• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kecemasan dan Kemarahan Anak Dapat Dilihat dari Pola Asuh Orang Tua
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kecemasan dan Kemarahan Anak Dapat Dilihat dari Pola Asuh Orang Tua

Redaktur III Minggu, 22 Juni 2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi anak dalam kecemasan peluk orang tua / Foto : freepik
Ilustrasi anak dalam kecemasan peluk orang tua / Foto : freepik

Aktual.co.id – Sebuah studi terhadap orang dewasa muda Italia menemukan bahwa kemarahan dan kecemasan dapat membantu menjelaskan hubungan antara ikatan orangtua dan kepuasan hidup.

Hasilnya menunjukkan bahwa perlindungan orangtua yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan yang lebih tinggi dan mengurangi kepuasan hidup.

Demikian pula, pengasuhan orang tua yang lebih baik dapat menyebabkan pengendalian amarah yang lebih besar. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Psychology yang diposting oleh psypost.

Ikatan orang tua mengacu pada hubungan dan ikatan emosional yang berkembang antara orang tua dan anak mereka, terutama di awal kehidupan.

Hal ini melibatkan perasaan hangat, dekat, dan komitmen terhadap kesejahteraan anak. Ikatan orang tua yang kuat sangat penting untuk perkembangan emosional, sosial, dan kognitif anak yang sehat.

Baca Juga:  Tanda Telah Dihapus dari Kehidupan Seseorang, Menurut Psikologi

Hal ini menumbuhkan rasa aman dan percaya, yang membentuk dasar untuk hubungan di masa depan. Faktor-faktor yang memengaruhi ikatan antara lain kesehatan mental orang tua, kepekaan terhadap kebutuhan anak, dan kualitas pengasuhan dini.

Ikatan yang terganggu seperti pengabaian atau ketidakkonsistenan kepribadian orang tua, dapat menyebabkan kesulitan dalam keterikatan dan masalah perilaku.

Penulis studi Martina Smorti dan rekan-rekan meneliti ini bertujuan untuk menyelidiki proses psikologis yang menghubungkan ikatan orangtua dan kepuasan hidup para anak.

Mereka berfokus pada dua dimensi ikatan orangtua: perhatian dan perlindungan berlebihan, dan berhipotesis kemarahan dan kecemasan dapat memediasi hubungan kepuasan hidup.

Baca Juga:  Kalimat yang Membuat Seseorang Jadi Sosok Menjengkelkan

Studi ini melibatkan 369 orang dewasa Italia, dengan usia rata-rata 22 tahun,  242 di antaranya adalah wanita. Sekitar 72% memiliki gelar sarjana, 12% memiliki gelar master, dan 60% melaporkan tinggal bersama keluarga mereka. Selain itu, 69% melaporkan tidak bekerja.

Hasil penelitian menunjukkan, partisipan yang merasakan tingkat kepedulian ibu atau ayah yang lebih tinggi cenderung menunjukkan pengendalian amarah yang lebih baik dan jarang mengekspresikan amarah.

Sebaliknya, partisipan yang melaporkan tingkat perlindungan berlebihan orang tua yang lebih tinggi, cenderung melaporkan tingkat kecemasan yang tinggi, ekspresi amarah yang lebih sering, dan kepuasan hidup yang lebih rendah.

Pengendalian amarah yang lebih besar dikaitkan dengan perlindungan berlebihan ibu yang lebih rendah tetapi tidak dikaitkan dengan perlindungan berlebihan ayah.

Baca Juga:  Orang Rendah Hati Secara Intelektual Menunjukkan Empati dan Ketahanan Emosional yang Tinggi.

Analisis menunjukkan bahwa pengasuhan yang terlalu protektif dapat meningkatkan kecemasan serta kepuasan hidup yang lebih rendah.

Demikian pula, pengendalian kemarahan tampaknya hubungan antara pengasuhan orang tua dan kepuasan hidup.

Ekspresi kemarahan yang negatif juga tampaknya memediasi hubungan antara perlindungan ibu yang berlebihan dan kepuasan hidup.

Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman ilmiah tentang faktor psikologis yang mendasari hubungan antara ikatan orang tua dan kepuasan hidup.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa desain studi ini tidak memungkinkan kesimpulan kausal yang pasti untuk diambil dari hasil penelitian.(ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologiPsikologi Kepribadian
Ad imageAd image

Berita Aktual

Logo YouTube/ Foto: Techcrunch
YouTube Menggunakan AI untuk Kebutuhan Perjalanan Pengguna Aplikasi
Selasa, 28 April 2026
Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik
Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn
Selasa, 28 April 2026
Kereta Api/ Foto: Ist
PT KAI Pastikan Refund Biaya Tiket 100 Persen Dampak Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur
Selasa, 28 April 2026
Tangkapan layar kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur/ Foto: Ist
Sebanyak 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA Berjenis Kelamin Perempuan di RS Bhayangkara Kramat Jati
Selasa, 28 April 2026
Taksi GreenSM saat menghalangi KRL di Bekasi / Foto: Ist
Taksi Green SM Mendukung Proses Investigasi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Selasa, 28 April 2026

Mental Health

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Kelelahan mental bisa menyebabkan depresi / Foto : freepik

Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Jamuan Makan Malam Donald Trump Diwarnai Teror Penembakan

Pelaku Penembakan Jamuan Makan Malam Presiden Donald J Trump Diperiksa Pihak Keamanan

Ada Surat dari Kedutaan Besar AS Terkait Kasus Bang Si Hyuk

Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

More News

Kemalasan bisa akibat kurang istirahat/ Foto : freepik

Hal yang Menyebabkan Kurang Motivasi Saat Berkarya Menurut Psikolog

Selasa, 25 Maret 2025
Saling memahami kunci ketenangan ketika dialog bersama seseorang / Foto : Freepik

Orang yang Tenang Saat Berkonflik Memahami Sifat Manusia

Rabu, 26 Maret 2025
Penelitian menyebutkan sarapan bisa mengurangi depresi / Foto : freepik

Penelitian Mengkaitkan Sarapan dengan Tingkat Depresi

Senin, 7 Juli 2025
Ilustrasi meningitis/ Foto: Ist

Kenali Gejala Meningitis yang Mirip Flu

Minggu, 5 Oktober 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id