Aktual.co.id – Disney diperkirakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sebanyak 1.000 karyawan melalui penghapusan posisi dalam beberapa bulan mendatang, demikian menurut laporan Variety .
Sebagian besar pemutusan hubungan kerja diperkirakan berasal dari departemen pemasaran perusahaan media raksasa tersebut.
Disney menolak berkomentar terkait keputusan pengurangan jumlah karyawan dari total 231.000 karyawan penuh waktu dan paruh waktu yang diambil alih oleh Josh D’Amaro sebagai CEO Disney.
D’Amaro, sebelumnya menjabat sebagai ketua Disney Experiences, terpilih sebagai pengganti mantan CEO Bob Iger pada awal Februari.
Sepuluh anggota dewan direksi Disney, bersama dengan Iger, secara bulat memilih D’Amaro sebagai CEO. Ia resmi menjabat pada 18 Maret 2026.
Disney adalah raksasa hiburan terbaru yang berupaya mengurangi jumlah karyawan di tengah ketidakpastian ekonomi jangka pendek akibat perang dengan Iran, kenaikan harga minyak, dan masalah lainnya.
Sony Pictures Entertainment mengkonfirmasi bahwa studio tersebut berencana memangkas ratusan posisi. Wall Street Journal yang pertama melaporkan rencana PHK Disney.
Perusahaan terakhir kali menghadapi pemutusan hubungan kerja besar-besaran pada tahun 2023, setelah Iger kembali masa jabatan keduanya sebagai CEO, ketika perusahaan memangkas sekitar 7.000 posisi.
Sekitar 76% dari tenaga kerja global Disney adalah karyawan tetap, sekitar 172.000 di antaranya bekerja di AS. D’Amaro memulai kariernya pada tahun 1998 di Disneyland.
Selama masa jabatannya di Disney, ia memegang berbagai posisi di bidang bisnis, pemasaran, dan operasional, termasuk CFO dari Disney Consumer Products Global Licensing, presiden Disneyland Resort, dan presiden Walt Disney World Resort.
Ia dipromosikan menjadi kepala taman dan kapal pesiar Disney, produk konsumen, dan Walt Disney Imagineering pada Mei 2020. (ndi/variety)
