Aktual.co.id – Viral di media sosial seorang penumpang KRL mengunggah utas jika dirinya kehilangan tumbler minuman di dalam bagasi KRL commuter line.
Utas ini diposting oleh akun @anitadewl di Threads yang menceritakan kronologi hilangnya tumbler minuman tersebut. Dampak postingan tersebut warganet pun ramai-ramai membicarakan pemiik tumbler yang bernama Anita tersebut.
”Tinggal beli lagi ga usah ngerugiin orang perkara tumbler jelek gitu doang najis dongo perkara begini bikin orang kehilangan kerjaaan, kata gw ada orang kaya lo,” ketik @Wolan***
“Memecat petugas gara-gara tumbler jelek 300rb an dan utas viral itu memalukan dan tidak berperikemanusiaan, prioritas kalian terlalu rendah. Daripada menyelesaikan masalah internal, kalian cuma cari tumbal untuk PR murahan. ini bukan profesionalisme, ini kejam,” ketik @Weld***
“Mbaknya ribet banget hidupnya. Dia sehari-hari resenya kaya apa ya. Demi tumbler bisa bikin orang kehilangan pekerjaan tuh tumbler se-wow apeee penasaran gueee. Ada banget waktu dan tenaganya buat ngurusin tumbler sebiji. Dia yang teledor, orang lain yang kena. So many questions,” ketik @Wixx
“Si Anita pasti lagi ketar-ketir takut dihujat trus di tempat kerja dia jadi bahan ghibah temennya,” ungkap @martin.
Sementara pihak PT KAI melalui VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda sedang melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner.
Terkait wacana pemecatan pihak KAI Commuter Indonesia (KCI) menepis pihaknya telah melakukan pemecatan terhadap petugas tersebut.
Seluruh prosedur terkait kepegawaian tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.”Seluruh petugas di lapangan selalu diarahkan untuk menjalankan SOP dengan baik agar pelayanan kepada pengguna tetap terjaga,” katanya
KCI mengingatkan, barang pribadi yang tertinggal di dalam commuter line merupakan tanggung jawab pengguna. KCI mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik.
Dia mengatakan setiap stasiun memiliki layanan lost and found. Barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas.
Jika tidak diambil dalam kurun waktu tertentu di stasiun tujuan akhir, barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut. Intinya barang adalah tanggung jawab dari pelanggan KCI. (ndi)
