Aktual.co.id – Para pelaku pencurian yang mengambil koleksi museum Louvre Paris Perancis tersebut berhasil lolos dalam 30 detik dalam menjalankan aksi sebelum ketahuan polisi.
Hal ini terungkap dalam pemeriksaan dan investigasi petugas keamanan dan Kementerian kebudayaan Paris dengan membuka kamera keamanan yang ada di dekat lokasi.
Menurut laporan The Guardian, diketahui jika petugas keamanan di ruang kendali tidak memiliki cukup layar untuk memantau gambar secara real-time.
Kurangnya koordinasi menyebabkan polisi datang ke tempat yang salah setelah alarm dibunyikan, demikian berdasarkan laporan yang rinciannya diumumkan oleh Komisi Kebudayaan Senat Prancis.
“Hal ini menyoroti kegagalan keseluruhan museum, serta otoritas pengawasnya, dalam menangani masalah keamanan,” kata kepala komisi, Laurent Lafon, pada awal sidang hari Rabu.
Salah satu pengungkapan yang paling mengejutkan adalah para pencuri hanya memiliki waktu 30 detik sebelum polisi dan petugas keamanan tiba di lokasi kejadian.
“Kurang lebih 30 detik, petugas sekuriti dan polisi di dalam mobil bisa mencegah para pencuri melarikan diri,” kata kepala penyelidikan, Noël Corbin, kepada para senator.
Langkah-langkah seperti sistem CCTV modern, kaca yang lebih tahan lama, atau koordinasi internal yang lebih baik dapat mencegah hilangnya perhiasan koleksi museum yang hingga kini belum ditemukan.
Kerentanan keamanan utama telah disoroti dalam beberapa studi yang dilihat oleh manajemen Louvre selama dekade terakhir.
Temuan mereka menekankan bahwa balkon tepi sungai yang menjadi sasaran pencuri adalah titik lemah yang dapat dengan mudah dijangkau dengan tangga yang panjang dalam perampokan tersebut.
Direktur Louvre, Laurence des Cars, tidak mengetahui audit tersebut, yang diperintahkan oleh pendahulunya, Jean-Luc Martinez.
“Rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti dan seharusnya dapat mencegah perampokan ini,” kata Corbin. Dia juga menambahkan bahwa terdapat kurang koordinasi antara kedua administrator yang ditunjuk pemerintah tersebut.
Menurut penelitian polisi telah menangkap keempat pelaku yang melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah melakukan perampokan di Galeri Apollo dalam waktu sekitar 10 menit.
Guy Tubiana, seorang perwira polisi senior dan penasihat keamanan di kementerian kebudayaan yang ikut dalam penyelidikan, mengatakan kepada para senator bahwa ia “terkejut” dengan apa yang ia temukan di museum tersebut.
“Terjadi serangkaian kerusakan yang menyebabkan bencana, tetapi saya tidak pernah menyangka Louvre bisa mengalami begitu banyak kerusakan,” katanya.
Para staf di Louvre diperkirakan akan melakukan mogok kerja pada hari Senin depan untuk menuntut manajemen mengambil tindakan terhadap apa yang dianggap kekurangan staf dan kepadatan pengunjung di museum tersebut.
Pada akhir pekan, museum mengungkapkan bahwa kebocoran air merusak 300 hingga 400 jurnal, buku, dan dokumen di departemen Mesir pada akhir November. (ndi/the guardians)
