Aktual.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memastikan akan menjaga pemulihan kondisi psikologis YTR (29), korban penyekapan dan penganiayaan oleh kekasih sebelum menjalani pemeriksaan guna mendukung proses penyidikan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan di Bandung Barat mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap korban dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu proses pemulihan trauma.
“Tentunya proses ini tetap memperhatikan kondisi pemulihan psikologis korban yang trauma berat, harus dijaga jangan sampai pertanyaan kami mengganggu psikologis korban,” katanya dikutip ANTARA.

Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan karena kondisi mental korban menjadi aspek terpenting yang harus dijaga seiring upaya kepolisian mengungkap kasus dan memburu pelaku berinisial TH yang merupakan kekasih korban.
Rudi mengatakan pihaknya mendapat informasi bahwa kondisi korban mulai membaik sehingga penyidik berencana meminta keterangan yang dapat membantu proses pengejaran pelaku.
“Kami dapat kabar, korban membaik. Tentunya kita akan memanfaatkan kondisi ini untuk menanyai korban, sangat besar perannya. Ada materi yang akan kami tanyakan terkait pelaku,” ujarnya.
Keterangan korban dibutuhkan untuk melengkapi informasi yang saat ini telah dikumpulkan oleh tim khusus yang dibentuk Polda Jawa Barat guna melacak keberadaan pelaku.
“Terkait informasi keberadaan pelaku kami tidak bisa sampaikan secara teknis, tentunya akan kami kejar ke manapun,” katanya.
Kasus tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah YTR ditemukan dalam kondisi mengalami luka-luka dan diduga menjadi korban penyekapan serta penganiayaan oleh kekasihnya selama tiga tahun.
Saat ini, korban masih menjalani pemulihan dengan pendampingan tenaga medis dan psikolog, sementara kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron. (ANTARA)
