• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Penelitian Mengatakan Konsumsi Telur Memperkecil Riziko Terkena Alzheimer
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Penelitian Mengatakan Konsumsi Telur Memperkecil Riziko Terkena Alzheimer

Redaktur III Minggu, 13 Juli 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi menggoreng telur / Foto : freepik
Ilustrasi menggoreng telur / Foto : freepik

Aktual.co.id – Lansia yang mengonsumsi telur lebih dari sekali seminggu kemungkinan lebih kecil terkena demensia Alzheimer, demikian menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition.

Para peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi telur setiap minggu memiliki tingkat diagnosis klinis yang lebih rendah dan sedikit perubahan otak terkait Alzheimer setelah kematian.

Studi ini mengidentifikasi kolin, nutrisi penting yang terkandung dalam telur, sebagai salah satu kemungkinan kontributor untuk efek perlindungan ini.

Penyakit Alzheimer adalah demensia yang paling umum sebagai salah satu penyebab utama kematian pada lansia.

Penyakit ini ditandai dengan hilangnya ingatan, penurunan kognitif, dan perubahan perilaku, serta berkaitan dengan karakteristik biologis di otak seperti penumpukan plak amiloid dan kekusutan.

Ada banyak jutaan lansia yang di Amerika Serikat yang mengalami Alzheimer dan masih mencari cara untuk menanggulanginya.

Pola makan menjadi salah satu fokus penelitian, terutama nutrisi yang mendukung kesehatan otak. Telur merupakan sumber alami nutrisi tersebut, termasuk kolin, asam lemak omega-3, dan lutein.

Baca Juga:  Kata yang Digunakan Orang Agar Terlihat Pintar Padahal Mencari Validasi

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa asupan telur dapat mendukung kinerja kognitif, tetapi hanya sedikit yang meneliti hubungannya dengan penyakit Alzheimer secara langsung.

Untuk menyelidiki hubungan ini, para peneliti menganalisis data dari 1.024 peserta dalam Rush Memory and Aging Project, sebuah studi jangka panjang terhadap lansia di wilayah Chicago.

Semua peserta bebas dari demensia saat mengisi kuesioner diet terperinci. Survei tersebut, yang diadaptasi dari kuesioner frekuensi makanan terkenal yang dikembangkan di Harvard, menanyakan tentang pola makan selama setahun terakhir, termasuk seberapa sering mengonsumsi telur.

Para peserta dipantau selama rata-rata hampir tujuh tahun, di mana menjalani penilaian tahunan untuk tanda-tanda demensia Alzheimer.

Selain evaluasi klinis, sebagian dari 578 peserta mendonorkan otak mereka untuk penelitian setelah kematian. Sampel-sampel ini memungkinkan para peneliti memeriksa karakteristik biologis yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan menilai apakah konsumsi telur berkaitan dengan keberadaan karakteristik tersebut.

Baca Juga:  Segera Kenali, Kelelahan Mental Adalah Awal Gangguan Depresi

Tim peneliti mengelompokkan peserta berdasarkan frekuensi konsumsi telur: kurang dari sebulan sekali, satu hingga tiga kali sebulan, seminggu sekali, dan dua kali atau lebih seminggu.

Peneliti menggunakan model statistik untuk membandingkan berkembangnya demensia Alzheimer di antara kelompok-kelompok ini.

Model tersebut memperhitungkan berbagai faktor lain, termasuk usia, pendidikan, aktivitas fisik, genetika, dan pola makan secara keseluruhan.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi telur setidaknya sekali seminggu memiliki tingkat diagnosis Alzheimer klinis yang lebih rendah dibandingkan yang jarang mengonsumsinya.

Lebih spesifik lagi, baik kelompok yang mengonsumsi telur seminggu sekali maupun dua kali atau lebih per minggu memiliki risiko setengah lebih rendah terkena demensia Alzheimer.

Hal ini dibandingkan yang mengonsumsi telur kurang dari sebulan sekali. Hasil ini tetap signifikan secara statistik bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai variabel perancu yang mungkin ada.

Baca Juga:  Jika Seorang Pria Tidak Memiliki Teman Dekat, Menunjukkan Perilaku Ini

Namun, para peneliti mengingatkan bahwa studi ini tidak membuktikan bahwa telur dapat mencegah penyakit Alzheimer.

Studi ini bersifat observasional, artinya tidak dapat menetapkan hubungan sebab akibat. Ada juga kemungkinan hubungan sebab akibat terbalik, karena beberapa orang mungkin mengubah pola makan secara halus seiring dimulainya penurunan kognitif.

Kuesioner diet hanya diberikan satu kali, dan mengandalkan data yang dilaporkan sendiri, yang dapat menimbulkan bias ingatan atau ketidakakuratan.

Selain itu, kuesioner frekuensi makanan hanya menanyakan tentang konsumsi telur utuh, bukan tentang telur yang digunakan sebagai bahan dalam makanan lain.

Ke depan, para penulis menyarankan agar studi lanjutan mereplikasi temuan ini pada populasi lain, dan uji coba terkontrol acak dapat membantu memperjelas apakah konsumsi telur secara langsung memengaruhi risiko Alzheimer.

Jika kaitan ini terkonfirmasi, telur dapat menjadi bagian dari rekomendasi diet yang lebih luas yang bertujuan untuk mendorong penuaan otak yang sehat. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :AlzheimerDemensiaMental health
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ju Haknyeon / Foto: allkpop
Seorang Jurnalis Didakwa Bersalah Karena Pencemaran Nama Baik Ju Haknyeon
Selasa, 2 Juni 2026
Dadan Hindayana / Foto: Ist
Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana
Selasa, 2 Juni 2026
Petugas kesehatan sedang mengukur suhu badan warga/ Foto: anadolu
Jumlah Kasus Ebola Melampaui 300 di Republik Demokratik Kongo
Selasa, 2 Juni 2026
Athropic AI/ Foto: engagatged
Claude AI Down: Anthropic Konfirmasi Gangguan Layanan
Selasa, 2 Juni 2026
Nadhiem Makarim / Foto : courtesy iNews
Nadiem Mengaku Sedih Dianggap Koruptor Padahal Tidak Ada Buktinya
Selasa, 2 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pengidolaan terhadap selebriti/ Foto: psypost

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Ilustrasi Phubbing/ foto: freepik

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Ilustrasi makan/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Makan Secara Teratur Bisa Meredam Gejala Depresi

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Seorang Netizen Menerima Hukuman Berat Akibat Ujaran Kebencian Terhadap Artis IU

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berpotensi Berawan

LEMONADE Masuk Puncak Lagu iTunes dan Spotify

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Meta Tengah Mengembangkan Liontin Bertemakan AI

More News

Menjaga kesehatan mental bagian dari pengembangan diri/ Foto : Ist

Orang yang Selektif Terhadap Waktu dan Energi Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Jumat, 14 Maret 2025
Membaca di malam hari diyakini bisa menenangkan pikiran / foto : freepik

Kegiatan Malam Agar Tetap Bersemangat dan Bahagia Esok Hari

Sabtu, 8 Maret 2025
Ilusttrasi kecemasan/ Foto: freepik

Tanda Kecemasan Status Berdasarkan Analisa Psikolog

Jumat, 23 Mei 2025
Ilustrasi perceraian orang tua / foto : freepik

Perceraian Orang Tua Tidak Serta Merta Membuat Anak Menjadi Depresi

Sabtu, 12 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id