Aktual.co.id – Psikolog anak Seto Mulyadi alias Kak Seto menderita stroke ringan setelah mengeluhkan ada gangguan di dalam tubuhnya seperti diungkapkan dalam instagramnya @kaksetosahabatanak.
Lalu bagaimana mencegah agar seseorang tidak terkena serangan mild stroke? Mengutip dari Alodokter, berikut cara terhindar dari stroke ringan.
Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol merupakan faktor risiko terbesar yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke ringan. Oleh karena itu, tekanan darah harus dijaga agar tidak lebih dari 120/80 mmHg.
Cara menjaga tekanan darah adalah dengan banyak makan buah dan sayuran, mengurangi konsumsi garam atau makanan yang asin, serta menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
Selain itu, jangan lupa berolahraga sekitar 30 menit setiap harinya, berhenti merokok, dan perbanyak konsumsi asam lemak omega-3, seperti dari telur dan ikan.
Menurunkan Berat Badan
Obesitas bisa meningkatkan peluang seseorang terserang stroke ringan. Jika sudah mengalami berat badan berlebih, disarankan untuk menurunkan berat badan agar risiko terkena penyakit stroke berkurang.
Menjalani Olahraga Secara Rutin
Olahraga mempunyai peranan penting untuk menurunkan berat badan dan menjaga stabilnya tekanan darah. Beberapa jenis olahraga, seperti jalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, atau latihan fisik di gym,yang dilakukan setidaknya 4–5 kali seminggu bisa menurunkan risiko stroke ringan dan penyakit jantung.
Mengobati Diabetes
Penderita diabetes dengan kadar gula darah yang tinggi dapat mengalami kerusakan dan sumbatan di pembuluh darah. Jika pembuluh darah otak mengalami kerusakan, risiko terkena stroke pun akan menjadi lebih tinggi.
Oleh karena itu, kendalikan kadar gula darah dengan menjaga pola dan porsi makan, rutin olahraga, serta minum obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter.
Menghentikan Kebiasaan Merokok
Cara mencegah terjadinya stroke ringan selanjutnya adalah berhenti merokok. Hal ini karena merokok dapat membuat darah Anda mengental dan meningkatkan risiko terjadinya aterosklerosis, yaitu penumpukan plak yang dapat menyumbat pembuluh darah. (ndi)
