Aktual.co.id – Pai apel telah ada sejak Abad Pertengahan. Sebuah buku masak Belanda bertanggal 1514 mencantumkan resep untuk Appeltaerten.
Resep tersebut membutuhkan kulit pai standar, irisan apel lunak tanpa biji, dan beberapa rempah-rempah lezat, khususnya kapulaga, jahe, kayu manis, pala, cengkeh, bunga pala, dan gula—semuanya dimasak dalam oven Belanda tradisional.
Orang Inggris juga memiliki versi pai apel sendiri, yang berasal dari zaman Chaucer. Versi Inggris juga menyarankan menambahkan buah ara, kismis, dan pir ke dalam campuran apel dan rempah-rempah.
Di Swedia, apple crumble adalah standar emas. Apple crumble tradisional Swedia membutuhkan remah roti atau oat gulung sebagai pengganti kue kering, dan disajikan dengan custard atau es krim. Di Prancis, pai apel disajikan terbalik sebagai tarte tatin.
Orang Prancis juga mengkaramelkan apel, sebuah inovasi yang menambahkan dinamika baru pada rasa. Mereka juga yang memutuskan menambahkan keju ke dalam pai yang ternyata menghasilkan suguhan yang sangat lezat.
Pada abad ke-17, pai apel dibawa ke koloni Amerika. Seiring waktu, pohon apel (yang bukan asli Amerika) mulai tumbuh, yang membuat proses pembuatannya jauh lebih mudah.
Kini, pai apel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Amerika, sampai-sampai pai apel dianggap sebagai salah satu hal paling Amerika di dunia. (ndi/national today)
