• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Cuaca Panas, Lelah, dan Tantangan Daya Tahan Tubuh.
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

Cuaca Panas, Lelah, dan Tantangan Daya Tahan Tubuh.

Redaktur III Kamis, 16 Oktober 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi cuaca panas/ foto: freepik
Ilustrasi cuaca panas/ foto: freepik

Beberapa minggu terakhir, kita semua merasakan betapa teriknya cuaca di siang hari. Panas seakan menembus kulit, membuat banyak orang mudah lelah, sulit tidur, bahkan mengeluh batuk dan nyeri kepala.

Fenomena ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan yang sering diabaikan: daya tahan tubuh yang menurun akibat stres panas.

Sebagai dokter dan pemerhati kesehatan masyarakat, saya melihat bahwa cuaca panas ekstrem menjadi ujian bagi sistem tubuh kita.

Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh berusaha keras menjaga keseimbangan dengan mengeluarkan keringat lebih banyak. Cairan, elektrolit, dan energi terkuras, sementara mekanisme pertahanan alami tubuh melemah.

Inilah alasan mengapa seseorang lebih mudah terserang flu ringan, infeksi tenggorokan, atau merasa cepat letih pada musim panas.

Selain itu, ada fenomena menarik: banyak yang mengeluh batuk kering atau tenggorokan gatal tanpa sebab jelas.

Baca Juga:  BMKG Memperkirakan Hujan Ringan di Wilayah Indonesia

Dalam konteks medis, hal ini bisa berkaitan dengan iritasi saluran napas akibat polusi dan debu yang meningkat pada musim kemarau.

Udara panas membuat partikel debu lebih mudah beterbangan dan masuk ke saluran pernapasan. Bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau asma, gejala akan terasa lebih berat.

Cuaca panas juga dapat memicu kondisi yang disebut “heat-induced allergy”, di mana tubuh bereaksi berlebihan terhadap kenaikan suhu.

Kita juga perlu mewaspadai dehidrasi ringan yang sering tidak disadari. Rasa haus, bibir kering, dan pusing adalah tanda awal tubuh kekurangan cairan.

Saat cairan menurun, volume darah ikut berkurang, aliran oksigen ke otak menurun, dan akhirnya timbul sakit kepala.

Dalam jangka panjang, kebiasaan menunda minum atau kurang hidrasi dapat memperparah gangguan pencernaan, termasuk naiknya asam lambung.

Baca Juga:  Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Catur Bongkar Kekuatan Perempuan di Politik Digital

Banyak pasien yang datang dengan keluhan nyeri ulu hati saat musim panas, dan sebagian besar ternyata karena perubahan pola makan serta stres panas yang mempercepat produksi asam lambung.

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Prinsipnya sederhana: tubuh harus diberi kesempatan beradaptasi dengan bijak.

Minumlah cukup air secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Konsumsi buah segar, sayuran, dan sumber protein berkualitas yang membantu perbaikan sel.

Vitamin C dan zinc terbukti mendukung sistem imun, sementara vitamin D tetap penting bagi metabolisme dan keseimbangan hormon, meski sinar matahari sedang terik.

Kita sering lupa bahwa daya tahan tubuh bukan hanya urusan obat atau suplemen. Ia adalah hasil harmoni antara hidrasi, nutrisi, istirahat, dan ketenangan mental.

Baca Juga:  BMKG Mengeluarkan Peringatan Dini Terkait Perubahan Cuaca Ekstrim

Panas yang berlebihan dapat menimbulkan stres fisiologis, tapi juga psikologis—membuat orang mudah marah, sulit tidur, dan kehilangan fokus.

Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan antara tubuh dan pikiran. Cuaca ekstrem adalah realitas baru akibat perubahan iklim global. Ia menuntut kita lebih adaptif, tidak hanya dalam gaya hidup tetapi juga dalam pola pikir tentang kesehatan.

Tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi, asal diberi kesempatan dan perhatian yang cukup.

Dalam setiap tetes keringat yang mengalir, ada pesan sederhana: jangan biarkan panas mengalahkan kita, tapi jadikan ia pengingat bahwa kesehatan adalah investasi yang harus dijaga, bahkan dalam teriknya matahari sekalipun.

Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes/ foto: dok pribadi
Dr. dr. Sukma Sahadewa, Sp.KKLP., M.Kes foto: dok pribadi

Oleh : Dr. dr. Sukma Sahadewa, Sp.KKLP., M.Kes. (Pemerhati Kesehatan )

SHARE
Tag :Asam LambungBMKGCuaca PanasPanas
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi gempa bumi / Foto: freepik
Gempa Bumi Magnitudo 4,7 di Selatan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat
Kamis, 9 Juli 2026
emas antam / Foto: Ist
Harga Emas Antam Mengalami Penurunan Rp2.643 Juta Per Gram
Kamis, 9 Juli 2026
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres / Foto : capture ANTARA
PBB Prihatin Konfrontasi Militer Antara AS dengan Iran di Kawasan Teluk
Kamis, 9 Juli 2026
Lee Seung Gi (kanan) dan Lee Da In / Foto: allkpop
Lee Seung Gi dan Lee Da In Menyambut Kelahiran Putranya
Kamis, 9 Juli 2026
Ilustrasi berawan/ foto: freepik
BMKG Memperkirakan Cuaca Berawan di Sebagian Besar Indonesia
Kamis, 9 Juli 2026

Mental Health

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ilustrasi depresi/ Foto: freepik

Peristiwa Negatif Memicu Gejala Depresi pada Remaja Putri dan Putra.

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Presiden Prabowo Menerima Kedatangan PM India Narendra Modi

Hakim Mengabulkan Sebagian Praperadilan Penangkapan Roy Suryo

Microsoft PHK 4.800 Karawan Dampak Persaingan Penggunaan Ai

Nadiem Makarim Resmi Mendaftarkan Pengajuan Banding Kasus Chromebook ke PN Jakpus

Polisi Menyita Batangan Emas, Mata Uang Asing dan Uang Tunai Rp479 Miliar dari Rumah Sentul

More News

Ilustrasi Hari Kebebasan Pers Sedunia/dok.aktual.co.id

Swasensor dan Kebebasan Pers yang Diam-Diam Terluka

Minggu, 3 Mei 2026
Ilustrasi gempa bumi / Foto: freepik

Sebanyak 26 Kali Gempa Susulan di Situbondo

Jumat, 26 September 2025
Orasi Ilmiah Prof Catur dalam pengukuhan guru besarnya/dok.aktual.co.id

Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Prof. Catur Bongkar Kekuatan Perempuan di Politik Digital

Sabtu, 25 April 2026
Webinar literasi keuangan bagi para guru/dok.aktual.co.id

UPN Veteran Jatim Dorong Profesionalitas Guru Lewat Program Literasi Pengelolaan Keuangan

Sabtu, 20 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id