Aktual.co.id – Kongo akan membuka tiga pusat perawatan untuk virus Ebola di provinsi Ituri bagian timur menyusul wabah varian yang belum memiliki terapi atau vaksin yang disetujui, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirim tim ahli dan pasokan untuk membantu memerangi penyebaran penyakit tersebut.
“Kami tahu rumah sakit sudah kewalahan karena banyaknya pasien,” kata Samuel Roger Kamba, Menteri Kesehatan Kongo, saat berkunjung ke Bunia, ibu kota dan kota terbesar Ituri, pada hari Minggu. Namun, pihaknya sedang mempersiapkan pusat perawatan di ketiga lokasi tersebut agar dapat memperluas kemampuan perawatan pasien.
WHO menyatakan wabah penyakit Ebola sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Sebelumnya lebih dari 300 kasus yang diduga dan 88 kematian di Kongo dan dua di negara tetangganya, Uganda.
Meskipun wabah berpusat di Ituri, Kongo, kasus-kasus telah dilaporkan di ibu kota, Kinshasa, dan di Goma, kota terbesar di bagian timur negara itu.
Organisasi kesehatan internasional memperingatkan pada hari Senin bahwa virus tersebut memengaruhi orang-orang di daerah yang dilanda konflik di Kongo, sehingga menimbulkan risiko tambahan bagi petugas kesehatan.
CBS News melaporkan setidaknya enam warga Amerika telah terpapar virus Ebola di Kongo, mengutip sumber anonim di organisasi bantuan internasional.
Para pejabat kesehatan AS mengatakan pada hari Minggu risiko bagi warga Amerika rendah, tetapi tidak secara langsung menjawab pertanyaan tentang apakah ada warga Amerika yang terpapar virus Ebola di Afrika.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengeluarkan peringatan perjalanan mendesak warga Amerika yang bepergian ke Kongo dan Uganda untuk menghindari orang-orang yang memiliki gejala seperti demam, nyeri otot, dan ruam.
CDC juga mengatakan pihaknya menerapkan langkah-langkah yang tepat untuk mengidentifikasi individu dengan gejala apa pun di pelabuhan masuk. (ndi/APNews)
