Aktual.co.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengungkapkan kunjungan kerjanya bersama Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Arab Saudi usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
“Alhamdulillah tadi sudah selesai diperiksa. Secara garis besar, memang yang ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail,” katanya dikutip ANTARA.
Dito menyebutkan pembahasan penyelenggaraan ibadah haji dalam kunjungan bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi terjadi saat pembicaraan makan siang Jokowi bersama Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).
Disampaikan oleh Dito kunjungan kerja itu tidak menyinggung spesifik perihal kuota haji yang akan diberikan Arab Saudi kepada Indonesia.
“Saat pertemuan itu tidak ada pembahasan tentang kuota, tetapi pertemuan bilateral, saya ingat sekali, dari Putra Mahkota Perdana Menteri Mohammed bin Salman itu sangat senang dengan pertemuannya Pak Jokowi,” jelasnya.
Selain pembicaraan kuota haji, Dito menegaskan pertemuan bilateral tersebut menyepakati sejumlah investasi kedua negara.
“Tetapi itu secara garis besar raja yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi ya semuanya terlaksana dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN, jadi banyak,” tuturnya.
Dikatakan jika kunjungan itu biasanya ditentukan oleh tuan rumah. Apa sektor-sektor yang rasanya akan dibahas. Kebetulan tidak ada keterkaitan dengan pembahasan haji dan juga Kementerian Agama. “Menurut saya, saya tidak tahu,” ujar dia menambahkan.
Berdasarkan catatan KPK, Dito tiba di Gedung Merah Putih pada pukul 12.52 WIB. Pemeriksaan Dito sebagai saksi dilakukan selama empat jam dan selesai sekitar pukul 16.10 WIB.
Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai melakukan penyidikan kasus kuota haji. (ndi/ANTARA)
