Aktual.co.id – Ada perbedaan yang jelas antara kaum introvert dan ekstrovert terutama hal yang berkaitan dengan hal yang disukai.
Banyak orang menyukai pesta, ngobrol sambil minum kopi, dan interaksi sosial yang konstan. Namun, bagi kaum introvert -hal tersebut sering kali menjadi sumber kecemasan.
Beriut kegiatan yang membuat kaum introvert merasa terancam serta menjadi tidak nyaman ketika berada di dalam lingkungan tersebut.
Menjadi Pusat Perhatian
Banyak orang senang menjadi pusat perhatian, namun, bagi kaum introvert, hal ini sangat tidak nyaman. Orang introvert lebih suka tinggal di belakang layar, mengamati dan mendengarkan daripada berbicara.
Hal ini bukan berarti kurang percaya diri, melainkan cara mengekspresikan kaum introvert memang berbeda dengan ekstrovert.
Kaum introvert akan menjauhi sorotan untuk memberikan rasa nyaman untuk dirinya. Bukan berarti dirinya malu namun hanya kepribadiannya yang tidak suka dengan keramaian.
Proyek Kelompok
Proyek kelompok merupakan fitur umum dalam banyak lingkungan kerja dan pendidikan. Proyek kelompok dirancang untuk mendorong kolaborasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah kolektif.
Namun, bagi kaum introvert, hal itu sering kali menjadi tantangan. Orang introvert biasanya bekerja secara mandiri. Orang introvert justru berkembag ketika tanpa ada gangguan sosial di dalam kehidupannya.
Ini bukan berarti introvert tidak bisa bekerja dalam tim. Namun, jika diberi pilihan, introvert lebih memilih mengerjakan tugas secara mandiri.
Musik Keras dan Tempat Ramai
Banyak orang menganggap musik keras dan tempat ramai sebagai sesuatu yang mengasyikkan. Konser, festival, klub malam semuanya bisa menjadi kenikmatan indra.
Namun bagi introvert, hal-hal tersebut seringkali membebani ketimbang menyenangkan. Di tengah semua kebisingan dan orang-orang introvert akan merasa tersesat dan cemas.
Pada dasarnya introvert menyukai musik seperti yang lain, tapi mereka menyukai mendengarkan di tempat yang tenang.
Konektivitas Konstan
Media sosial, pesan instan, panggilan video, semuanya memungkinkan tetap berhubungan dengan orang lain. Bagi banyak orang, konektivitas yang konstan ini merupakan anugerah.
Hal ini membantu introvert merasa lebih dekat dengan orang-orang yang dicintai, terutama di saat-saat jarak fisik.
Namun bagi introvert hal tersebut sangat terbebani. Introvert menghargai waktu sendiri. Ini adalah kesempatan baginya untuk mengisi ulang energi, merenung, dan bersantai. Harapan untuk selalu siap sedia dan berinteraksi yang menguras tenaga.
Bukan berarti tidak menghargai hubungan atau tidak peduli dengan orang-orang yang dicintai. Hanya saja introvert butuh waktu untuk sendiri untuk mengisi ulang energy.
Rencana Dadakan
Perjalanan darat spontan, pesta kejutan, jalan-jalan di menit terakhir merupakan impian banyak orang. Namun, bagi kaum introvert, hal itu dapat menjadi sumber stres.
Kaum introvert lebih nyaman menyusun rencana terlebih dahulu serta ingin mengetahui apa yang diharapkan, dan memiliki waktu mempersiapkan diri secara mental untuk interaksi sosial.
Rencana dadakan dapat membuat kehilangan keseimbangan dan merasa cemas. Meskipun dapat beradaptasi dan menikmati momen tersebut, namun akan menjadi nyaman jika direncanakan lebih dahulu.
Melakukan Banyak Tugas Secara Bersamaan
Bagi banyak orang, mengerjakan banyak tugas sekaligus merupakan keterampilan yang patut dibanggakan. Menyelesaikan banyak tugas sekaligus dapat memberikan rasa pencapaian dan efisiensi.
Namun, kaum introvert sering kali lebih suka fokus pada satu hal dalam satu waktu. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengerjakan banyak tugas sekaligus sebenarnya dapat mengurangi produktivitas hingga 40%.
Orang introvert cenderung senang membenamkan diri sepenuhnya dalam satu tugas sebelum beralih ke tugas berikutnya. Ini bukan tentang menjadi lambat atau tidak efisien, tetapi menjadi teliti dan terlibat sepenuhnya dalam apa yang dilakukan.
Tata Letak Kantor Terbuka
Tata letak kantor terbuka adalah impian banyak orang. Ruang terbuka, kesibukan yang konstan, kemudahan berkolaborasi sangat cocok untuk kaum ekstrovert.
Ruang terbuka membuat introvert sulit untuk fokus dengan semua kebisingan. Bagi introvert, sudut yang tenang atau ruang pribadi jauh lebih mendukung produktivitas.
Meskipun tata letak kantor terbuka dapat mendorong kolaborasi dan ikatan bagi sebagian orang, hal itu menjadi sumber stres bagi kaum introvert.
Pertemuan Sosial
Kebanyakan orang menyukai gagasan pertemuan sosial. Baik itu pesta, acara jaringan, atau kumpul-kumpul santai, acara-acara ini sering dilihat sebagai kesempatan untuk bergaul, mendapatkan teman baru, dan bersenang-senang.
Namun bagi introvert tidak demikian. Acara sosial ini sering kali melelahkan dan membebani. Gagasan untuk mengobrol ringan dan tekanan untuk terus berinteraksi dapat membuat cemas.
Bukan berarti tidak suka dengan orang lain. Hanya saja lebih suka interaksi yang lebih bermakna dan personal daripada berada di tengah keramaian. (ndi)
