Aktual.co.id – Sekelompok massa yang didominasi mahasiswa dan beberapa warga masih memadati depan gedung DPR/MPR RI Kamis sore (27/8)
Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA sejumlah massa masih menyuarakan aspirasinya di depan gedung wakil rakyat tersebut pada pukul 15.45 WIB.
Kelompok mahasiswa tersebut berasal dari Universitas Terbuka (UT), UNJ, Universitas BSI, dan dari beberapa universitas lainnya.
Beberapa kelompok mahasiswa juga terlihat masih berdatangan ke depan gedung DPR/MPR RI. Aparat kepolisian masih dalam posisi siap untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.
Sebelumnya, massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dan meninggalkan kawasan depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat setelah menerima komitmen pimpinan DPR RI terkait penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Massa asal Pati tersebut mulai berangsur meninggalkan kawasan demonstrasi setelah Koordinator AMPB Supriyono alias Botok menyampaikan hasil audiensi dengan perwakilan DPR RI kepada peserta aksi.
Sekitar pukul 12.00 WIB, Botok membacakan surat komitmen pimpinan DPR RI di hadapan massa yang masih berada di depan Gedung DPR/MPR RI.
Dalam surat tersebut, pimpinan DPR RI menyatakan komitmen untuk menyelesaikan pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat pada 15 Desember 2026.
Setelah mendengarkan isi komitmen tersebut, massa AMPB kemudian berangsur membubarkan diri. Sejumlah peserta terlihat berjalan menuju bus yang telah disiapkan untuk membawa mereka kembali ke Pati, Jawa Tengah. (ANTARA)
