Aktual.co.id – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi disertai luncuran awan panas sejauh 4 kilometer pada Kamis petang.
“Telah terjadi erupsi Gunung Semeru, pukul 16.37 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 5.176 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis diterima di Lumajang seperti dikutip ANTARA.
Dikatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah tenggara dan erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 6 menit 40 detik.
“Saat erupsi telah terjadi awan panas dengan jarak luncur 4 km ke arah Besuk Kobokan dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” tuturnya.
Saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” ujarnya.
Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
“Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” kata Liswanto. (ANTARA)
