Aktual.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyiapkan metode early warning system (EWS) berbasis digital usai terjadi bencana tanah longsor di jalur Cangar-Pacet.
Khofifah mengatakan dari pintu masuk Taman Hutan Raya R. Soerjo di wilayah sesungguhnya telah banyak terpasang warning atau peringatan bagi para pengguna. Namun dengan keberadaan EWS ini nantinya diharapkan bisa memberikan pengamanan ganda bagi para pengguna jalan.
“Tentu dilihat di titik-titik strategis yang memberikan warning kepada masyarakat yang juga terkonfirmasi dengan pihak kepolisian untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat berkaitan jalan ditutup,” katanya di sela kunjungan ke lokasi tanah longsor di Cangar-Pacet, Minggu seperti dikutip oleh ANTARA.
Gubernur Khofifah telah berkoordinasi dengan jajaran terkait termasuk juga kepala desa setempat karena bencana longsor terjadi akibat adanya aliran sungai yang tersumbat pohon tumbang.
“Sumbatan tersebut akhirnya membuat jenuh aliran sungai dan menyebabkan longsor terutama saat kejadian curah hujan yang turun beintensitas cukup tinggi,” katanya.
“Saya sebenarnya ingin melihat langsung aliran sungai di atas tetapi karena kendala kontur tanah yang masih rentan maka tidak direkomendasikan. Tetapi bahwa sungai di atas itu posisinya cukup penting karena mengairi sekitar 50 hektare sawah,” katanya.
Untuk itu pihaknya meminta dinas terkait bekerja sama dengan Pemkab Mojokerto untuk segera menormalisasi sungai tersebut agar puluhan hektare sawah yang selama ini menggantungkan aliran sungai tersebut bisa tetap mendapatkan sumber air.
Ia menegaskan bahwa dalam dua hari ke depan pihaknya meminta agar proses pembersihan bisa segera dilakukan secara intensif.
Untuk itu pihaknya meminta dinas terkait bekerja sama dengan Pemkab Mojokerto untuk segera menormalisasi sungai tersebut agar puluhan hektare sawah yang selama ini menggantungkan aliran sungai tersebut bisa tetap mendapatkan sumber air.
Ia menegaskan bahwa dalam dua hari ke depan pihaknya meminta agar proses pembersihan bisa segera dilakukan secara intensif. (ndi/ANTARA)
