Aktual.co.id – Pada abad ke-21, teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan di semua kalangan. Kecerdasan buatan generatif adalah pendatang baru, dengan chatbot dan perangkat AI lainnya mengubah cara belajar.
Lalu apa yang bisa dipelajari tentang kehadiran teknologi dengan otak manusia yang mulai menua? Sebuah studi baru dari peneliti di University of Texas dan Baylor University di Amerika Serikat memberikan jawaban penting terkait hubungan lansia dengan teknologi.
Diterbitkan di Nature Human Behaviour menemukan bahwa penggunaan komputer, telepon pintar, dan internet di kalangan orang berusia di atas 50 tahun bisa menurunkan fungsi kognitif yang lebih rendah.
Para penulis mencari studi penggunaan teknologi pada orang berusia di atas 50 tahun dan meneliti kaitannya penurunan kognitif dan demensia.
Peneliti menemukan 57 studi yang mencakup data 411.000 orang dewasa. Studi yang disertakan mengukur penurunan kognitif berdasarkan kinerja yang lebih rendah pada tes kognitif atau diagnosis demensia.
Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan penggunaan teknologi dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif. Uji statistik digunakan untuk menentukan “peluang” terjadinya penurunan kognitif berdasarkan paparan teknologi.
Rasio peluang di bawah 1 menunjukkan penurunan risiko dari paparan teknologi. Rasio peluang gabungan dalam penelitian ini adalah 0,42, artinya penggunaan teknologi lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif sebesar 58%.
Besarnya efek penggunaan teknologi pada fungsi otak yang ditemukan penelitian ini, serupa atau lebih kuat daripada faktor perlindungan lain yang diketahui. Perlindungan kognitif bisa seperti aktivitas fisik sekitar 35% atau menjaga tekanan darah sehat sekitar 13%.
Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua teknologi digital berdampak buruk bagi lansia, namun cara berinteraksi dan bergantung padanya berubah dengan cepat. Sehingga para lansia dituntut mengikuti perubahan tersebut yang mampu meningkatkan fungsi kognitifnya.
Kemampuan lansia beradaptasi dengan inovasi teknologi memiliki potensinya untuk mendukung fungsi kognitif sehingga diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik.
Kemajuan teknologi juga menjadi solusi bagi lansia yang mengalami kecatatan, sehingga menggunakan telepon pintas masih bisa beraktifitas untuk bertemu dengan keluarga atau aktifitas menulis lainnya.
Penelitian ini akan terus dikembangkan untuk membantu menentukan bagaimana semua orang dapat memanfaatkan teknologi sekaligus membatasi potensi bahayanya.(ndi)
