Aktual.co.id – Jungkook BTS menghadapi beragam reaksi setelah meminta penggemar internasional untuk belajar bahasa Korea selama siaran langsung Weverse.
Apa yang dikatakan Jungkook penggunaan bahasa Korea memicu perdebatan global. Selama siaran, Jungkook aktif berinteraksi dengan penggemar, membaca komentar secara langsung.
Namun, ketika beberapa pemirsa internasional memintanya untuk membaca pesan dalam bahasa Inggris, penyanyi itu dengan jujur mengakui bahwa dia tidak fasih berbahasa Inggris dan memilih berkomunikasi dalam bahasa Korea.
Ucapan Jungkook ini dengan cepat memicu kontroversi. “Tolong gunakan bahasa Korea. Belajarlah menggunakan bahasa Korea,” katanya.
Pernyataan itu menyebar di media sosial serta memicu reaksi beragam dari penggemar di seluruh dunia. Di satu sisi, banyak pendukung membela Jungkook dengan alasan nyaman menggunakan bahasa ibunya serta mengakui keterbatasan dalam bahasa Inggris.
Namun, kritik juga muncul. Beberapa penggemar internasional merasa susunan kalimat tersebut terkesan meremehkan atau memerintah, bukan memberi semangat.
Bagi mereka, masalahnya bukanlah pesan melainkan nada penyampaiannya. Perdebatan semakin memanas ketika netizen menunjukkaan bahwa BTS secara aktif mempromosikan lagu-lagu berbahasa Inggris untuk memperluas jangkauan global.
Jungkook sendiri merilis album solonya GOLDEN, yang sebagian besar berisi lagu-lagu berbahasa Inggris. Kontras ini membuat sebagian orang mempertanyakan apakah komentarnya ini bertentangan dengan arah artistik globalnya.
Namun, suara-suara yang netral menunjukkan bahwa situasi tersebut merupakan masalah salah komunikasi. Dalam komunitas penggemar multikultural seperti BTS, bahkan nuansa kecil dalam pemilihan kata dapat menimbulkan interpretasi yang berbeda tergantung pada konteks budaya dan bahasa.
Saat diskusi berlanjut, insiden ini menyoroti tantangan yang lebih luas yang dihadapi oleh bintang K-pop global, menyeimbangkan keaslian dengan aksesibilitas.
Bagi Jungkook, yang pengaruhnya menjangkau jutaan orang di seluruh dunia, bahkan komentar singkat di siaran langsung dapat berkembang menjadi percakapan internasional tentang bahasa, identitas, dan koneksi. (ndi/kbom)
