Aktual.co.id – Kepulan asap dilaporkan muncul dari Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat pagi membuat perhatian warga.
Atas peristiwa tersebut tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menurunkan unik pemadam kebakaran untuk melakukan upaya penanganan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini mengonfirmasi adanya laporan mengenai kemunculan asap tersebut dan sejumlah personel serta unit pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan.
Insiden tersebut memicu perhatian warga serta pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu.
Menurut Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan sekitar 27 pasien terdampak proses evakuasi akibat insiden tersebut dan telah dipindahkan ke lokasi aman.
Sementara empat petugas rumah sakit mengalami sesak napas akibat terpapar asap saat membantu proses penyelamatan pasien di area kejadian. “Mereka sudah menggunakan alat pelindung, tetapi harus menerobos area terdampak asap,” katanya.
Ia menambahkan, simulasi dan pengecekan alat keselamatan kebakaran, termasuk APAR dan hidran, dilakukan secara rutin sebagai bagian dari mitigasi.
“Termasuk persiapan akreditasi internasional Joint Commission International(JCI) yang dijadwalkan pada Agustus besok,” tuturnya.
Atas peristiwa ini diinformasikan satu pasien meninggal dunia, namun oleh manajemen RSUD Dr Soetomo memastikan pasien yang meninggal tersebut bukan karena paparan asap kebakaran.
Hal ini disampaikan Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo Surabaya Ahmad Suryawan yang memastikan pasien meninggal saat insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat pagi, bukan akibat paparan asap.
“Pasien telah mendapat dukungan tiga alat organ vital, paru-paru, jantung dan ginjal serta dalam persiapan menjalani cuci darah, sehingga pasien meninggal bukan karena asap, karena seluruh alat bantu tetap mendukung mesin saat proses evakuasi,” kata Ahmad Suryawan saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jumat.
Ia menjelaskan seluruh pasien yang menggunakan ventilator tetap mendapat dukungan alat medis saat dipindahkan dari lokasi terdampak asap, sehingga kondisi pasien tetap terpantau selama evakuasi.
Selain itu, kata dia, satu pasien lain yang turut dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan kini dirawat di ruang resusitasi. “Alhamdulillah, stabil di ruang resusitasi,” ucapnya.
Ia menambahkan pihak rumah sakit masih menunggu hasil investigasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan kepolisian setempat terkait penyebab munculnya asap di lantai lima gedung PPJT.
“Kami tidak berani berspekulasi, nanti teman-teman Damkar yang menyampaikan hasilnya,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, pihak rumah sakit juga melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran, termasuk pengecekan tekanan hidran yang digunakan saat proses pemadaman.
Ia mengatakan simulasi penanganan kebakaran atau code red selama ini rutin dilakukan sebagai bagian dari standar keselamatan rumah sakit melalui program Hospital Disaster Program (Hosdip). (ANTARA/ndi)
