Aktual.co.id – Pada Dasarian I–II Juni 2026, musim kemarau berkembang terutama di selatan ekuator seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
Secara klimatologis, pola tersebut sejalan dengan prediksi Bulan Juni sebagai fase awal penguatan kemarau, bersamaan dengan signifikansi indeks Nino3.4 yang menunjukkan Kondisi El Niño, dimana hal ini dapat mengurangi suplai uap air di sebagian wilayah Indonesia.
Meskipun demikian, masih terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada periode 19–21 Juni 2026 di sebagian wilayah Indonesia.
Hujan signifikan tersebut tercatat di Sumatra Barat (120 mm/hari), diikuti Aceh (101 mm/hari), Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah (95 mm/hari), Sulawesi Barat (71 mm/hari), Jawa Timur (53 mm/hari), serta Kalimantan Barat (51 mm/hari).
Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di sekitar Sumatra, Gelombang Kelvin yang mempengaruhi sebagian Sumatra dan Kalimantan, serta adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra berperan signifikan menginduksi peningkatan hujan di sebagian wilayah Indonesia tersebut.
Selain itu, Siklon Tropis “Mekkhala” yang berkembang dari Bibit Siklon Tropis “92W” juga turut mempengaruhi pola angin dan membentuk daerah belokan serta pertemuan angin yang memanjang di Samudera Pasifik timur Filipina hingga di sekitar wilayah Laut Cina Selatan.
Dengan demikian, meskipun musim kemarau mulai meluas di sebagian wilayah Indonesia, peluang hujan signifikan masih tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang dipengaruhi oleh kondisi dinamika atmosfer tersebut.
Pada Dasarian III Juni 2026, curah hujan di Indonesia diprakirakan berada pada kategori menengah (62,55%) dan rendah (37,39%), dengan peluang hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi relatif terbatas.
Area dengan curah hujan rendah meliputi Jawa, Bali, NTB, NTT, Lampung, serta sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua bagian selatan; sedangkan hujan kategori menengah masih banyak dijumpai di Sumatra bagian tengah hingga utara, Kalimantan bagian barat hingga utara, sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini mempertegas potensi kemarau yang semakin meluas di wilayah Indonesia.
Meskipun demikian, aktivitas atmosfer skala regional dan lokal diprediksi cukup signifikan di sebagian wilayah Indonesia. Walaupun dalam beberapa hari ke depan Siklon Tropis “Mekkhala” bergerak semakin menjauhi wilayah Indonesia, peluang hujan belum sepenuhnya hilang.
Dalam sepekan ke depan, propagasi Gelombang Kelvin dari wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga pesisir Papua Barat Daya berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di sebagian wilayah.
Kondisi ini turut diperkuat oleh pola siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan Selat Makassar yang dapat membentuk area perlambatan serta pertemuan angin.
Selain itu, labilitas atmosfer yang masih cukup kuat, terutama di Aceh, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua, membuat peluang hujan tetap perlu diwaspadai meskipun sebagian wilayah Indonesia telah memasuki periode musim kemarau.
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:
Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jawa Barat.
Periode 26 – 29 Juni 2026 cuaca di Indonesia didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut. Siaga hujan lebat – sangat lebat Papua Pegunungan (BMKG)
