee Jong Suk Dikabarkan Putus
Jumat, 10 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Polisi Menyita Batangan Emas, Mata Uang Asing dan Uang Tunai Rp479 Miliar dari Rumah Sentul

Militer AS Kembali Melakukan Serangan Terhadap Obyek Vital di Iran

Nadiem Makarim Resmi Mendaftarkan Pengajuan Banding Kasus Chromebook ke PN Jakpus

Johnson Menghadiri Pemutaran Perdana Film Moana Bersama Keluarga

Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.643 Juta Per Gram

More News

Ilustrasi melihat jam tangan / Foto : freepik

Orang yang Mengecek Waktu dan Lupa Biasanya Menunjukkan Ciri Ini.

Jumat, 13 Juni 2025
Doktrin minum air 8 gelas sehari tidak seluruhnya benar/ Foto : Freepik

Aturan Kesehatan yang Diakui Umum, Namun Salah Kaprah Menurut Penelitian

Sabtu, 22 Maret 2025
Kelas dan kelompok diskusi di SMP Negeri 1 Subang menjadi ruang aman untuk belajar dan berpendapat/istimewa

Guru SMPN 1 Subang Pelopori Metode Pembelajaran ISEL, Berhasil Bangkitkan Motivasi dan Karakter Siswa Pascapandemi

Jumat, 28 November 2025
Ilustrasi pria sendiri / Foto : Freepik

Tanda Seseorang Memikul Beban Hidupnya Sendiri, Menurut Psikologi

Kamis, 26 Juni 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id