Aktual.co.id – Beredarnya beras oplosan, pupuk palsu, hingga minyak goreng menjadi fokus Kementrian Pertanian untuk melacak sekaligus menindak pelaku pengoplosan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Mentan Andi Amran Sulaiman ketika menghadari wisuda jenjang Pendidikan di Universitas Hasanudin.
“Contoh ada pupuk palsu yang merugikan petani hingga Rp3,2 triliun. Kami sudah serahkan ke kejaksaan dan kepolisian,” ujar Mentan.

Begitupun dengan minyak goreng, kata dia lagi, sudah ada sekitar 20-an kasus serta beras oplosan yang jumlahnya jauh lebih besar yakni mencapai 212 merek dan telah beredar di masyarakat.
“Beras oplosan dari ratusan merek ini merugikan masyarakat mencapai Rp99 triliun. Katakanlah kerugian Rp100 triliun, maka kalau itu terjadi 10 tahun kan Rp1.000 triliun, kalau 5 tahun berarti Rp500 triliun,” ujarnya lagi.
Pihaknya bertekat menyelesaikan persoalan ini dengan bersurat ke Kapolri dan Jaksa Agung untuk bekerja sama membongkar kasus ini. Bahkan menurutnya satgas pangan sudah bekerja melacak tentang beras oplosan ini.
Saat kementrian pertanian mendapat penghargaan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). “Kemudian untuk KPI, antikorupsi, kami diminta khusus testimoni di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi itu ukurannya bahwa sudah membaik. Kita tidak boleh puas dan terus mencoba menata,” katanya. (ndi/ANTARA)
