• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Menyetujui Permintaan Nadiem Makarim
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Headline

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Menyetujui Permintaan Nadiem Makarim

Redaktur III Rabu, 5 Agustus 2026
Share
4 Min Read
Nadiem Makarim/ Foto: ANTARA
Nadiem Makarim/ Foto: ANTARA

Aktual.co.id – Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyetujui permintaan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024 Nadiem Anwar Makarim untuk memeriksa empat orang saksi dan satu ahli tambahan terkait kasus Chromebook.

Hakim Ketua Subachran Hardi Mulyana menyatakan persetujuan setelah mempelajari berbagai alasan pengajuan banding dari Nadiem selaku terdakwa, penasihat hukumnya, serta jaksa penuntut umum.

“Karena ini merupakan permintaan dari advokat terdakwa, maka yang berkewajiban untuk menghadirkan saksi-saksi tersebut adalah tetap ada pada penasihat hukum terdakwa,” ucap Hakim Ketua pada sidang di PT DKI Jakarta, Rabu.

Hakim Ketua menjelaskan sebanyak empat orang saksi dan satu ahli yang akan dimintakan keterangannya merupakan perwakilan dari beberapa saksi dan ahli yang diajukan kubu Nadiem.

Adapun keempat saksi adalah Direktur dan Corporate Secretary PT GoTo Koesomohadiani, mantan Komisaris GoTo Andre Soelistyo, mantan Ketua Pokja Pemilihan E-Katalog pada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Dwi Satrianto, Direktur Produk dan Solusi PT Acer Indonesia Riko Gunawan, serta ahli akuntansi forensik Mohamad Mahsun.

Baca Juga:  Tanda Depresi Berat : Waktu Tidur Terganggu

Hakim Ketua menetapkan pemeriksaan akan dilakukan terhadap Koesomohadiani dan Andre pada Rabu minggu depan (12/8).

Advokat Nadiem, Ari Yusuf Amir mengatakan berdasarkan Pasal 290 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Nasional, seorang terdakwa dalam memori bandingnya dapat meminta agar saksi dan ahli yang telah didengar keterangannya pada pengadilan pertama untuk diperiksa kembali oleh pengadilan tinggi.

Selain itu, terdakwa juga dapat mengajukan permintaan terhadap saksi atau ahli, yang pada pengadilan tingkat pertama tidak hadir, disertai dengan alasan saksi dan ahli tersebut perlu didengar kembali.

“Yang menjadi alasan pemohon banding terdakwa meminta agar saksi dan ahli tersebut dipanggil adalah karena pertimbangan judex facti dalam putusan a quo bertentangan dengan apa yang telah diterangkan secara langsung oleh saksi-saksi dan ahli di bawah sumpah dalam persidangan,” tutur Ari.

Baca Juga:  Korupsi di Kementerian Tenaga Kerja dan Relevansi Terhadap Target Pembangunan Berkelanjutan

Dengan demikian, terdapat ketidaksesuaian antara fakta hukum yang terungkap di persidangan dengan pertimbangan hukum yang diambil oleh judex facti atau pemeriksa fakta.

Ia membeberkan ketidaksesuaian tersebut, antara lain mengenai pemilik manfaat, surat kuasa, dan persetujuan transaksi korporasi sekitar Rp809 miliar; rincian transaksi Rp809 miliar; serta mekanisme Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dan batas tanggung jawab terdakwa.

Pada kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019–2022, Nadiem divonis 10 tahun penjara usai terbukti melakukan korupsi.

Selain pidana penjara, Nadiem juga dikenakan pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari penjara dan uang pengganti senilai Rp809,59 miliar subsider 5 tahun penjara.

Uang pengganti setelah terbukti telah menerima uang sebesar Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia. Sebagian besar sumber uang PT AKAB berasal dari investasi Google senilai 786,99 juta dolar AS.

Baca Juga:  Tom Lembong Menjalani Sidang Perdana Kamis 6 Maret 2025

Dalam kasus itu, Nadiem terbukti menyalahgunakan wewenang sehingga merugikan keuangan negara senilai Rp1,56 triliun.

Korupsi tersebut, di antaranya dilakukan dengan melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan CDM tahun anggaran 2020, 2021, dan 2022, tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.

Perbuatan ini dilakukan antara lain bersama-sama dengan tiga terdakwa lainnya yang telah divonis dalam persidangan berbeda, yakni Ibrahim Arief alias Ibam, Mulyatsyah dan Sri Wahyuningsih serta Jurist Tan, yang saat ini masih buron.

Dengan demikian, Nadiem terbukti melanggar pidana yang diatur dalam Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (ANTARA)

SHARE
Tag :ChromebookKasus KorupsikorupsiNadiem Makarim

Berita Aktual

Bentuk tubuh saat terkena sinar rontgen/ Foto: Alodokter
Teknologi Sinar Rontgen Radiografi Ditemukan Secara Tidak Sengaja
Minggu, 8 November 2026
Kamera gimbal/ foto: GSM Arena
Oppo Sedang Mempersiapkan Kamera Gimbal Menyaingi Osmo Pocket DJI
Minggu, 8 November 2026
Tulisan teror di dinding toilet pesawat IndiGo/ Foto: NDTV
Pesawat IndiGo Mendapat Teror Tertulis dan Kembali ke Bandara Kempegowda, Bengaluru
Minggu, 8 November 2026
Papan elektronik di Nagoya menampilkan pembatasan kecepatan Jalan Tol Nagoya / Foto: Kyodo
Gempa 5,7 Magnitudo Menyebabkan 20 Orang Terluka di Jepang Tengah
Minggu, 8 November 2026
Pekerja pengepakan di salah satu perusahaan / Foto: Ist
Bantuan Subsidi Upah untuk Menjaga Ketahanan Ekonomi dan Daya Beli Buruh
Minggu, 8 November 2026

Mental Health

Ilustrasi olahraga/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Olahraga Meningkatkan Metabolisme Kekebalan Tubuh

Ilustrasi bermain gim bersama teman/ Foto: freepik

Penelitian Menyebutkan Bermain Bersama Teman Mengurangi Kecanduan Gim Video

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Pemerintah Memberikan Kesempatan PPPK Penuh Waktu Ikut CPNS Tahun 2027

Erupsi Gunung Bromo Warga Dilarang Mendekat Radius 1 Kilometer Kawah Aktif

ASN PPPK Paruh Waktu Akan Diangkat Penuh Waktu dan Berkesempatan Seleksi CPNS

Negara Arab Mengutuk Upaya Houthi Menargetkan Rudal Balistik ke Madinah, Arab Saudi.

Nunung Kembali Mengindap Kanker Ganas dan Segera Menjalani Operasi

More News

Chancellor dan Simon / Foto: allkpop

Penyanyi dan Produser Korea Chancellor Ditangkap Karena Narkoba di Jepang

Rabu, 25 Februari 2026
Gedung KPK/ Foto: KPK

KPK Melakukan OTT Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin

Rabu, 4 Februari 2026
Oh Young-soo / Foto: isoplus

Salah Satu Pemain Squid Game Bebas dari Tuduhan Pelecehan Asusila

Selasa, 11 November 2025
Zohran Mamdani memenangkan pemilu wali kota di New York/ Foto: Ist

Zohran Mamdani Wali Kota Muslim Pertama di New York City

Rabu, 5 November 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id