Aktual.co.id – Tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur melakukan survei awal pengembangan sejumlah kedai di Rest Area Kopi Kluncing, Bondowoso, pada 1 Agustus 2025. Survei tersebut bertujuan memetakan kebutuhan dan kondisi terkini guna memaksimalkan potensi kawasan yang menjadi salah satu titik persinggahan wisatawan menuju Gunung Ijen.
Hasil survei menunjukkan adanya potensi besar untuk dikembangkan, terutama terkait pelayanan dan pengalaman wisatawan yang singgah. Selama kegiatan berlangsung, tim dosen melakukan observasi langsung serta wawancara dengan para pemilik kedai dan wisatawan.
Ishak, salah satu pemilik kedai, mengungkapkan bahwa wisatawan yang menuju Kawah Ijen sering berhenti untuk menikmati kopi khas Bondowoso. “Banyak wisatawan mencoba kopi kami sebelum melanjutkan perjalanan. Kopi Bondowoso memang sudah terkenal,” ujarnya.
Kegiatan survei ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dari hasil pengamatan lapangan, tim menemukan sejumlah potensi yang masih dapat dioptimalkan. Salah satunya ialah tingginya jumlah wisatawan mancanegara yang tertarik menikmati kopi lokal, didukung kemampuan pemilik kedai menyajikan atraksi manual brewing yang memikat perhatian wisatawan.

Namun demikian, beberapa aspek pendukung dinilai masih perlu pembenahan, terutama terkait ketersediaan buku menu. Pasalnya, daftar menu yang ada dianggap belum representatif dan belum memenuhi kebutuhan wisatawan asing.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Ade Kusuma, dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, menegaskan pentingnya inovasi melalui digitalisasi menu. Dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang singgah, khususnya mereka yang menuju Kawah Ijen, buku menu fisik konvensional dirasa kurang memadai. “Kami melihat kebutuhan urgent menghadirkan buku menu digital multibahasa yang dapat diakses melalui smartphone,” jelasnya.
Melalui survei awal ini, tim berharap proses digitalisasi buku menu di Rest Area Kopi Kluncing dapat segera direalisasikan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi rest area sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata di wilayah Bondowoso. “Semoga segera bisa direalisasikan,” pungkasnya.
(Penulis: Ratih PM/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
