• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Efisiensi Anggaran Nasional Bisa Berdampak ke Anggaran di Desa
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

Efisiensi Anggaran Nasional Bisa Berdampak ke Anggaran di Desa

Redaktur III Jumat, 14 Februari 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi pemangkasan anggaran
Ilustrasi pemangkasan anggaran

Aktual.co.id – Anggaran tahun 2025 ini direncanakan tahun 2024 pada zamannya Presiden Joko Widodo, yang targetnya berbeda dengan Presiden Prabowo. Misalkan delapan citanya Presiden Prabowo, dikaitkan dengan ketahanan pangan. Sebenarnya apa yang diajukan oleh Presiden Prabowo program Makan Bergizi Gratis bagus, mengacu beberapa negara lain sukses seperti Jepang, sehingga harapannya ketercukupan gizi bisa dicapai.

Pertanyaan, apakah support anggaran zaman Presiden Joko Widodo ke rezim Presiden Prabowo. Inilah yang masih diutak atik oleh Presiden Prabowo. Apa yang disebut dengan efisiensi pasti masing – masing punya subyektifitas. Efisiensi Presiden Prabowo sudah dijanjikan untuk kebutuhan makan bergizi gratis. Sehingga konsekuensi yang diterima oleh rezim Presiden Prabowo harus menyediakan anggaran untuk makan bergizi gratis.

Sementara di zaman Presiden Joko Widodo belum disiapkan makan bergizi gratis, melainkan disiapkan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Akibatnya, pada rezim Presiden Prabowo dua kebutuhan tersebut harus terpenuhi, yakni makan bergizi gratis dan pembangunan IKN.

Baca Juga:  Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur Tanam Mangrove di Pesisir Sontoh Laut

Efisiensi ini bentuk konsekuensi program pemerintah dengan kebutuhan pembangunan yang menyedot banyak anggaran. Istilahnya banyak keinginan namun ketersediaan anggaran yang terbatas. Berbeda dengan negara seperti Brunai Darrusalam yang duitnya berlimpah sehingga semua kebutuhannya bisa dipenuhi oleh pemerintah. Dan jumlah penduduk yang sedikit memungkinkan budget pemerintah dapat menutupi keperluan penduduk.

Apakah dengan efisiensi ini bisa berpengaruh pada pelayanan publik ? Pemerintah masih mengevaluasi sehingga masih didiskusikan bagaimana pola efisensi di tingkat kementrian. Apakah muncul ada pendanaan yang lain, misalnya target pertumbuhan 8 %, biasanya APBNP pada bulan Juli dan Agustus, tpi ini sudah di depan, karena tuntutan yang dicita citakan oleh pemerintah Prabowo – Gibran.

Target efisiensi ini belum siap karena ada yang tiba tiba kementrian menjadi kementrian sultan. Misalnya Lembaga Ketahanan Pangan, duitnya menjadi berlimpah di sana. Tapi ada kementrian yang tiba – tiba dipotong Rp 81 triliun, padahal di kementrian tersebut memperkerjakan 40 ribu orang. Karena terjadi ketertimpangan anggaran maka masih disisir oleh kementrian.

Baca Juga:  Prof Murphin : Kementrian Harus Jeli Mengelola Efisiensi

Efisiensi ini belum menyangkut dana transfer daerah. Jika daerah dipotong, pemerintah daerah akan marah, karena membelanjakan kegiatan permodalan di daerah tersebut. Pemerintah daerah bahkan tingkat desa ikut bingung menyusun anggaran pasca program efisiensi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo ini.

Saat ini di tingkat pemerintah desa ikut terpengaruh efisiensi sehingga melakukan perhitungan ulang gara – gara program efisiensi ini. Jadi begitu efisiensi dikaitkan dengan kementrian dan lembaga juga dipotong, maka di desa desa ikut terpengaruh.

Investasi secara global bergerak secara dinamis, karena pasar saham apalagi dengan kripto. Sepanjang pemerintah daerah tidak kreatif makan pemerintah daerah harus menelan pil pahit dari program efisiensi ini. Negara Equador, negera tersebut menggunakan bisnis kripto. Gara – gara presidennya berani mengambil kripto. Apakah bupati dan walikota berani menggunakan kripto, apakah undang – undang memayungi regulasi tersebut. Jangan jangan terkena jeratan hukum.

Baca Juga:  Program Efisiensi oleh Pemerintah, Membuat Warganet Resahkan Soal PHK

Contoh negara yang pernah melakukan penghematan ada Equador. Saking berhematnya pemerintah Equador, banyak investor yang takut menanam modal di sana Akhirnya pemerintah berani mengambil risiko dengan mengambil kripto untuk menutup kebangkrutan negaranya. Dan akhirnya berhasil keluar dari jeratan hutang yang pernah melilit negara tersebut.

Sebenarnya penghematan dan efisiensi ini dilarang oleh IMF, dengan menggunakan logika, di mana daya beli masyarakat menurun maka pemerintah tidak boleh berhemat. Ketika daya beli turun dan pemerintah melakukan penghematan bisa mengakibatkan kerugian bersama. Teorinya, ketika rakyatnya terjadi penurunan ekonomi maka negara harus kaya. Nah cara untuk mencapai kaya seperti apa, perlukah hutang, inilah yang selalu menjadi perdebatan selama ini.

Oleh Dr. Haryono, SE., M.Si – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bhayangkara Surabaya

 

SHARE
Tag :Efisiensi

Berita Aktual

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu
Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis
Kamis, 22 Oktober 2026
Bill Clinton/ Foto: Anadolu
Clinton Lelah Melihat Umat Islam Sering Dipemalukan
Kamis, 22 Oktober 2026
UNCHILD / Foto: soompi
UNCHILD Mengumumkan Akan Comeback Awal November 2026
Kamis, 22 Oktober 2026
Ilustrasi Hari Santri Nasional 2026/ Foto: gemini
Presiden Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026
Kamis, 22 Oktober 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa / Foto : Kominfo Jatim
Khofifah: Santri Harus Mengisi Kemerdekaan Melalui Penguasaan Teknologi
Kamis, 22 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Macron Menuduh Pemimpin Asing Memberi Komentar Buruk Terhadap Prancis

Kim Jong Un Meresmikan Pameran di Tengah Rumor Meninggal Dunia

TEMPEST Mengumumkan Mengakhiri Aktivitas Sebagai Boyband

Pemerintah Prancis Mempertahankan Jam Malam di Area Penting

Tentara Israel Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata dengan Serangan Drone di Palestina

More News

Ilustrasi Hari Kebebasan Pers Sedunia/dok.aktual.co.id

Swasensor dan Kebebasan Pers yang Diam-Diam Terluka

Minggu, 3 Mei 2026
Para mahasiswa foto bersama usai pelatihan sambil bermain/dok.aktual.co.id

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Kenalkan Moderasi Beragama Lewat Permainan Interaktif di Panti Asuhan

Senin, 19 Oktober 2026
Workshop bertajuk “Belajar Figma: Design Web Menjadi Menarik” di SMK Pawiyatan Surabaya/dok.aktual.co.id

Implementasi Nilai Pancasila, Mahasiswa UPNVJT Gelar Workshop “Belajar Figma”

Rabu, 19 November 2025
Ilustrasi pertobatan/dok.aktual.co.id

Refleksi Sebuah Fenomen: Perlukah Pertobatan Nasional?

Rabu, 29 April 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id