Aktual.co.id – Pada tahun 2005, negara-negara penghasil teh berkumpul untuk merayakan Hari Teh Internasional. Negara-negara tersebut adalah Sri Lanka, Nepal, Indonesia, Kenya, Malaysia, dan Uganda.
Pada tahun 2019, Kelompok Antarpemerintah tentang Teh memutuskan merayakan Hari Teh Internasional pada tanggal 21 Mei.
PBB menyetujui perayaan tersebut pada tanggal 21 Desember 2019. Hari Teh Internasional PBB resmi pertama kali dirayakan pada tanggal 21 Mei 2020.
Proyeksi menunjukkan bahwa seiring bertambahnya populasi dunia, jumlah peminum teh juga akan meningkat. Teh sangat populer di India dan Cina. Kedua negara ini saja mencakup 37% dari total populasi dunia, yang berarti sejumlah besar pecinta teh tinggal di India dan Cina.
Menurut legenda, Kaisar Shen Hung dari Cina menemukan teh ketika daun dari sebuah pohon tertiup ke dalam panci berisi air mendidihnya. Ia menyukai cairan panas itu dan umat manusia tidak pernah berpaling darinya sejak saat itu.
Selain dinikmati karena rasanya, minum teh juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Teh mengandung antioksidan yang mengurangi risiko serangan jantung dan stroke, membantu menurunkan berat badan, melindungi tulang, mencegah kehilangan gigi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu melawan kanker, menenangkan sistem pencernaan, dan merelaksasi tubuh.
Peminum teh yang terbiasa juga cenderung memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah. Peminum teh yang terbiasa mengonsumsi minuman ini setidaknya tiga kali seminggu. Teh hijau tampaknya memiliki lebih banyak manfaat kesehatan daripada teh hitam. (ndi/national today)
