Aktual.co.id – Peringatan kesehatan masyarakat mengeluarkan peringatan wabah meningitis mematikan di Kent. Atas peringatan tersebut seluruh pekerja kesehatan di seluruh Inggris didesak untuk mewaspadai tanda-tanda infeksi.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengeluarkan peringatan saat program vaksinasi yang menargetkan sekitar 5.000 mahasiswa dimulai di Universitas Kent, menyusul wabah yang diduga berasal dari sebuah klub malam di Canterbury.
Seorang siswi kelas enam bernama Juliette di Queen Elizabeth’s Grammar School di Faversham, telah meninggal dunia sehingga jumlah kasus yang terkonfirmasi mencapai 20.
Mengutip dari BBC, Kepala eksekutif UKHSA, Susan Hopkins mengatakan pihaknya sedang berupaya mencari tahu infeksi tersebut menyebar begitu cepat di Canterbury.
Dia mengatakan bahwa vaksin yang dimiliki pemerintah akan digunakan untuk pasien NHS, termasuk siswa di Kent. Pemerintah juga tidak menutup kemungkinan memasok sebagian vaksin tersebut ke apotek untuk kebutuhan masyarakat.
Kasus serupa juga dikonfirmasi di Universitas Canterbury Christ Church di mana seorang mahsiswi Tyra Skinner, 20 tahun, tertular meningitis setelah mengunjungi klub malam Club Chemistry.
“Kami hanya mengira dia mengalami gejala flu. Matanya merah selama akhir pekan dan saya pikir dia terkena konjungtivitis, lalu pada hari Senin dia benar-benar sakit, lemas, tidak bertenaga, jadi kami membawanya ke rumah sakit,” kata orang tua Tyra.
Pada hari Rabu, 600 vaksin diberikan kepada mahasiswa di kampus Universitas Kent dengan dosis kedua akan diberikan minimal empat minggu kemudian.
Bersamaan dengan vaksin, lebih dari 6.500 antibiotik pencegahan telah diberikan sebagai tindakan pencegahan. Sejauh ini, vaksin tersebut hanya tersedia untuk mahasiswa yang tinggal di asrama di kampus Canterbury.
Para dokter umum di seluruh negeri diinstruksikan meresepkan antibiotik kepada siapa pun yang mengunjungi klub malam tersebut dari tanggal 5 hingga 7 Maret, serta mahasiswa dari Universitas Kent.
Wakil Rektor dan Kepala Universitas Canterbury Christ Church, Prof Rama Thirunamachandran, mengatakan UKHSA telah mengkonfirmasi kasus penyakit meningitis yang melibatkan seorang mahasiswa.
“Kami telah menghubungi individu tersebut secara langsung untuk memberikan dukungan. Kasus ini terkait dengan klaster awal yang berhubungan dengan Klub Kimia,” kata rektor. Thirunamachandran mengatakan kampus tetap terbuka, pembelajaran, dan penelitian akan terus berlanjut.
Menteri Kesehatan Wes Streeting mengatakan wabah tersebut tidak bersifat nasional, tetapi penanganannya dikelola secara nasional.
Dia mengatakan setidaknya ada 350 kasus meningitis setiap tahun dan dia tidak akan terkejut jika ada kasus di berbagai bagian negara yang tidak terkait dengan wabah di Kent.
“Yang membuat kami khawatir tentang wabah di Canterbury adalah kecepatan dan luasnya penyebaran penyakit ini – itu belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya.
“Itulah mengapa kami sangat proaktif dalam penyediaan antibiotik, karena antibiotik merupakan pengobatan yang efektif, tetapi juga meningkatkan vaksinasi dengan kecepatan dan cara yang biasanya tidak kami lakukan,” kata Wes Streeting
Perdana Menteri Sir Keir Starmer mengatakan ini adalah waktu yang sulit bagi keluarga yang meninggal atau sakit parah. Dia mengatakan para ahli kesehatan sedang berupaya mengidentifikasi kontak dekat, mendistribusikan antibiotik, dan memulai vaksinasi yang ditargetkan. (ndi/BBC)
