Aktual.co.id – Sebuah studi yang diterbitkan Frontiers in Virtual Reality menunjukkan bahwa platform pelatihan realitas virtual yang inovatif dapat membantu mengatasi rasa takut berbicara di depan umum.
Platform tersebut dirancang oleh Chris Macdonald, seorang Fellow di Lucy Cavendish College, Universitas Cambridge, dengan menggunakan pendekatan terapi paparan berlebih.
Terapi ini dianggap efektif karena orang yang berjuang dengan kecemasan berbicara di depan umum dapat berlatih sebelum bertemu dengan audience yang sesungguhnya.
Platform yang dirancang Chris Macdonald ini membawa terapi paparan realitas virtual selangkah lebih maju dengan membuatnya lebih mudah diakses. Platform ini gratis digunakan dan kompatibel dengan berbagai perangkat, termasuk ponsel pintar. Hal ini memungkinkan siapa pun yang memiliki akses internet untuk mendapatkan manfaat dari program ini.
“Saya ingin membangun sesuatu yang tidak hanya sangat efektif tetapi juga dapat digunakan oleh mereka yang paling membutuhkannya,” kata Macdonald.
Untuk menguji efektivitas platform ini para peneliti melakukan eksperimen terhadap 29 remaja berusia 13 hingga 15 tahun. Para peserta, semuanya dari Tiongkok yang menghadiri program musim panas di Cambridge, Inggris Raya.
Tujuan penelitian ini untuk menilai apakah penggunaan platform dalam jangka waktu pendek dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan dalam berbicara dalam bahasa Inggris.
Sebelum sesi, para siswa diminta perkenalan diri selama satu menit dalam bahasa Inggris. Kemudian melakukan teknik relaksasi metode pernapasan 4–7–8 : menghirup napas empat detik, menahan napas tujuh detik, dan mengembuskan napas delapan detik.
Sesi pelatihan utama berlangsung selama 30 menit dan memperkenalkan peserta pada audiens virtua. Pelatihan virtual dimulai dari ruang kelas kosong dan bertahap hingga berbicara di stadion dipenuhi ribuan penonton animasi.
Audiens virtual ini bereaksi secara langsung, dengan fitur-fitur seperti menggaruk kepala, menguap, dan gangguan spontan seperti keterlambatan dan kamera yang menyala, sehingga menciptakan lingkungan yang sangat imersif.
Di akhir sesi, setiap siswa memberikan presentasi di depan audiens nyata yang terdiri dari teman sekelas dan anggota staf mereka. Para peneliti mengumpulkan data survei sebelum dan sesudah sesi untuk mengukur perubahan dalam kecemasan, kepercayaan diri, dan kenikmatan berbicara di depan umum.
Hasilnya menunjukkan peningkatan yang mencolok pada ketiga ukuran tersebut. Sebelum sesi pelatihan, 65% peserta menggambarkan diri sebagai pembicara publik yang cemas.
Angka tersebut turun menjadi hanya 20% dengan tingkat kepercayaan diri mengalami peningkatan yang signifikan.Persentase siswa yang mengidentifikasi diri sebagai pembicara publik yang percaya diri meningkat dari 31% menjadi 79%.
Kenikmatan berbicara di depan umum juga meningkat, dengan jumlah siswa yang mengatakan bahwa mereka senang berbicara di depan orang lain melonjak dari 34% menjadi 86%.
Salah satu temuan yang paling menarik adalah menempatkan peserta dalam lingkungan virtual yang ekstrem—seperti stadion dengan 10.000 penonton—di mana individu berlatih dalam situasi bertekanan tinggi sehingga tantangan terasa tidak menakutkan.
Penelitian ini akan dilanjutkan untuk untuk kelompok usia yang berbeda, pembicara profesional, dan individu berbagai tingkat kecemasan sosial.
Macdonald berharap platform ini tersedia secara bebas dan kompatibel dengan perangkat yang digunakan secara luas. Sehingga bisa menjangkau khalayak luas membantu individu untuk meredam kecemasan di depan umum. (ndi)
