Aktual.co.id – Aurora borealis dan aurora australis berpotensi bersinar dari kutub daripada biasanya dalam beberapa hari mendatang.
Peristiwa ini akibat angin matahari yang kencang mengalir dari lubang korona yang pada saat ini menghadap ke bumi .
Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA telah mengeluarkan peringatan badai geomagnetik G2 (sedang) untuk tanggal 15 Mei 2026 dan G1 (ringan) untuk tanggal 16 Mei 2026.
Meskipun malam hari akan menjadi lebih terang seiring datangnya musim panas di belahan bumi utara, ada baiknya menunggu hingga gelap untuk mendapatkan kesempatan menyaksikan pertunjukan aurora.
Visibilitas aurora bergantung pada tingkat geomagnetik dan potensi aktivitas singkat yang terjadi. Misalnya di belahan bumi utara, aurora borealis cahaya utara dapat terlihat lebih jauh ke selatan dari biasanya. Lokasi yang terlihat antara lain Amerika Serikat seperti Idaho, North Dakota, Wisconsin, Michigan, New York, dan Maine.
Wilayah Eropa meliputi Skandinavia dan bagian utara Inggris Raya. Di belahan bumi Selatan aurora australis cahaya selatan dapat terlihat lebih jauh ke utara dari biasanya di lokasi-lokasi berikut
Australia dan Selandia Baru Tasmania dan bagian selatan Selandia Baru. Chili dan Argentina, ujung paling selatan dari negara-negara tersebut. (ndi/time and date)
