Aktual.co.id – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Uni Internasional untuk Pengendalian Kanker (UICC) didirikan pada tahun 1993. Berbasis di Jenewa, UICC adalah perkumpulan berbasis keanggotaan yang berupaya memberantas kanker di seluruh dunia dan memajukan penelitian medis.
Hari Kanker Internasional pertama dirayakan di Jenewa, Swiss pada tahun yang sama. Beberapa organisasi, perkumpulan kanker, dan pusat pengobatan terkenal juga mendukung inisiatif ini.
Mengutip dari National Today, Hari Kanker Sedunia secara resmi ditetapkan pada KTT Dunia Melawan Kanker pertama pada tahun 2000. Acara tersebut berlangsung di Paris dan dihadiri oleh anggota organisasi kanker dan para pemimpin pemerintahan terkemuka dari seluruh dunia.
Sebuah dokumen berjudul ‘Piagam Paris Melawan Kanker,’ yang terdiri dari 10 pasal, menguraikan komitmen global untuk meningkatkan fasilitasi dan kualitas hidup pasien kanker.
Kemajuan dan peningkatan investasi dalam penelitian, pencegahan, dan pengobatan kanker juga ditekankan. Pasal X dari piagam ini secara resmi menyatakan Hari Kanker Sedunia diperingati pada tanggal 4 Februari.
Kanker memiliki banyak jenis, sehingga ada berbagai warna dan simbol yang digunakan untuk todaymenandai jenis kanker tertentu dan mempromosikan upaya memeranginya.
Misalnya, pita oranye digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker pada anak-anak, sementara pita merah muda secara global dikaitkan dengan kesadaran kanker payudara.
Sebagai simbol harapan bagi pasien dan penyintas, bunga daffodil digunakan oleh American Cancer Society untuk masa depan di mana penyakit yang mengancam jiwa ini tidak lagi ada.
Pada hari ini, ratusan acara dan penggalangan dana berlangsung di seluruh dunia setiap tahunnya, untuk menyatukan individu, komunitas, dan organisasi di rumah sakit, sekolah, bisnis, pasar, balai komunitas, taman, dan lain-lain, untuk berkampanye dan menyampaikan pengingat yang kuat bahwa mereka yang terkena kanker tidak sendirian, dan semua memiliki tanggung jawab dalam mengurangi dampak global penyakit ini. (ndi/ nationaltoday)
