• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Kecerdasan Emosional Membantu Anak-Anak Menjadi Pembaca Lebih Baik
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Kecerdasan Emosional Membantu Anak-Anak Menjadi Pembaca Lebih Baik

Redaktur III Kamis, 10 April 2025
Share
6 Min Read
Kecerdasan emosi mempengaruhi kemampuan membaca pada anak / Foto : Freepik
Kecerdasan emosi mempengaruhi kemampuan membaca pada anak / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Anak-anak yang lebih baik dalam mengenali emosi diri cenderung menjadi pembaca yang baik. Sebuah studi longitudinal yang diterbitkan Learning and Individual Differences menawarkan pandangan tentang hubungan kecerdasan emosional terhadap minat baca pada anak – anak.

Para peneliti menemukan kecerdasan emosional pada anak anak terhadap pemahaman bacaan, baik naratif maupun non-naratif dan hubungan membentuk kosakata, membaca kata, dan memori kerja otak.

Para peneliti melakukan studi ini untuk memahami bagaimana perkembangan emosi berkontribusi pada hasil akademis khususnya, pemahaman bacaan. Sementara banyak penelitian terdahulu yang berfokus pada bahasa dan keterampilan kognitif seperti kosakata dan memori.

Kecerdasan emosional mencakup kemampuan memahami, mengelola, dan menggunakan emosi diri serta emosi orang lain. Keterampilan emosional ini dianggap penting untuk kesehatan mental dan hubungan sosial dan keberhasilan belajar akademis.

Tim peneliti melacak sekelompok 689 anak-anak Tiongkok, mulai kelas tiga (usia 9,2 tahun) sampai naik kelas lima. Mengumpulkan data dalam tiga gelombang selama dua tahun.

Penelitian ini melibatkan jumlah anak laki-laki dan perempuan yang hampir sama dan mengambil data dari berbagai latar belakang pendapatan dan pendidikan keluarga.

Pada awal penelitian (gelombang 1), para peneliti menilai kecerdasan emosional setiap anak menggunakan kuesioner untuk mengukur kesadaran diri, pengaturan emosi, dan kemampuan memahami emosi orang lain.

Baca Juga:  Alasan Orang Menghindari Kedekatan dengan Orang Lain, Memiliki Pengalaman Masa Kecil Seperti Ini.

Peneliti juga mengukur kecerdasan non-verbal dan pemahaman membaca. Setahun kemudian (gelombang 2), anak-anak menyelesaikan serangkaian tes yang dirancang untuk menilai pengetahuan kosakata, membaca kata, dan daya ingat.

Kosakata diukur dengan meminta siswa mendefinisikan serangkaian kata bahasa Mandarin yang terdiri dari dua karakter. Dan membaca kata dengan meminta siswa membaca dengan suara keras dari sebuah daftar.

Daya ingat diukur melalui tugas rentang digit, yang mengharuskan anak-anak mengulang serangkaian angka maju dan mundur. Pada tahun terakhir (gelombang 3), para siswa kembali menyelesaikan tes pemahaman bacaan, yang mencakup teks naratif (seperti cerita) dan teks non-naratif (seperti bagian informasional atau ekspositori).

Para peneliti menganalisis apakah kecerdasan emosional di kelas tiga memprediksi pemahaman bacaan di kelas lima, dan apakah kosakata, membaca kata, atau memori kerja menjelaskan hubungan tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa kecerdasan emosional pada usia 9 tahun secara signifikan terkait pemahaman bacaan pada usia 11 tahun. Bahkan setelah memperhitungkan kemampuan membaca awal, kecerdasan, dan jenis kelamin.

Hubungan ini berlaku untuk teks naratif dan non-naratif. Tetapi jalur yang menghubungkan kecerdasan emosional dengan pemahaman bacaan sedikit berbeda antara kedua jenis teks tersebut.

Baca Juga:  Perilaku Introvert Ketika di Tempat Umum Berdasarkan Analisa Psikologi

Untuk kedua jenis teks tersebut, membaca kata dan pengetahuan kosakata berperan sebagai batu loncatan yang penting. Anak-anak dengan kecerdasan emosional yang lebih tinggi di kelas tiga cenderung memiliki pengetahuan membaca kata dan kosakata yang lebih baik pada saat naik kelas empat.

Efek yang signifikan secara statistik,  dengan membaca kata menunjukkan ukuran efek standar sebesar 0,04 untuk teks naratif dan non-naratif, dan kosakata menunjukkan efek sebesar 0,03 untuk teks naratif dan 0,02 untuk teks non-naratif.

Kecerdasan emosional pada usia 9 tahun dikaitkan dengan memori kerja yang lebih kuat pada usia 10 tahun, yang memprediksi pemahaman yang lebih baik terhadap teks non-naratif pada usia 11 tahun.

Hal ini menunjukkan keterampilan emosional dapat membantu anak-anak memproses dan mengingat informasi yang lebih abstrak dan terstruktur yang ditemukan dalam teks non-naratif.

Menariknya, memori kerja tidak berfungsi sebagai jembatan antara kecerdasan emosional dan pemahaman naratif, karena cerita lebih familiar dan lebih mudah diikuti, sehingga tidak terlalu menuntut memori.

Para peneliti menemukan status sosial ekonomi keluarga memengaruhi hubungan ini secara signifikan. Bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah atau berpendidikan rendah, kecerdasan emosional lebih kuat pada kosakata, kemampuan membaca kata, dan daya ingat dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang berpenghasilan lebih tinggi.

Baca Juga:  Awas, Kelelahan Mental Bisa Menyebabkan Depresi dan Keinginan Bunuh Diri

Dengan kata lain, kecerdasan emosional lebih tinggi dimiliki anak-anak kurang mampu. Hal ini sesuai penelitian yang menunjukkan anak keluarga berpenghasilan rendah mengandalkan kekuatan emosional untuk menghadapi tantangan.

Menariknya, peneliti juga menemukan bahwa teks naratif, membaca kata memainkan peran yang lebih besar dalam pemahaman bacaan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan tinggi, dibandingkan dengan mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah.

Salah satu kemungkinannya adalah anak-anak dari keluarga mampu sudah terpapar teks naratif sejak usia dini.  Sebaliknya, anak-anak keluarga kurang mampu menghadapi hambatan untuk mendapatkan bahan bacaan karena orang tua yang tidak memiliki ekonomi yang cukup.

Penelitian di masa mendatang dapat memperkuat pengukuran dengan menggabungkan penilaian guru atau pengasuh dan metode observasi.

Selain itu, para peneliti tidak memeriksa kemungkinan mediator lainnya, seperti perhatian, pemahaman mendengarkan, atau kecemasan, yang mungkin menghubungkan kecerdasan emosional dengan kinerja membaca.

Meskipun temuan menunjukkan perbedaan membaca naratif dan non-naratif, lebih banyak pekerjaan diperlukan memahami bagaimana genre ini melibatkan keterampilan dan strategi yang berbeda. (ndi/psypost)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Ilustrasi penerima KIP jalur SNBT/ Foto: gemini
Sebanyak 39 Ribu Pendaftar KIP Jalur SNBT Layak Terima Bantuan
Senin, 25 Mei 2026
Huawei nova 16 Ultra/ Foto: GSM Arena
Huawei Seri Nova 16 Segera Diluncurkan dengan Kemampuan Baterai 7.000 mAh
Senin, 25 Mei 2026
Dome dengan tampilan BTS/ Foto: allkpop
BTS Membuat Merah Las Vegas Sebelum Pentas Arirang The City
Senin, 25 Mei 2026
Jumpa pers Bareskrim Polri terkait listrik mati di Sumatera/ Foto: courtesy ANTARA
Polri Pastikan Tidak Ada Sabotase Dalam Pemadaman Listrik di Sumatera
Senin, 25 Mei 2026
Countdown UTBK SNBT/ Foto: laman UTBK SNBT
Hari Ini Pengumuman Peserta UTBK SNBT Perguruan Tinggi Negeri
Senin, 25 Mei 2026

Mental Health

Ilustrasi introvert / Foto : freepik

Banyak Tidak Sadar Kelemahan Justru Kekuatan di Dalam Diri

Makanan bernutrisi/ Foto: Freepik

Studi Menyebutkan Konsumsi Makanan Bernutrisi Menekan Risiko Depresi

Tanda wanita tidak bahagia adalah kecemasan / Foto : Freepik

Studi Menemukan Intervensi Kesehatan Mental Lewat Medsos Mampu Mengurangi Kecemasan

Ilustrasi pria dan ponsel/ foto: freepik

Peneliti Menyebutkan Berhenti dari Medsos Tidak Signifikan Menghentikan Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Jelang Hari Raya Iduladha Bulan Dzulhijjah

Meta Berencana PHK 8.000 Karyawan Dampak Program Penguatan AI

Menlu AS Klaim Ada Kemajuan Terkait Perundingan dengan Iran

Hari Ini Pengumuman Peserta UTBK SNBT Perguruan Tinggi Negeri

Kuil-Kuil Buddha Menyediakan Penginapan Bagi Penonton BTS di Busan

More News

Ilustrasi ketenangan / Foto: freepik

Berikut Ciri Ketenangan Orang yang Memiliki Kedewasaan Emosi

Kamis, 19 Februari 2026
Ilustrasi/ Foto: freepik

Begini Agar Tidak Diremehkan oleh Orang Lain

Rabu, 25 Maret 2026
Ilustrasi mengeluh / Foto; Freepik

Tanda Saatnya Seseorang Detok dari Media Sosial Menurut Psikologi

Sabtu, 13 September 2025
Joging rutin bisa meningkatkan kebahagiaan. / Foto : Freepik

Kebiasaan Orang Lanjut Usia yang Dapat Membuat Hidup Lebih Baik

Senin, 17 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id