Aktual.co.id – Pernyataan misoginis aktivis politik sayap kanan Charlie Kirk mengenai pertunangan Taylor Swift dengan bintang NFL Travis Kelce kembali mengemuka setelah kematiannya pada hari Rabu (10/9).
Penulis konservatif berusia 31 tahun, yang merupakan sekutu dekat Presiden Donald Trump tersebut, ditembak mati saat berpidato di sebuah acara di Universitas Utah Valley.
Pembunuhannya telah menarik perhatian nasional, dan Presiden Trump menyebut insiden itu sebagai “momen gelap bagi Amerika,” lapor The Independent.
Hanya beberapa minggu sebelum kematiannya, Kirk telah menggunakan acara Real America’s Voice untuk melontarkan cercaan pedas terhadap Swift.

Alih-alih memberi selamat kepada penyanyi tersebut, ia mendesaknya untuk ‘menolak feminisme’ dan ‘tunduk’ kepada tunangannya.
Seperti dikutip dalam laporan The Independent yang menyatakan dirinya berharap agar Swift membuat pernikahannya ‘lebih konservatif’.
“Lebih banyak terlibat dalam realitas. Tolak feminisme. Tunduklah pada suamimu, Taylor. Kau bukan pemimpin,” katanya dalam postingan kala itu.
Kirk menambahkan bahwa Swift seharusnya memiliki lebih banyak anak daripada jumlah rumahnya dan menyiratkan bahwa pernikahan dengan Kelce mungkin akan ‘mende-radikalisasinya.’.
Dirinya juga mengejek Swift karena menunggu hingga pertengahan usia 30-an untuk memprioritaskan pernikahan. Artinya dia menyebut pilihan kariernya sebagai contoh buruk bagi perempuan muda.
Influencer konservatif tersebut menuduh Swift sebagai panutan yang buruk dan berspekulasi bahwa pertunangannya dapat mengubahnya dari “wanita kucing” menjadi “pendukung JD Vance”.
Menurut laporan di The Mirror, Swift telah lama menjadi sasaran kritik dari para komentator sayap kanan. Bintang pop ini, mendukung kandidat Demokrat termasuk Kamala Harris.
Secara vokal mendukung politik progresif, termasuk hak-hak queer dan kesetaraan perempuan. Ia telah menerima pujian dari penggemarnya, tetapi ditentang oleh tokoh-tokoh konservatif.
Sementara itu, bintang Kansas City Chiefs Travis Kelce telah dikaitkan kecenderungan Partai Republik setelah menyatakan akan menjadi suatu ‘kehormatan’ jika Trump menghadiri Super Bowl, Reality Tea melaporkan.
Kirk pun menuai kecaman atas komentarnya, lapor Independent. Orang-orang di media sosial menyebutnya “terobsesi” dan “seksis” dan bertanya-tanya mengapa menghabiskan begitu banyak waktu membahas kehidupan pribadi sang penyanyi.
Beberapa bahkan bercanda tentang komentarnya dan menyiratkan bahwa luapan emosinya dimotivasi oleh kecemburuan. (ndi/Hindustan time)
