• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Raja Ampat Menguat di Medsos, Wamenpar Minta Jaga Kelestarian Alam
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Raja Ampat Menguat di Medsos, Wamenpar Minta Jaga Kelestarian Alam

Redaktur III Kamis, 5 Juni 2025
Share
4 Min Read
Penampakan tambang nikel di Papua yang tersebar di media sosial / Foto : X
Penampakan tambang nikel di Papua yang tersebar di media sosial / Foto : X

Aktual.co.id – Nama Raja Ampat menjadi viral di media sosial pasca kelompok peduli lingkungan Greenpeace melakukan aksi protes di forum Indonesia Critical Minerals (ICM) 2025 yang digelar di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Selasa, 3 Juni 2025 lalu. 

Aksi ini bentuk protes karena terdapat penambangan nikel di Papua yang akan mengancam keberlangsungan keanekaragaman hayati dan ekowisata masyarakat setempat terutama di Raja Ampat.

Maka tagar Save Raja Ampat pun menjadi perbincangan publik di media sosial khususnya platform X.

Penampakan tambang nikel di Raja Ampat yang beredar di Medsos / Foto : X
Penampakan tambang nikel di Raja Ampat yang beredar di Medsos / Foto : X

“Raja ampat berubah jadi lahan tambang hilirisasi nikel. Kerusakan alam akibat dari ini semua akan jadi bencana alam. Pemerintah dungu dan menteri bahlol sudah liat kan daya rusak mereka luar biasa,” ketik @ilhampid.

“KENAPA HARUS RAKYAT DAN ALAM YANG HARUS JADI TUMBAL KESERAKAHAN LU PADAAAA???!!! ,” ungkap @bgudfangirl 

“Hm dulu gak tertarik mobil listrik, ternyata instingku bener. Material baterainya dari Nikel, Nikel ambilnya di Indo. Semua penghasil Nikel berpotensi dikeruk termasuk Raja Ampat. Please #SavePapua, aku belum ada duit buat liat indahnya Raja Ampat jangan dihancurin plis,” ungkap @doraredre_

Baca Juga:  PT Gag Nikel Janji Kooperatif Pendalaman dari Kementrian Lingkungan Hidup

Menyikapi hal ini Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meminta agar kawasan alam di Raja Ampat, Papua Barat Daya, dijaga supaya tidak rusak dampak aktivitas tambang.

“Kami mohon itu (Raja Ampat) dijaga,” kata Ni Luh Puspa di sela Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (5/6) seperti dikutip ANTARA.

Pemerintah telah mengambil langkah awal yakni dengan memanggil Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta pada Rabu (4/6).

Pemanggilan itu dilakukan menyusul adanya aktivitas tambang nikel di wilayah Raja Ampat, yang lokasinya dekat dengan Kawasan Wisata UNESCO Global Geopark Raja Ampat.

Baca Juga:  Bahlil: Saya Ingin Lihat Secara Obyektif Pertambangan Nikel di Raja Ampat

Namun, ia belum membeberkan hasil pemanggilan Menteri Pariwisata itu kepada orang nomor satu di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Mantan jurnalis televisi itu mengungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga akan memanggil pihak penambang dan segera meninjau lokasi tersebut.

Wamenpar asal Bali itu menginginkan agar kawasan Raja Ampat tidak diutak-atik untuk menjaga alam di wilayah itu.

“Kami harap itu tidak dirusak. Itu benar-benar bisa dibiarkan seperti itu saja, dijaga sebagai warisan untuk anak cucu kita ke depan,” imbuhnya.

Ni Luh menjelaskan kawasan itu memiliki potensi wisata alam dan menarik kunjungan wisatawan berkualitas atau mereka yang mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Sehingga pihaknya mengharapkan potensi itu menghadirkan wisatawan yang berkualitas, bukan kualitas atau berdasarkan jumlah wisatawan secara massal.

“Kami tidak melihat kuantitas tapi wisatawan berkualitas. Tentu dengan harga yang mereka bayar, mereka ingin dapat pengalaman lebih berkualitas. Jadi kami mohon itu dijaga,” ucapnya.

Baca Juga:  Hawaii Evakuasi Warga Pesisir di Tengah Peringatan Tsunami

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu di Sorong, Senin (19/5), menyebutkan ada dua perusahaan yang mengelola tambang nikel di Raja Ampat yakni PT GAG Nikel dan PT Kawei Sejahtera Mining.

Kedua perusahaan itu telah mengantongi izin berusaha sejak daerah itu masih menjadi satu dengan Provinsi Papua Barat.

Selain dua tambang nikel yang berizin, ada beberapa perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat telah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) sebelum Provinsi Papua Barat Daya itu berdiri.

Bupati Raja Ampat Orideko Burdam di Sorong, Sabtu (31/5), mengeluhkan kewenangan pemberian dan pemberhentian izin tambang nikel dari Jakarta, sehingga pemerintah daerah kesulitan memberikan intervensi terhadap tambang yang diduga merusak dan mencemari hutan dan ekosistem yang ada. (ndi/ANTARA)

SHARE
Tag :PapuaPariwisataRaja Ampat

Berita Aktual

Ikon Singapura patung Merlion yang berada di kawasan Marina Bay Sands/ Foto: Ist
Begini Respon Singapura Setelah Prabowo Mengumumkan Pengurangan Ekspor Gas
Minggu, 25 Oktober 2026
Kim Ga Eun dan Yoon Sun Woo / Foto: Soompi
Kim Ga Eun dan Yoon Sun Woo Mengumumkan Kehamilan
Minggu, 25 Oktober 2026
Tampilan Redi K100/ Foto: Gizmochina
Redmi K100 Muncul Spesifikasi Menjelang Peluncuran Tanggal 28 Oktober 2026
Minggu, 25 Oktober 2026
Seorang pria memegang bendera Serbia saat orang-orang berkumpul rapat umum terakhir Daftar Mahasiswa di Belgrade, Serbia, pada 22 Oktober 2026, menjelang pemilihan parlemen / Foto: AP
Warga Serbia Memberikan Hak Suara di Tengah Unjuk Rasa Mahasiswa
Minggu, 25 Oktober 2026
Peserta aksi unjuk rasa di Prancis/ Foto: Xinhua
Ratusan Ribu Orang Berunjuk Rasa di Berbagai Kota di Prancis
Minggu, 25 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gempa Bumi Magnitudo 7 Menyebabkan 16 Orang Meninggal di Tibet Utara

Demi Keamanan dari Unjuk Rasa Museum Louvre Tutup Mulai 24 Oktober 2026

Petugas Tim SAR Melakukan Penyelamatan di Lokasi Terdampak Gempa

Pemerintah Taiwan dan Tiongkok Timur Siaga Bencana Sambut Topan Champi

Topan Champi Melukai 500 Orang dan Pemadaman Listrik di Taiwan

More News

Ilustrasi kebijakan visa di Australia/ Foto: vn

Australia Akan Membatasi Hak Keluarga Mahasiswa Internasional untuk Menetap

Kamis, 17 September 2026
Gedung ambruk di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo / Foto: courtesy Suara Surabaya

Biaya Perawatan Santri Korban Gedung Roboh Ditanggung Pemerintah

Selasa, 30 September 2025
Boy grup BTS/ foto: allkpop

Netflix Bakal Menyiarkan Livestream Konser Comeback BTS

Selasa, 3 Februari 2026
BPKN wawancara carat di Lotte Mall, Jakarta Selatam / foto : X

BPKN Turun ke Acara SEVENTEEN RIGHT HERE, Carat : Woow BPKN Turun Langsung.

Jumat, 7 Februari 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id