• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Thailand Menuntut Kamboja Menjadi yang Pertama Minta Gencatan Senjata
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Politik

Thailand Menuntut Kamboja Menjadi yang Pertama Minta Gencatan Senjata

Redaktur III Rabu, 17 Desember 2025
Share
3 Min Read
Warga Kamboja dievakuasi setelah serangan udara Thailand di provinsi Siem Reap / Foto: capture Al Jazeera
Warga Kamboja dievakuasi setelah serangan udara Thailand di provinsi Siem Reap / Foto: capture Al Jazeera

Aktual.co.id – Thailand menuntut agar Kamboja menjadi negara pertama yang menyatakan penghentian pertempuran untuk mengakhiri babak bentrokan terbaru antara negara tetangga di Asia Tenggara tersebut.

“Sebagai pihak yang menyerang wilayah Thailand, Kamboja harus mengumumkan gencatan senjata terlebih dahulu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maratee Nalita Andamo dalam sebuah konferensi pers di Bangkok pada hari Selasa, seperti dilaporkan oleh kantor berita AFP.

Dia menambahkan bahwa Kamboja juga harus bekerja sama ‘dengan tulus’ dalam upaya membersihkan ranjau darat di wilayah perbatasan.

Tidak ada tanggapan langsung dari Kamboja. Masing-masing negara saling menyalahkan sebagai pihak yang memicu bentrokan, mengklaim membela diri dan menuduh pihak lain melakukan serangan terhadap warga sipil.

Baca Juga:  Perang Memperebutkan Kuil Preah Vihear yang Diakui oleh UNESCO

Konflik antara kedua negara tetangga dipicu oleh klaim persaingan lama atas wilayah di sepanjang perbatasan darat mereka sepanjang 817 km (508 mil), berkobar akibat bentrokan pada tanggal 7 Desember 2025.

“Bentrokan yang terjadi di berbagai lokasi telah menewaskan 32 orang, termasuk tentara dan warga sipil dan menyebabkan 800.000 orang mengungsi,” kata para pejabat.

Mengutip dari Al Jazeera sebuah kuil yang menampung pengungsi internal di provinsi Sisaket, Thailand, Jack Barton suara pertempuran bergema di sekitar area tersebut.

Bentrokan tersebut telah menghancurkan gencatan senjata yang didorong oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakhiri pertempuran berdarah selama lima hari pada bulan Juli.

Baca Juga:  Presiden Trump Menyetujui Penjualan Jet Tempur F-35 ke Arab Saudi

Trump, yang menggunakan ancaman tarif perdagangan sebagai alat tawar-menawar untuk mengakhiri pertempuran, juga berupaya campur tangan dalam bentrokan terbaru, dengan mengklaim bahwa kedua negara telah menyetujui gencatan senjata.

Namun, pertempuran harian terus berlanjut sejak pecahnya kekerasan terbaru, dan Bangkok membantah klaim Trump tentang gencatan senjata.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada tekanan internasional untuk gencatan senjata, demikian dilaporkan kantor berita Reuters pada hari Selasa.

“Tidak ada yang menekan kami. Siapa yang menekan siapa? Saya tidak tahu,” katanya, menolak menjawab pertanyaan tentang apakah Trump mencoba menggunakan ancaman tarif untuk mendorong Bangkok mengakhiri pertempuran.

Baca Juga:  DPRD Kabupaten Pati Bentuk Pansus Pemakzulan Bupati Sadewo

Sementara itu, pihak berwenang Thailand berupaya mencari cara memulangkan 6.000 warga negaranya yang terdampar akibat penutupan pos pemeriksaan Kamboja di kota Poipet.

Hun Sen, mantan pemimpin berpengaruh Kamboja dan presiden Senat saat ini, mengatakan penutupan itu bertujuan melindungi warga sipil dari apa yang diklaim sebagai penembakan membabi buta oleh pasukan Thailand di daerah tersebut.

Surasant Kongsiri, juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, mengatakan telah terjadi “pertempuran terus-menerus di perbatasan” di delapan provinsi perbatasan, sementara Kementerian Pertahanan Kamboja berjanji pasukannya akan terus berdiri teguh, berani, dan gigih dalam perjuangan mereka melawan agresor.  (ndi/Al Jazeera)

SHARE
Tag :Donald J TrumpKambojaPerangThailand
Ad imageAd image

Berita Aktual

Byeon Woo Seok dan IU/ Foto: allkpop
Drama ‘Perfect Crown’ Menuai Banyak Kontroversi Sejarah Tradisi Kerajaan
Selasa, 19 Mei 2026
Ilustrasi siswa SD dan SMP/ Foto: Ist
Ajeng Wirawati: Daya Tampung SMP Negeri Memang Tidak Sebanding Jumlah Lulusan SD
Selasa, 19 Mei 2026
Tangkapan layar pasukan Israel cegat Armada Global Sumud/ Foto: Aljazeera
RI Desak Agar Israel Melepaskan Awak Misi Kemanusiaan
Selasa, 19 Mei 2026
Ilustrasi SPMB/ Foto: Ist
Pemkot Surabaya Akan Membuka Posko Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru
Selasa, 19 Mei 2026
Choi Seung-ho, kepala serikat pekerja Samsung Electronics/ Foto: reuters
Dialog Terus Berlanjut Antara Pekerja dan Manajemen Samsung Terkait Mogok Kerja
Selasa, 19 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Makanan bernutrisi/ Foto: Freepik

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Bocoran Ponsel Huawei Nova 16 Akan Segera Diluncurkan

Lisa BLACKPINK Pamerkan Gelas Seharga Rp23 Ribu di Media Sosial

Harga Emas Antam Turun Rp5.000 Menjadi Rp2,764 juta/gr

Ella Langley Menyapu Bersih Semua Kategori di ACM Awards 2026

WNI Peserta Global Sumud Flotilla Ikut Dicegat oleh Pasukan Israel

More News

Presiden Donald J Trump / Foto : Ist

Trump Menyambut Baik ‘Akhir’ Perang Isreal di Gaza

Selasa, 14 Oktober 2025
Peta Selat Hormuz/ Foto: ANTARA

Iran Mengutuk Penyitaan Kapal Kargo oleh AS di Selat Hormuz

Senin, 20 April 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (dua dari kanan) berjabat tangan dengan US Trade Representative (USTR)/Wakil Dagang AS Jamieson Lee Greer (kiri) di Amerika Serikat / Foto : Capture ANTARA

Indonesia Melakukan Negosiasi Tarif dengan Amerika Serikat

Sabtu, 19 April 2025
Warga berkumpul di sekitar gedung kantor polisi yang rusak di pusat kota Teheran, Iran/ Foto: aljazeera

Korban Perang di Iran Telah Mencapai 1.045 Korban Jiwa

Kamis, 5 Maret 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id