Aktual.co.id – Terduga pelaku penyerangan Bondi yang selamat dari baku tembak dengan polisi didakwa dengan 59 pelanggaran. Termasuk 15 tuduhan pembunuhan dan satu tuduhan melakukan tindakan terorisme yang menurut penyelidik mungkin terinspirasi oleh ISIS.
“Polisi akan mendakwa tersangka di pengadilan karena menyebabkan kematian, cedera serius, dan membahayakan nyawa meski bertujuan untuk keagamaan dan menimbulkan ketakutan di masyarakat,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
Indikasi awal menunjukkan serangan teroris yang terinspirasi oleh ISIS, sebuah organisasi teroris yang terdaftar di Australia.
“Setelah penyelidikan ekstensif di bawah Operasi Arques, para penyidik mendatangi sebuah rumah sakit tempatnya mendakwa seorang pria berusia 24 tahun dari Bonnyrigg dengan 59 pelanggaran,” kata polisi
Mengutik dari The Guatrdian, Akram didakwa setelah sadar dari koma pada hari Selasa dan perkaranya disidangkan di pengadilan pada Rabu sore. Dia tidak mengajukan permohonan jaminan dan akan kembali menghadapi persidangan pada tanggal 8 April.
Di antara dakwaan terhadapnya terdapat 40 tuduhan melukai dengan maksud membunuh, satu tuduhan menempatkan bahan peledak di dalam atau di dekat bangunan, satu tuduhan menembakkan senjata api dengan maksud menyebabkan luka berat, dan satu tuduhan mempertontonkan simbol teroris di depan umum.
Akram dan ayahnya, Sajid Akram yang berusia 50 tahun, diduga melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang menghadiri acara untuk menandai dimulainya festival Hanukkah selama delapan hari di pantai Bondi pada hari Minggu (14/12)
Polisi mengatakan bahwa Sajid, yang ditembak mati oleh petugas di tempat kejadian, telah memperoleh senjata yang digunakan dalam serangan itu secara sah.
Penembakan massal tersebut mengakibatkan 15 orang tewas akibat ulah para pelaku, termasuk seorang anak berusia 10 tahun. Sebanyak 17 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit karena luka-luka pada saat kejadian.
Insiden tersebut dinyatakan sebagai peristiwa terorisme. Dakwaan terhadap Naveed muncul sehari setelah Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengatakan bahwa serangan tersebut tampaknya terinspirasi oleh ISIS. (ndi/the guardian)
