• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Narsisis Menunjukkan Peningkatan Fisiologis Ketika Berbicara Tentang Diri Sendiri
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Narsisis Menunjukkan Peningkatan Fisiologis Ketika Berbicara Tentang Diri Sendiri

Redaktur III Jumat, 28 Maret 2025
Share
4 Min Read
Terjadi peningkatan fisiologis bagi narsisistik ketika berbicara tentang pribadi/ Foto : Freepik
Terjadi peningkatan fisiologis bagi narsisistik ketika berbicara tentang pribadi/ Foto : Freepik

Aktual.co.id – Penilitian yang dipublikasiikan oleh International Journal of Psychophysiology melakukan tiga eksperimen bahwa individu yang memiliki sifat narsistik cenderung menunjukkan konduktansi yang meningkat saat berbicara tentang yang membanggakan dirinya.

Narsisme adalah sifat kepribadian yang ditandai rasa penting diri yang berlebihan dan kebutuhan yang kuat untuk dikagumi. Orang yang memiliki narsisme sering kali percaya bahwa mereka lebih unggul dari orang lain dan cenderung kurang berempati.

Ada dua jenis utama narsisme. Pertama narsisme muluk, ditandai dengan kesombongan dan dominasi. Kedua narsisme rentan, ditandai rasa tidak aman dan defensif.

Sifat narsistik dapat  muncul pada individu yang sehat secara psikologis, tetapi dalam kasus yang ekstrem, bisa menjadi gangguan kepribadian narsistik.

Penulis studi Emmi Koskinen dan rekan-rekannya mencatat,  bahwa individu yang memiliki tingkat narsisme tinggi sering menunjukkan ketergantungan yang kuat pada persetujuan sosial dan kebutuhan untuk dicintai dan dikagumi.

Baca Juga:  Tips Mempertajam Logika Berpikir dalam Menghadapi Masalah

“Ketika mereka bertemu seseorang yang baru dan harus berbicara tentang diri mereka sendiri, sistem saraf otonom merespons dengan gairah fisiologis yang meningkat. Pertemuan pertama ini menawarkan kesempatan untuk mendapatkan validasi,” ungkap Emmi.

Untuk mengeksplorasi hal ini, para peneliti melakukan serangkaian tiga eksperimen yang melibatkan 44 mahasiswa universitas yang sehat, yang dipasangkan 22 pasangan sesama jenis. Peserta dipilih berdasarkan skor narsisme mereka untuk mewakili tingkat sifat narsistik yang tinggi atau rendah.

Setiap eksperimen melibatkan skenario percakapan yang berbeda: Percobaan pertama, peserta menghabiskan waktu lima menit untuk berkenalan dalam percakapan bebas.

Eksperiman kedua, meraka yang memiliki skor narsisme lebih tinggi menunjukkan konduktansi yang jauh lebih tinggi saat menceritakan kisah emosional.

Baca Juga:  Tanda Kepribadian Orang yang Selalu Makan Menu yang Sama

Eksperimen ke tiga, peserta berbagi tempat cerita pribadi tanpa baras waktu. Topik meliputi pengalaman alam terbaik, film terburuk, saat merasa dikagumi, dan saat merasa malu.

Setelah eksperimen, peserta menilai keadaan emosional menggunakan skala Self-Assessment Manikin (SAM), yang mengukur valensi (emosi positif vs. negatif), gairah (tingkat kegembiraan), dan dominasi (rasa kendali).

Sementara itu, peneliti mengumpulkan data fisiologis menggunakan sensor konduktansi kulit dan perangkat elektrokardiogram (EKG).

Hasil dari Eksperimen 1 tidak mendukung hipotesis awal peneliti: individu yang memiliki tingkat narsisme tinggi tidak menunjukkan gairah yang jauh lebih tinggi saat berkenalan.

Eksperimen 2, mereka yang memiliki skor narsisme lebih tinggi menunjukkan konduktansi kulit yang jauh lebih tinggi saat menceritakan kisah emosional di mana menunjukkan gairah fisiologis yang lebih besar selama pengungkapan diri.

Baca Juga:  Alasan Tidak Bisa Menghentikan Scrolling Medsos Menurut Ahli Saraf

Eksperimen 3, efeknya menjadi lebih spesifik. Peserta dengan sifat narsistik tinggi menunjukkan peningkatan gairah fisiologis saat mengungkapkan informasi pribadi. Khususnya, konduktansi kulit meningkat saat menceritakan momen-momen dikagumi orang lain.

Efek ini paling terasa saat cerita dibagikan dengan peserta lain yang juga memiliki tingkat narsisme tinggi. “Kami menemukan pola peningkatan gairah fisiologis pada narsisis selama pengungkapan diri dalam percakapan naturalistic,” ungkap peneliti.

Tanpa diduga, hasil penelitian mengungkapkan bahwa di antara peserta yang narsis, terjadi peningkatan gairah fisiologis dikaitkan dengan narasi kekaguman daripada peristiwa yang memalukan. Ini menyiratkan reaksi terhadap kemungkinan mendapatkan validasi daripada terhadap potensi ancaman diri.

Studi ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang sifat narsistik membentuk respons emosional dan fisiologis selama interaksi interpersonal. (ndi/psypost)

 

SHARE
Tag :Mental healthNarsisistiksehat jiwa
Ad imageAd image

Berita Aktual

Go Hyun Jung / Foto: allkpop
Go Hyun Jung Pamer Tubuh Kurus Warganet Khawatir Kesehatannya
Sabtu, 1 Agustus 2026
Emirates Airbus A380/ Foto: Ist
Maskapai Emirates Airbus A380 Membawa Tim Sepak Bola Bakal Mendarat di Soekarno Hatta
Sabtu, 1 Agustus 2026
Menteran listrik PLN / Foto : dok
Tarif Listrik Awal Agustus Tidak Ada Perubahan untuk Pelanggan Subsidi atau Nonsubsidi
Sabtu, 1 Agustus 2026
Kapal tanker yang melintas Selat Hormuz/ Foto: The Guardian
Iran Menembak Dua Kapal Tanker Dikawal Militer AS yang Mencoba Melewati Selat Hormuz
Sabtu, 1 Agustus 2026
Salah satu bangunan roboh akibat gempa bumi di Jepang/ Foto: vietnam
Korban Gempa Bumi Prefektur Kumamoto Meningkat Menjadi 34 Orang
Sabtu, 1 Agustus 2026

Mental Health

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Meditasi sarana menenangkan diri ala Stoikisme/ foto : istimewa

Lima Kecerdasan yang Bisa Dilatih untuk Kesehatan Mental

Ilustrasi manipulasi/ Foto: freepik

Berikut Cara Manipulator Mempengaruhi Orang Lain Agar Mengikuti Kehendaknya

Ilustrasi menenangkan diri/ Foto: freepik

Seni Menenangkan Diri untuk Menghadapi Setiap Persoalan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Yuri Girls’ Generation Mengakhiri Kontrak dengan SM Entertainment

Gelombang Migran dari Maroko Makin Tidak Terkendali Menuju Spanyol

Harga BBM Non Subsidi Bersama – Sama Turun Per 1 Agustus 2026

Xiaomi K100 Pro Max Siap Diluncurkan Awal Agustus 2026

Media Iran Melaporkan Kapal Kontainer Noura Berhasil Menerobos Blokade AS

More News

Butuh banyak waktu untuk menghindari orang toxic/ foto: Freepik

Berikut Cara Melepaskan Diri dari Ikatan Beracun

Minggu, 16 Maret 2025
Orang yang tertidur dengan TV menyala memiliki perilaku tersendiri / Foto : Freepik

Pertanda Karakter Orang Menyalakan TV Saat Tidur

Sabtu, 10 Mei 2025
Ilusttasi orang sedang merenung / Foto : Freepik

Alasan Orang Pintar Emosional Cenderung Meremehkan Diri Sendiri, Menurut Psikolog

Selasa, 16 September 2025
Ilustrasi narsisistik dengan kemewahan / Foto : Freepik

Ciri Jaringan Otak Kepribadian Narsisistik dan Antisosial Sama, Namun Berbeda

Sabtu, 23 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id